SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 11


__ADS_3

Pukul 09.00 tepat nya dimana hari H resepsi pernikahan Arin dan Rafa. Adi dan Alex tiba di rumah Rafa untuk membantu sahabatnya mempersiapkan diri untuk acara resepsi nanti malam. Seharusnya mereka datang sore hari namun karena mama Rafa menelfon Adi jika Rafa sama sekali tidak keluar kamar dari hari mereka mengerjai Rafa, dan merasa agak khawatir takut jika Rafa tidak mau menghadiri acara resepsinya hanya karena sengaja di kerjai mereka hari itu makanya mama Rafa meminta mereka menjelaskan dulu pada Rafa dan datang lebih awal.


" Pagi tante, om " sapa Adi dan Alex yang mulai memasuki rumah Rafa dan terdapat banyak saudara saudara Rafa yang datang dari jauh di sana. Mereka langsung mencium tangan mama dan papa Rafa serta berjabat tangan dengan lain nya seraya memperkenalkan diri.


" Pagi nak, kamu lihat Rafa ya dia di atas. Tante coba panggil dia engga mau keluar dari kemarin lusa " seru mama Rafa dengan memegang pundak Adi khawatir.


" Maaf tante, kita keterlaluan kerjain Rafa " seru Alex menyesal karena tidak mengira sahabatnya akan seperti ini.


" Engga nak, tante tahu kalian cuma ingin resepsi mereka menjadi tempat mereka meluapkan perasaan mereka makanya berbuat begitu. Kalau berhasil tante malah terimakasih sama kalian " jelas mama Rafa pada Adi dan Alex dengan senyum cantik.


" Kita lihat Rafa dulu ya tan " pamit Adi dan Alex yang langsung di angguki oleh mama Rafa


Adi dan Alex pun menaiki satu persatu anak tangga dengan perasaan khawatir takut jika sahabat nya melakukan hal yang aneh aneh.


" Lo sih Lex, tau sendiri Rafa kaya gimana sama Arin malah kerjain sampai gitu. Kalau ternyata dia gantung diri gimana" gerutu Adi sedikit kesal.


" Lah lo juga ikutan bocah, kok jadi gue yang salah. Lagian otak lo, engga mungkin banget tuh anak bunuh diri ilangin tampang ganteng kebanggaan nya dari dunia persilatan ini " jawab Alex dengan penuh keyakinan.


" Becanda lagi lo, udah buruan " seru Adi sambil mendorong punggung Alex agar cepat naik ke atas".


Sesampai nya di depan kamar Rafa Adi dan Alex mulai mengetuk pintu kamar berwarna coklat tinggi di hadapan mereka.


" Fa, buka fa nih gue sama Adi. Lo masih hidup kan fa " seru Alex dari balik pintu yang langsung di pukul lengan nya oleh Adi.


"Sakit bocah" gerutu Alex dan hanya di tatap jengah oleh Adi.

__ADS_1


" Fa, buka dong.. Jamuran gue fa lama lama di sini " seru Adi yang juga di balas pukulan di lengan nya oleh Alex hingga meringis kesakitan


" Ngatain orang aja gila, lo sendiri edan" gerutu Alex yang memang selalu di bilang gila oleh Adi karena tingkah konyol yang sering dilakukan.


**Ceklek...( anggap aja buka pintu ya.. haha)


Terdengar pintu kamar Rafa yang terbuka sedikit dengan wajah Rafa mengintip dari balik pintu dengan sayu yang terhias dua mata panda besar serta rambut berantakan yang menatap Adi dan Alex tanpa ekspresi di sela pintu yang terbuka kecil. Adi dan Alex langsung terperanjat kaget hingga Alex melompat ke gendongan Adi.


" Ha... hantu di, hantu.." seru Alex ketakutan bersembunyi di pundak Adi.


