SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 35


__ADS_3

Pukul 11 siang Arin yang lebih dulu bangun memutuskan untuk melihat orang tua dan mertua nya di bawah meninggalkan Rafa yang masih terlelap. Dengan perlahan Arin menuruni anak tangga dan di dapatinya ke dua papa yang asik nonton pertandingan tennis di layar tv datar apartemen dan ke dua mama yang sibuk di dapur menyiapkan makan siang.


" Mama berdua masak apa? Wangi banget" tanya Arin langsung duduk di meja makan dan meminum segelas Air yang tersedia di sana.


" Ada deh" sahut mama Rafa sambil terus mengaduk masakan di atas kompor.


" Kamu tunggu di ruang tamu aja sayang, disini bau masakan loh" tambah mama Rafa.


" Iya ma tapi Arin mau buat kopi dulu buat Rafa" pinta Arin yang berjalan menuju alat pembuat kopi di meja dapur.


" Oke deh, tapi hati hati ya" ucap Mama Arin.

__ADS_1


Arin yang mulai membuatkan kopi untuk suami nya berdiri di depan mesin pembuat kopi sambil terus mengambil tempe goreng tak jauh dari dia berdiri.


" Sayang, kalau makan duduk dong" ucap mama Arin melihat putri nya asik mengunyah makanan dengan berdiri yang hanya di balas cengengesan oleh Arin.


Di kamar, Rafa yang sudah mulai terbangun dari tidur nya membuka perlahan ke dua mata nya yang seketika berubah membulatkan matanya terkejut tak mendapati Arin di samping nya. Buru buru ia turun dari tempat tidur dan membuka pintu kamar mandi namun tak ada Arin di sana dan seketika ia menjadi cemas dan takut lalu berlari kebawah memanggil nama Arin sambil celingukan mengejutkan semua orang yang berada di bawah. Ke dua papa yang menatap heran pada Rafa mulai saling tatap satu sama lain heran dengan tingkah Rafa yang terus mencari cari Arin dengan cemas nya.


" Kenapa fa? " tegur papa Arin heran.


" Arin mana pa? " sahut Rafa gelisah dan meninggalkan ke dua papa tanpa mendengar jawabannya.


" Aku pikir kamu pergi lagi" seru Rafa dengan nada sendu memeluk erat tubuh Arin.

__ADS_1


" Aku di sini yank" jawab Arin dengan mengusap punggung suami nya.


Mama Rafa dan mama Arin yang tak tega melihat kondisi Rafa meminta Arin mengajak suaminya ke ruang tamu dan menenangkan Rafa di sana. Arin dengan pelan melepas pelukan suaminya dan menuntun nya duduk di ruang tamu.


" Kamu jangan kaya gini don yank" seru Arin memegang ke dua pipi Rafa tak tega.


" Aku takut yank, aku bangun kamu engga ada si sisi aku. Aku takut kamu pergi lagi" seru Rafa dengan pandangan turun ke bawah.


Arin merasa sangat sedih dan bersalah melihat kondisi rafa saat ini yang seakan memiliki trauma membuat nya tak tega dan menarik kepala Rafa untuk ia peluk di dada nya. " Aku engga akan kemana mana lagi, aku akan terus di samping kamu yank" seru Arin memeluk suami nya yang masih terlihat khawatir dan takut.


" Aku sayang kamu yank, aku mohon jangan pernah tinggalin aku lagi" pinta Rafa yang tak sengaja menitikkan air mata nya jatuh ke lengan Arin yang memeluk kepala nya.

__ADS_1


Perlahan Arin mengangkat kepala suami nya dan memegang kedua sisi wajah nya lalu mencium hangat kening Rafa lama " Kamu percaya sama aku, aku engga akan pernah tinggalin kamu. Aku dan anak kita butuh kamu, kamu yang ceria biar bisa buat kita bahagia" seru Arin yang tak ingin melihat Rafa seperti ini terus. Arin menarik lengan Rafa dan meletakkan nya di atas perut yang sudah mulai terlihat. Rafa mengelus lembut buah hati yang lama ia nanti di dalam rahim istri nya dan merebahkan kepalanya di pundak Arin yang mulai bersandar di sofa. " Aku mau kita terus sama sama rawat anak anak kita" pinta Rafa sendu mengelus perut Arin.


" Iya sayang" jawab Arin tersenyum dan meletakkan telapak tangannya di atas punggung tangan Rafa yang masih mengelus perut istrinya.


__ADS_2