
Reta, Adi dan Alex yang mulai memasuki apartemen Rafa langsung di suguhi pemandangan Rafa yang manja terhadap Arin.
" Lo berdua ya ada banyak orang disini engga malu apa" dengus Alex kesal yang baru datang harus melihat kedua sahabat nya mulai menunjukkan kasih sayang mereka.
" Biarin, suami gue udah sah" seru Arin langsung mencium lembut bibir Rafa di hadapan ketiga nya.
Alex dengan cepat melepaskan sandal dari kaki kanan nya dan di ambilnya untuk ia lempar ke arah Arin dan Rafa.
" Eh mau apa kamu? " teriak mama Rafa yang melihat Alex geram di cegah oleh Adi.
" Lihat deh tante, gini nih kalau udah bareng kaya dunia milik berdua aja" gerutu Alex kesal.
"Makanya nikah Lex biar bisa gitu" goda Mama Rafa tersenyum.
Rafa yang melihat sahabat nya begitu geram tak menyianyiakan kesempatan untuk menggoda nya.
" Lagi dong yank, yang lama"pinta Rafa manja yang langsung di cium lagi oleh Arin dengan sengaja.
" Lo berdua keterlaluan banget " seru Adi yang ikut jengkel.
" Gila emang lo berdua ya, ada emak lo juga" seru Alex geram melihat sahabat nya tak sungkan melakukan hal itu di depan mama nya.
" Tante malah suka kok lihat mereka gitu, kaya nya tante mau coba ke om ah" seru mama Rafa sambil berlalu meninggalkan senyum nya pada Alex, Adi dan Reta yang melongo melihat reaksi mama Rafa
" Cobain yuk Ret " seru Adi dan Alex bersamaan menghadap Reta yang ada di antar mereka.
__ADS_1
Reta hanya bergidik dan pergi meninggalkan Adi dan Alex di pintu untuk menuju ke dapur melihat ke dua mama yang telah selesai dengan masak nya.
" Coba sama lo aja yuk di" seru Alex memonyongkan bibir ke arah Adi yang langsung di tinggalnya pergi dengan bergidik jijik lalu duduk di sifa sebelah Arin yang tertawa bersama suami nya.
" Eh bocah, gue mau nanya sama lo tapi jangan marah ya lo. Sebenarnya gue nahan nih mau nanya dari kita di kafe waktu dulu ada si... " seru Alex yang langsung di pelototi Adi agar tak menyebut nama Kania di hadapan Rafa dan Arin.
" Ah itu lah pokok nya. boleh gak gue nanya? " tambah Alex melanjutkan perkataannya dan duduk di samping Rafa.
"Nanya aja Lex" jawab Arin singkat
" Maaf nih, maaf loh ya. Lo gendutan ya Rin? badan lo bulat banget kaya bola" seru Alex yang memang melihat Arin sedikit gemuk waktu di kafe sebelum Kania datang.
Arin hanya mengerutkan Alis nya karena tak merasakan jika dia gendut. " Masa sih? emang aku gendut yank? " tanya Arin masih tak yakin.
" Iya Lo gendut sekarang Rin kebanyakan makan lo" tambah Adi.
Sampai nya di kamar tamu Arin langsung memperhatikan setiap inci bagian wajah dan tubuh nya yang tanpa ia sadari suami nya sudah berdiri di pintu. Perlahan Rafa mengunci pintu dari dalam dan melangkah ke arah Arin yang masih memperhatikan bentuk wajah dan tubuh nya. Rafa memeluk Arin dari belakang sambil tersenyum " Kamu kan hamil yank, jadi kalau kamu gendut itu wajar sayang" ucap Rafa sambil menatap Arin dari cermin di hadapannya.
" Ya ampun yank, muka aku bulat banget. Kamu lihat deh badan aku yank bisa kaya gini ya" seru Arin heran karena ia tak pernah memperhatikan bentuk tubuh nya selama ini. " kamu engga jijik gitu lihat aku kaya gini yank? " tanya Arin yang takut Rafa tak ingin melihat nya dengan tubuh gemuk.
" Istri aku lucu banget sih. Ya engga lah yank, kamu gemuk karena kamu hamil anak kita kan? justru yang ada aku tambah cinta sama kamu yank. Lagian juga aku engga peduli gimana kamu yang penting kamu terus sama aku itu udah cukup" jelas Rafa membuat Arin tersenyum.
" Ya udah yuk aku lapar" ajak Arin untuk keluar makan siang bersama yang lain nya.
Betapa terkejutnya Rafa dan Arin saat membuka pintu kamar tamu mendapati Adi dan Alex yang langsung jatuh tengkurap di hadapan mereka.
__ADS_1
" Lo berdua nguping ya? "teriak Arin membuat Rafa tersenyum karena memang sangat tahu kebiasaan dua sahabat nya yang selalu menguping ketika ia dan Arin satu ruangan tertutup, namun Arin baru mengetahui hal itu.
Adi dan Alex hanya cengengesan menatap wajah Arin dari bawah membuat mereka terlihat sangat bodoh. Arin lalu melewati Adi dan Alex menuju meja makan meninggalkan suami dan dua sahabat nya yang memliki rasa ingin tahu yang tinggi.
" Bego lo berdua " seru Rafa cekikikan dan berlalu mengikuti Arin ke meja makan karena sudah di tunggu orang tua mereka dan Reta di sana yang dengan cepat Adi dan Alex berlari menyusul.
Mereka pun memulai acara makan siang mereka merayakan kembali nya Arin dan Rafa kembali.
" Om engga datang ma? " tanya Arin karena tak mendapati om nya di sana
" Engga, tadi om kamu telfon katanya ada tugas ke luar kota siang ini" jelas mama Arin.
" Ooo... " singkat Arin. " Ini engga ada sambel terasi ma? tanya Arin lagi sambil melihat ke arah meja makan yang penuh makanan.
" Engga, kam suami kamu engga suka bau terasi nak" jelas mama Arin menatap wajah kecewa Arin.
" Padahal aku pengen banget makan sambel terasi ma" seru Arin kecewa sambil mengecap mulut kosongnya lalu menelan ludah membayangkan sambal terasi dan mengusap perut nya.
Rafa yang tak tega melihat wajah kecewa Arin yang duduk di samping nya meminta mertua nya untuk membuatkan keinginan istri dan anak nya.
" Engga apa ma buatin aja yang Arin mau, Rafa bisa makan di kamar" ucap Rafa tersenyum
" Engga usah yank" seru Arin
" Kamu pengen yank, kasihan nanti ngiler" seru Rafa sambil mengelus perut Arin di bawah meja.
__ADS_1
" Makasih ya sayang" ucap Arin tersenyum