SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 138


__ADS_3

Seusai mandi, Rafa sudah keluar dan duduk mendekati istrinya merebahkan kepala. Di sofa kamar, Arin sudah duduk merapikan beberapa pakaian putranya.


" Yank, ngantuk " manja Rafa di pundak istrinya.


" Tidur yank " sahut Arin sekenanya tetap melipat pakaian Alka.


" Ya tau yank kalau ngantuk tidur, masa iya Aku ngantuk mesti makan. Aku kangen mau tidur sama Kamu " jawab Rafa melingkarkan tangan pada perut istrinya manja.


" Bentar yank, kurang dikit nih. Kalau nunggu besok besok malah malas udah numpuk " sahut Arin menyelesaikan beberapa potong pakaian Alka yang tersisa.


" Kamu engga capek yank? Kita pakai pembantu aja yank, Aku kasihan lihat Kmu nyuci baju, masak, bersih bersih, urus Alka belum juga lainnya " panjang lebar Rafa tetap. melingkarkan tangan manja.


" Aku suka " senyum Arin ke arah suaminya.


Mengerjakan segalanya sendiri, dengan segala kesibukan berjualan membuat Rafa terkadang kepikiran akan kondisi istrinya. Sebisa mungkin. Rafa selalu membantu setiap pekerjaan istrinya, namun saat tak ada di rumah dan terpaksa ke luar Kota, Ia tak bisa lagi membayangkan akan kerepotan istri tercintanya itu.


Beberapa pakaian yang di cucinya tadi, sudah terlipat rapi di atas meja dan tinggal meletakkan di dalam almari Alka. Rafa meminta istrinya untuk duduk saja dan meletakkan semua pakaian anaknya sendiri. Setelah semuanya rapi, Rafa mengangkat tubuh istrinya dan mengajaknya tidur bersama.


" Kangen banget sama Kamu " peluk Rafa erat pada istrinya.


" Aku juga kngen banget sama Kamu yank " ucap Arin makin mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


" Bikin Adik? " tanya Rafa menggoda.


" Engga usah di jadiin " sahut Arin tersenyum.


" Hajar? "tambah kembali Rafa menyeringai.


" Lanjutkan " jawab Arin juga menyeringai dengan wajah mendekat.


Arin memberikan sebuh ciuman hangat pada bibir suaminya, berubah perlahan menjadi memanas. Keduanya sling menikmati bibir dan melanjutkan kegiatan yang sudah lama di rindukan. Hubungan dalam kerinduan, menambah sebuah kenikmatan di antara kedua orang yang sengaja diberikan waktu bersama oleh Mama Arin itu.


Sedangkan Yessi yang baru tiba di rumah, langsung menyegarkan dirinya bergantian dengan Adi yang menunggu di luar, melepas semua pakaian berbau keringat masih melekat pada tubuhnya. Duduk sendiri di tepu ranjang, menunggu hingga istrinya selesai mandi. Ia menyiapkan semdiri pakaiannya, dan meletakkan di samoing dirinya duduk.


Hampir satu jam berada di kamar mandi, Adi melangkah keluar dan mendapati Yessi sudah tidur. Ia pun menarik selimut dan tidur di samping istrinya, namun dengan jarak tersisa cukup lebar karena keduanya sama sama tidur di ujung. Merasakan kehadiran Adi, Yessi membuka mata yang tadi sudah Ia pejamkan. Menoleh ke arah laki laki yang memunggungi dirinya.


" Kenapa engga pernah cerita apapun sih Di? " tanya Yessi tiba tiba.


" Engga ada yang harus Gue ceritain, dan Gue juga engga suka Lo cari tahu kaya gitu " santai Adi dengan mata terpejam tetap memunggungi Yessi.


" Kamu masih suka? Kamu mau sama Arin " tanya Yessi lagi.