Adi pun berkomat kamit dengan mata terpejam " Permisi mbah, om, tante, buyut kita cuma lewat " gumam Adi yang langsung berbalik dan berlari pergi dari depan kamar Rafa bersamaan dengan Alex.


" Woi " teriak Rafa kencang yang membuat Adi dan Alex berhenti langsung berjongkok di tempat dengan ke dua tangan melebar di atas kepala.


" Ampun, pak hantu saya cuma ma lewat " gumam Alex ketakutan dengan memejamkan mata.


Rafa langsung menghampiri dua sahabat nya itu dan menarik bagian leher belakang kaos mereka.


" Gila lo berdua, masa iya gue lo bilang hantu, mbah lagi.. engga bisa lebih bagus dikit apa" ucap Rafa jengkel.


Mendengar suara Rafa, mereka pun menoleh ke arah Rafa bersamaan dan terkejut lagi melihat Rafa dari bawah terlihat lebih menyeramkan karena rambut atas Rafa yang sedikit panjang menutupi bagian separuh mata nya ketika menunduk. Adi dan Alex langsung tersungkur dari posisi jongkok saking terkejutnya.


" Lo rafa kan? " tanya Adi memastikan dengan mata membulat ketakutan, sedangkan Alex masih terus menatap memastikan itu Rafa apa bukan dengan mengintip kebawah dengan gemetar.


" Iya gue Rafa bukan hantu. Bego lo berdua " seru Rafa sinis dan meninggalkan kedua sahabat nya untuk kembali ke kamar.

__ADS_1


Adi dan Alex pun bernafas lega, lalu mulai mencoba berdiri dengan sisa kaki gemetar mereka mengikuti Rafa ke kamar.


Rafa yang sudah meletakkan tubuh nya di atas kasur dengan posisi miring merangkul guling pun hanya diam dengan tatapan kosong. Adi dan Alex yang melihat merasa tidak tega dan saling sikut.


" Fa, muka lo ancur banget. Lo mau hadir ke resepsi nikahan lo sama muka kaya gini? Yang ada bini lo sama semua tamu lari dikira lo mayat hidup " celetuk Alex yang mulai duduk di sofa kamar Rafa di dekat pintu.


" Lagian gimana cerita nya tuh muka jadi serem gitu fa " timpa Adi yang juga duduk di sebelah Alex.


Rafa hanya diam tanpa menghiraukan perkataan dua sahabat nya, kemudian Alex beranjak dari duduk nya menuju tempat tidur Rafa dan merebahkan diri di samping Rafa.


" Ampun, gila bau lo fa " seru Alex yang langsung menendang tubuh Rafa yang membelakangi nya hingga tersungkur ke lantai yang membuat Adi reflex berdiri dan menolong Rafa


" Gila lo, mau bunuh orang engga usah tanggung, gorok aja sekalian " seru Adi sambil membantu Rafa berdiri.


" Sorry, sorry refleks gue fa " seru Alex yang ikut membantu Rafa berdiri


" Emang busuk banget bau lo fa " ucap Adi sambil mendudukkan Rafa di atas ranjang.


" Benar kan bau " seru Alex


" Gue engga mandi dari kemaren lusa, kalau gue wangi aneh " seru Rafa lemas yang membuat Adi dan Alex saling tatap.


" Mandi sono lo, bau banget engga tahan gue " ucap Alex sambil menutup hidung nya dengan baju namun Rafa tak bergeming yang langsung di paksa Adi dan Alex ke kamar mandi lalu di guyur di bawah shower.


" Gila lo berdua, dingin tau" geram Rafa di kamar mandi yang mulai di tutup pintu nya oleh dua sahabat nya sambil bergidik jijik.

__ADS_1


" Gila tuh anak, biasa nya wangi ganteng, seger sekarang bisa kaya jemuran apek di buang " ucap Adi sambil bergidik.


" Tau gitu tadi gue foto terus gue kirim ke Arin tadi " saut Alex terkikik.


__ADS_2