
" Mau Ayah bantuin? Ayah tahu loh tempatnya " goda Rafa pada putranya ketika melakukan IMD di atas dada Arin yang membuat Arin tersenyum dalam haru mendekap anaknya untuk pertama kali.
" Bakal rebutan sama Aku yank " tambah Rafa berbisik menggoda istrinya lalu mencium pipi Arin.
Arin hanya membalas godaan suaminya dengan tersenyum karena tenaga yang terkuras habis untuk melahirkan buah hati mereka, membuatnya tak mampu untuk berkata kata.
Sore harinya Arin sudah dipindahkan ke kamar rawat dengan mertua dan juga mama nya yang mendampingi Arin dan Rafa karena suami mereka yang sedang perjalanan dari luar kota untuk urusan pekerjaan. Sementara Alex, Adi dan Reta belum mengetahui jika Arin telah melahirkan dan sengaja tak diberitahu dulu agar Arin bisa beristirahat usai mengeluarkan tenaga begitu banyak. Karena jika sahabatnya sudah datang pastinya akan membuat ribut ruangan yang membuat Arin tak bisa beristirahat.
" Selamat ya sayang, Kamu sudah jadi orang tua sekarang " lirih mama Arin dan mama Rafa memeluk tubuh Rafa yang setia menemani istrinya tidur di ranjang.
" Makasih ma " jawab Rafa dengan senyum bahagia nya.
Rafa yang masih setia memegang tangan Arin yang terlelap berjanji dalam hatinya akan selalu menjaga dan mencintai Arin juga anak mereka hingga ajal menjemputnya kelak. Ia mengingat bagaimana perjuangan Arin untuk melahirkan putra mereka semakin membuatnya sangat mencintai istrinya dan tak pernah ingin terpisah sedikitpun dari Arin dan juga putra nya.
Setelah tidur selama tiga jam, Arin sengaja di bangunkan karena waktunya memberi ASI untuk putra nya yang sudah dibawa perawat ke ruangan Arin. Dengan bantuan perawat, tangan Arin yang masih kikuk menggendong putranya di ganjal dengan bantal di bawah tubuh anak nya yang di tunggu oleh Rafa di samping Arin, sementara kedua mama keluar untuk membelikan baju ganti Arin karena tertinggal di dalam mobil Rafa.
" Kenapa sayang? " tanya Rafa melihat istrinya meringis ketika memberikan ASI pada putranya.
" Sakit yank " rintih Arin ketika lidah kasar putranya mulai berusaha mengeluarkan ASI dengan kuat.
" Kalau Aku yang gitu Kamu sakit juga yank? " goda Rafa terkekeh di samping Arin.
" Kalau Kamu sih enak yank " sahut Arin tersenyum kearah suami genitnya yang terus saja menggoda dirinya.
" Kuat banget yank dia kalau minum " seru Rafa melihat anak nya menghisap dengan begitu kuat hingga mengeluarkan suara dari bibir mungilnya.
__ADS_1
" Jangan lihatin terus yank " seru Arin yang paham jika suaminya tak pernah bisa tahan ketika melihat dadanya yang terbuka.
" Aku engga pengen yank, gila aja masa Kamu habis lahiran Aku udah pengen aja " gerutu Rafa memasang muka jengah di samping Arin.
" Masa? Bukannya Kamu engga pernah tahan ya tiap kali lihat ini " seru Arin tak percaya dengan mengarahkan pandangannya ke dadanya.
" Engga yank, beneran " kilah Rafa masih duduk di samping Arin memperhatikan wajah merah putranya.
" Itu " seru Arin menyentuh titik sensitif Rafa yang keras dan memukulnya pelan.
" Yank ih, mesum Kamu " protes Rafa tersenyum karena memang merasakan bawahnya melonjak ketika Arin mulai memberikan ASI putranya hingga menampakkan gundukan Arin yang terlihat sangat besar.
" Kamu yang mesum. Tuh sayang lihat Ayah Kamu tuh, masa Bunda lagi sakit malah kaya gitu " ucap Arin memandangi putranya yang masih terus minum dan menggodanya dengan senyuman.
" Bunda yang mau sayang, bukan Ayah. Kan tadi Bunda yang pegang pegang bukan Ayah " sahut Rafa tak mau kalah dari istrinya dengan senyum melebar di wajah tampan yang selalu tersirat kebahagiaan.
" Love you " seru Rafa tersenyum ke arah istrinya.
" Aku sekarang cintanya sama anak aku dong engga sama kamu lagi, udah bosen kamu udah tua. Masa aku cinta sama bapak bapak, cari yang muda dong habis ini" goda Arin tersenyum.
" Jahat" gumam Rafa pelan membuat Arin tersenyum.
" Kamu juga emak emak yank, emak emak bawel habis ini" tambah Rafa terkekeh.
" Emak emak cantik dong sayang, bentar lagi Aku udah engga gendut lagi terus cantik lagi deh banyak yang naksir pastinya" seru Arin dengan bangga.
__ADS_1
" Coba aja berani Kamu tebar pesona, Aku bikin hamil lagi Kamu " sahut Rafa jengah mendengar perkataan istrinya.
" Enak aja, emang Aku kucing suruh hamil mulu " gerutu Arin sambil menunduk memperhatikan putra nya.
" Biarin, biar Kamu engga bisa tebar pesona. Kamu itu punya Aku sama anak kita udah engga ada lainnya lagi. Enak aja bentar lagi cantik mau cari yang baru " sahut Rafa cemberut.
" Atasi Adi aja belum bisa udah mau nambah lagi yang suka sama Kamu " batin Rafa yang masih selalu kepikiran Adi.
" Ih mulut Kamu, udah kaya jalan tol " gumam Arin mencubit gemas bibir monyong Rafa seperti orang yang mau makan nasi dengan tangan.
Kedua mama yang telah tiba langsung menghampiri Arin di atas ranjang masih menggendong putranya usai menyusui dengan Rafa yang terus mengusap pipi putra nya dengan jari telunjuknya.
" Cucu nenek " seru kedua mama bersamaan dengan menggeser paksa tubuh Rafa yang sudah berpindah membungkuk di hadapan Arin begitu mereka datang.
" Sakit ma " pekik Rafa karena tubuhnya mengenai meja kecil di samping ranjang istrinya.
Arin hanya tertawa melihat suaminya terhempas begitu saja karena dorongan dari mamanya. Dengan mendengus kesal dan memegangi lengan nya Rafa beralih duduk di samping Arin.
" Mandi sana, bau Kamu. Kasihan anak Kamu nih " seru mama Rafa pelan sambil melotot ke arah Rafa yang menekuk wajah manja meletakkan kepala di bahu Arin.
" Aku engga bawa ganti ma, engga ada perlengkapan mandi juga " sahut Rafa yang tak ingin meninggalkan anak dan istrinya.
" Udah mama beliin, mandi sana " tambah Mama Rafa yang melotot ke arah putranya.
" Mama ih nyebelin " gerutu Rafa terpaksa turun dari ranjang dan mengambil baju serta perlengkapan mandi yang dibelikan mama nya.
__ADS_1
Mama Arin yang menggendong cucunya hanya tersenyum melihat tingkah menantunya yang selalu terlihat lucu ketika berhadapan dengan mamanya.