" Gue udah nikah sama Lo, semua yang Gue rasain ke Arin udah engga ada artinya. Kalaupun emang Gue mau buat ngejar Dia pasti udah dari dulu Gue lakuin, yang penting sekarang Gue udah nikah sama Lo dan jalani pernikahan ini " panjang lebar Adi menjawab tetap dalam posisi nyamannya.

__ADS_1


" Gue engga mau Kamu terpaksa jalani ini Di, Aku ngerasa cuma jadi pelampiasan Kamu aja sekarang " ucap Yessi mengungkapkan isi hati.


" Lo kalau terus mikir macem macem yang sakit Lo sendiri, mendingan sekarang Lo tidur. Gue udah capek banget habis perjalanan jauh, dan Gue mau tidur " ucap Adi memang merasa amat lelah pada tubuhnya.


" Apa engga bisa perasaan itu ilang Di? apa engga bisa Kamu lupain perasaan Kamu ke Arin? " tanya kembali Yessi, langsung membuat Adi berbalik badan kesal.


" Lo pikir Gue engga nyoba apa?! Gue udah nyoba sekuat tenaga Gue! bahkan setelah nikah sama Lo, Gue udah engga pernah ketemu sama Dia! Lo tadi juga tahu, Gue engga deket deket sama Dia kaya biasanya. cuma buat jaga perasaan Lo! Lo ngerti gak sih Gue lagi capek banget sekarang?! Gue mau istirahat jadi cukup buat semua pertanyaan Lo! " kesal Adi menatap ke arah Yessi.


" Maaf " sendu Yessi lirih.


Dengan kesal dan membuang napas kesal, Adi kasar menarik selimut menutupi dirinya kembali memunggungi Yessi. Memang semenjak tiba di apatemen Rafa tadi, Adi bersikap tak seperti biasa yang selalu bercanda dengan Arin, karena menjaga perasaan Yessim Bahkan Adi rela berdiam diri di ruang tamu sendiri menikmati kopi, sampai Arin memanggil untuk makan.


Yessi sendiri tak menyalahkan perasaan yang ada dalam diri Adi, karena memang tak bis untuk dirinya mengubah perasaan itu dengan cepatm Namun Ia tetap berharap dengan berjalannya waktu, Adi bisa perlahan lepas dari perasaannnya pada Arin dan menerima dirinya sepenuhnya.


Adi yang memang tengah sangat lelah pada punggungnya, karena terlalu lama duduk memilih untuk lebih dulu tidur. Sedangkan Yessi tetap terjaga dengan semua pemikirannya. Tak mau hubungan baru seumur jagung itu kandas begitu saja, Yessi mencoba menerima dan bersabar menghadapi Adi.


Memang tak mudah bagi Adi cepat melupakan Arin, walau Ia sendiri sudah menikah. Paling tidak dirinya sudah berusaha sebaik mungkin untuk bisa melupakan Arin dan menjalani pernikahannya. Rasa kecewa tetap menghampiri kuat batin Adi akan Yessi yang lebih memilih bertanya pada Mamanya dari pada dirinya. Bahkan harus tahu hal itu dari Mamanya sendiri, bukan Yessi yang mengatakan telah bertanya.


Mama Adi pun sempat memarahi putra semata wayangnya itu, akn apa yang terjadi. Akan segala kecurigaan Yessi dan pertanyaan tiba tiba yang membuatnya terkejut. Seorang Ibu yang tak ingin kejadian Alex juga menimpa keluarga putranya itu, meminta baik baik pada Adi agar melupakan Arin sepenuhnyam Ia tak menuntut cepat putranya melupakan Arin, karena Ia sendiri memahami seberapa besar cinta Adi pada Arin.


Bahkan ketika pertama kali tahu Arin telah menikah dengan Rafa, hanya Mamanya yang menemani kehancurannya. Sedngkan Adi selalu sukses menutupi keadaan dirinya juga perasaannya dari Rafa ataupun Alex.

__ADS_1


__ADS_2