
Waktu menunjukkan pukul 20.00 malam, Rafa beserta dua sahabat nya bergegas menghampiri Arin yang sedang mengerjakan tugas bersama di ruang tamu Reta.
" Udah, udah cukup udah malam besok lagi" seru Rafa menutup paksa buku buku yang ada di meja membuat semua orang di sana menatap Rafa jengkel.
" Pulang sono semua, udah malam. Emak lo nyariin tuh suruh angkat jemuran" tambah Alex yang juga berusaha membereskan semua yang ada di meja.
" Iya balik sono belum sunat aja malam malam keluar lo pada" seru Adi menambahkan memasukkan buku ke tas mereka masing masing.
Reta, Arin, Angga dan Reno mendengus kesal dengan kelakuan 3 sahabat itu " Udah besok lagi aja deh, rese nih anak bertiga" seru Reno kesal memasukkan semua barang barang nya dalam tas ransel hitam milik nya.
" Apa an sih lo bertiga" tegas Reta yang tak kalah kesal karena tugas mereka yang belum selesai.
Arin yang hanya menghela nafas nya panjang tak mau berkata apa apa lagi karena tahu mereka melakukan itu untuk Arin.
"Besok jangan ajak nih tiga orang gila lagi Rin" seru Reno pada Arin di iringi tatapan ketiga sahabat tak suka.
" Eh berani lo ya, sini lo.. anak mana lo.. " seru Alex nyolot dengan memajukkan pundak nya.
" Anak kampus sama kaya lo" jawab Angga santai.
"Eh berani jawab lo ya, nih cium nih kentut" balas Adi menyodorkan telapak tangan nya yang bau kentut nya karena memang ia tengah kentut tanpa suara namun hanya bau yang keluar.
__ADS_1
" Cih gila bau banget " seru Rafa dan Adi bersamaan di samping Alex mendorong tubuh Alex ke depan.
" Maklum Fa, Di dua hari gue engga ke belakang" jawab Alex cengengesan.
Semua orang yang ada di sana sama sama menutup hidung mereka karena bau dari Alex.
" Busuk banget lo" dengus Angga yang menerima langsung telapak tangan Alex ke hidung nya.
Arin yang juga bau kentut Alex pun berteriak seraya melempar bantal ke arah Alex " Dua kali lo kentutin gue" teriak Arin tak terima yang dengan cepat Rafa duduk di samping Arin memegang kedua bahu Arin dan menenggelamkan wajah Arin di dadanya " Sabar yank, sabar.. " seru Rafa masih menutup hidung nya.
" Gila ya lo Lex ganteng ganteng kentut lo busuk banget" seru Reta menyemprot ruangan tersebut dengan pengharum ruangan.
" Gila bau lo, langsung lahiran tuh Arin" ucap Adi pelan sambil memukul pundak Alex
" Ya sorry kelepasan gue, bayangin aja nih gue kesiksa engga kentut engga ke belakang dua hari" jelas Alex yang malah di timpuk kepala nya oleh Adi dan beralih duduk di samping Rafa yang masih memeluk Arin ke dada nya agar Arin hanya mencium aroma tubuh Rafa.
" Engga usah lo jelasin bego, harus nya lo makasih tuh sama mereka berdua yang udah bikin perut lo longgar" seru Rafa melirik ke arah Alex.
" Gue bunuh lo Lex " teriak Arin yang masih di dekap erat suaminya
" Sabar sayang sabar.. " ucap Rafa mengelus punggung istrinya yang masih jengkel karena Alex yang sudah membuang angin di hadapan nya 2 kali.
__ADS_1
Mereka berempat beranjak pulang dengan Alex yang masih cengengesan menggaruk tengkuknya. Reta yang masih di pintu menunggu Reno dan Angga memakai sepatu langsung berseru ke arah 4 orang yang hendak keluar" Lah pinter lo, tempat gue bau busuk lo main pergi aja" seru Reta
" Dedek Reta mau abang Alex temenin di sini? " goda Alex menaik turunkan kedua alis nya.
" Ogah bau lo busuk" dengus Reta membuat Rafa, Adi dan Arin tertawa terbahak melihat wajah Alex yang di pasang sok sedih.
" Udah ah pulang gue, lo berdua pulang sono" seru Rafa mendorong pundak Adi dan Alex dengan tangan kiri dan yang kanan merangkul pundak Arin.
" Lo ga nyuruh gue mampir Fa? " tanya Adi
" Engga, lo antar nih anak ke toilet umum sono" jawab Rafa mengusap hidung nya.
" Ya udah deh gue balik, gue kubur di toilet nih anak" jawab Adi menyeret tangan Alex untuk pulang.
" Besok ketemu bapak lagi ya nak" teriak Alex membuat Rafa dan Arin bergidik dan tersenyum geli.
" Gue balik ya Ret" pamit Arin memeluk sahabat nya.
" Iya ati ati lo" jawab Reta tersenyum lalu menepuk punggung Rafa pelan mengisyaratkan agar Rafa menjaga Arin meski Reta belum mengetahui kehamilan sahabatnya itu.
Adi, Alex, Reno dan Angga yang lebih dulu pergi bersama meninggalkan apartemen Reta di susul dengan Arin dan Rafa yang juga berjalan menuju lift untuk naik ke apartemen mereka diiringi Rafa yang menenteng tas Arin serta memeluk pundak istrinya dan tangan Arin melingkar lembut di pinggang suami yang setia menjaganya setiap waktu berjalan perlahan menuju lift.
__ADS_1