SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
Episode 127


__ADS_3

Terlihat Yessy juga keluarganya mulai memasuki masjid, dimana sudah ada Adi melongo menatapnya. Langkah anggun dalam balutan kebaya putih serta riasan nude, sengaja dipilih keluarga Yessy agar tak terlalu berlebihan juga tua pada wajah cantik putri mereka.


Mulut terbuka lebar dengan mata membulat hebat ditunjukkan Adi tanpa sadar. Pria sudah mendampingi di sisi putranya nya itu mengatupkan paksa mulut Adi, sambil tersenyum paksa ke arah penghulu di hadapan putranya. Alex dan rafa hanya mampu mengatupkan bibir mereka seraya menunduk menahan tawa seolah siap pecah saat itu juga.


Senyum dalam wajah gugup namun bahagia, di berikan pada calon suaminya. Cepat Adi menelan lludahnya kasar begitu melihat Yessy dari dekat, dan mulai duduk di sampingnya. Jantungnya tak henti berdebar dan siao melompat berkeliaran dalam masjid di penuhi keluarga juga sahabat dekat itu.


" Sudah siap ?" tanya penghulu pada Adi yang masih memperhatikan Yessy.


" Sudah siap ?" tanya kembali penghulu pada laki laki masih tak mau berpaling itu, dan di sadarkan oleh Alex juga Rafa cepat dengan mendorong bersama tubuh sahabatnya dari belakang.


" Gila Lo berdua! bunuh aja sekalian! " jengkel Adi seraya sedikit berteriak kecil ketika tubuhnya membentur meja di hadapannya, menggelakkan tawa satu masjid begitu juga sang penghulu.


" Ditanyain penghulu tuh, ngelamun aja Lo " ucap Rafa lirih ke arah sahabatnya.


" Tau nih bocah " gerutu Alex lirih.


Cepat Adi menoleh ke arah penghulu memasang wajah penuh tanya, dan hanya di balas senyuman oleh penghulu berkumis di hadapannya.


" Nanya apa ya ?" tanya Adi bodoh ke arah penghulu, kembali di tertawakan karena suara sudah terdengar jelas oleh seluruh orang dalam masjid.


Arin yang tak mampu menahan tawanya, terbahak begitu saja mendengar pertanyaan bodoh Adi. Rafa dan Alex langsung menoleh pada Arin yang sampai mengeluarkan air mata karena tawa sembari tetap memangku Alka. Alex dan Rafa pun ikut terbahak bersama, dan segera di hampiri oleh Mama Rafa memperingatkan ketiganya.

__ADS_1


Cubitan pedas di layangkan Mama Rafa pada putranya juga Alex yang langsung mengusap perut mereka, dan kembali duduk menghadap depan. Namun tawa masih tak bisa di hentikan keduanya meski bibir sudah terkatup. Arin yang melihat mertuanya datang pun langsung diam, mengusap air matanya sendiri, tapi tetap juga tak mampu menahan tawanya hingga Alka di raih oleh mertuanya.


Arin menutup paksa mulutnya dengan tangan, karena mertuanya menjaga di sampingnya. Tak mau Rafa, Alex ataupun Arin membuat keributan, sengaja Mama Rafa tak kembali ketempatnya tadi duduk. Suasana seharusnya sakral berubah menjadi lelucon hanya karena Adi sendiri tak bisa fokus.


" Mas Adi sudah siap?, kalau sudah bisa Kita mulai sekarang ijab qabulnya ?" tanya kembali penghulu usai berdeham mengembalikan fokusnya, setelah ikut tertawa tadi.


" Siap! " tegas Adi penuh percaya diri.


Tangan mulai di jabat penghulu untuk meminang gadis yang tadi juga sempat menertawakan calon suaminya itu. Napas di ambil dalam oleh Adi sesuai apa yang di sarankan oleh Rafa. Suasana tadi gaduh karena tawa, kini sudah berubah hening dan hanya terdengar suara penghulu.


" SAH " mantap Adi ketika tangan penghulu mulai menghentakkan tangannya, kembali mengundang tawa semuanya.


" Hey belum! " teriak Rafa da Alex seketika bersamaan memprotes sahabatnya.


" Lah udah serius Pa, Aku juga engga tahu kenapa malah di ketawain " bodoh Adi menjawab ke arah Papanya.


" Eh bekicot, yang bilang sah bukan ente. Ente tinggal jawab penghulunya " bisik lirih Rafa di balik tubuh sahabatnya.


" Tau nih udang rebon, Lo tinggal ngomong yang Lo hapal tadi kagak usah ngomong sah bukan bagian Lo " bisik Alex menambahkan.


" Oh oke, oke, ulang lagi deh " sahut Adi menganggukkan kepala.

__ADS_1


Penghulu meneguk sedikit air putih karena gerah sendiri dengan pernikahan yang baru kali pertama Ia lihat. Terbiasa akan suarana haru, namun kali ini harus melihat acara lawakan dalam pernikahan. Di belakang, Arin tak bisa tertawa lepas karena segan akan adanya mertua. Sementara Yessy yang tadi gugup, seketika tersenyum sendiri akan kekonyolan pernikahannya sendiri.


Mencoba konsentrasi, Adi kembali menarik napas dalam dan memulai kembali acara ijab qabulnya dengan memasang wajah serius. Dua kali mengulang karena grogi, akhirnya terdengar kata sah yang melegakan hati semua orang dalam masjid. Termasuk Adi juga Yessy.


" Sekarang, Mba Yessy cium tangan suaminya dan mas Adi boleh mencium kening istrinya " ucap penghulu ke arah keduanya, mengembangkan senyum Adi.


" Siap Pak " sahut Adi mengubah posisi ke arah Yessy dan siap di cium tangannya.


" Aduh, deg degan Gue " batin Adi ketika tangannya di cium oleh Yessy dan mengambil napas lagi untuk mencium kening gadis dengan senyum di hadapannya.


" Eh, udah! " tarik Rafa dan Alex pada pundak Adi yang hendak memindahkan bibir ke bibir Yessy.


" Lah udah sah, di film film kaya begitu! " protes Adi ke arah dua sahabatnya megembangkan senyum Yessi malu.


" Tahan Di " seru keluarga Adi di belakang sambil menertawakan kembali.


" Itu untuk nanti ya " goda penghulu, membuat Adi menggaruk tengkuknya sambil tersenyum malu.


" Anak Papa bikin malu aja " gumam lirih Mama Adi pada suaminya yang menahan untuk tertawa.


" Ayah punya menantu konyol kaya gitu, bisa muda terus Kita " bisik bunda Yessy pada suaminya yang juga tersenyum.

__ADS_1


Akan nikah berhasil di lalui Adi walau dengan kebodohan dalam dirinya sendiri. Tapi Ia bangga akan dirinya yang bisa menyebut nama Yessy dengan lancar, walau salah dalam pengucapan pertama karena menggunakan nama belakang Arin sebagai orang yang akan di nikahi, dan hanya di tertawakan Rafa juga Alex yang mengetahui. Tapi untung saja Yessy tak mengerti nama lengkap dari gadis yang sempat terkejut saat nama belakangnya di sebut.


Usai acara ijab qabul, mereka melanjutkan dengan acara pengambilan foto bergantian sebelum menuju hotel melangsungkan acara resepsi yang akan langsung di adakan hari ini juga. Karena memang Papa Adi tak bisa meninggalkan pekerjaannya terlalu lama, dan Adi juga tak mau terlalu ribet mengurus berulang semuanya.


__ADS_2