
" Lebih baik Mama kembali ke rumah Nenek, kasihan Nenek di rumah sendirian " lembut Arin pada Mamanua.
" lagian rafa juga udah siuman Ma " tambah kembali Ibu muda yang masih di dekat suaminya itu.
" Ya udah, tapi kalau ada apa apa langsung hubungi Mama ya " sahut Mama Arin tersenyum.
" Sini Alka sama Nenek, biar Bunda nemenin Ayah " ucap Mama Rafa meraih tubuh cucunya.
" Makasih ya Ma " tulus Arin menatap ke arah kedua wanita di hadapannya bergantian dengan tersenyum.
" Alka sama Nenek dulu ya, Bunda jaga Ayah biar Ayah cepat sembuh " lembut Arin di hadapan wajah putra gemuknya.
Dengan berat hati juga tak tega, Arin melepaskan putra gemuknya dengan Mama juga Mama mertuanya. Kedua wanita masih sama sama cantik dengan tubuh bagus tersebut, mencium kening Arin, Rafa, Adi dan Alex bergantian lalu keluar ruangan dengan tubuh Alka di gendong oleh Mama Rafa.
" Lo berdua balik juga sana, Lo juga kan mau nikah " ucap Arin ke arah dua sahabatnya.
" Ogah, Gue engga mau nikah kalau Lo berdua engga datang " celetuk Adi mantap di angguki oleh Alex.
" Tapi Gue penasaran deh, Lo kenapa sih fa tadi bangun bangu kaya gitu ? kaget tahu gak gue " tanya Adi penasaran.
Rafa teremenung sejenak, dan meraih tubuh istrinya untuk memintanya duduk di atas ranjang, Rafa tak ingin sedikitpun jauh dari istri yang sudah sangat dicintainya dari dulu. Tingkah Rafa makin membat ketiganya penasaran dengan wajah penuh tanya masing masing.
" Gue mimpi bini Gue meninggal, nyata banget. Sampai sekarang Gue masih takut sama itu semua, benar benar kaya terjadi dan Gue lihat sendiri bini Gue di kelilingi sama banyak orang ngaji. Lo berdua sama bokap juga bokap mertua, makamin bini Gue " sendu Rafa meletakkan kepala bersandar pada pelukan iistrnya.
" Terus, Kamu nikah lagi yank ?" celetuk Arin penasaran.
" Ampun yank, suami masih ketakutan sempat banget nanya kaya gitu. Aku engga akan pernah nikah lagi biarpun Kamu udah engga ada, tapi Aku berharapnya Aku yang lebih dulu pergi dari pada Kamu. Aku engga akan sanggup hidup tanpa Kamu yank " tulus Rafa di tepuk lirih pahanya oleh Alex dan Adi bersamaan.
" Kagak ada yang bakal pergi dari Kita, kalaupun ada, Gue yang bakal pergi dulu terus sisa umur Gue buat Lo semua " celetuk Adi berkaca kaca.
" Apa an sih Lo Di ngomongnya, engga lucu tahu gak " protes Rafa jengkel.
Alex tanpa mengatakan apapun, dengan menahan air mata langsung memeluk ketiganya bersamaan. Tak ada yang sanggup untuk terpisah satu sama lain, karena kedekatan hubungan mereka. Bahkan sama sama saling berebut untuk memberikan sisa usia mereka untuk sahabat mereka.
__ADS_1
" Yank " lirih Arin masih di peluk bersama dengan diua sahabat juga suaminya.
" Hm ?" sendu Rafa menjawab.
" Mimpi nya di ulang lagi deh yank, Aku penasaran Kamu nikah lagi apa gak di mimpi Kamu " celetuk Arin, langsung membuyarkan keharuan semua dalam ruangan tersebut dan cepat melepas peluakan kebersamaan mereka.
" Hm, kambuh nih gila nya " gumam Alex menggelengkan kepala ke arah Arin.
" Ya, Gue penasaran aja kali Lex. Siapa tahu laki Gue nikah lagi, makanya Kita pergi dulu deh biar Dia lanjutin mimpinya " celetuk kembali Arin dengan wajah sok serius.
" Tau ah yank, suami ketakutan gara gara mimpi serem banget ini malah di suruh ulang " gerutu rafa jengkel memajukan bibirnya.
" Tahu nih bini Lo, otak nya geser kebanyakan tidur miring tuh " celetuk Adi.
" Orang penasaran emang engga bolah " gumam lirih Arin.
" Engga ! " tegas ketiganya bersamaan memprotes ibu satu anak yang langsung membulat terkejut itu.
" Kaget kali ! " protes Arin mengusap dada.
" Cakep banget ya ? " bangga Arin sok bertanya, membuat ketiganya malas dan bubar masing masing, dengan rafa memunggungi istrinya.
Melihat Adi dan Alex pergi berlalu dan dufuk juga suaminya memunggungi, Arin mendengus kesal memajukan bibir seraya melipat tangan di depan dada.
" Jahat banget sih bertiga ! Gue tinggal nih " ucap jengkel Arin, langsung di tahan tangannya oleh rafa.
" Apotik yuk Di, kali aja jual air keras di sana Kita siram tuh anak berdua " ucap Alex melihat Rafa malah melingkarkan tangan pada pinggang istrinya yang masih berdiri, dengan wajah tamoannya menyusup pada perut Arin.
" Gue racun tikus aja sekalian " celetuk Adi menambahkan, membuat Rafa dan Arin tertawa bersama.
Adi dan Alex yang mendapat kabar sakitnya rafa, langsung berangkat menyusul ke Bandung tanpa lagi pikir panjang. Keduanya setia mendampingi rafa hingga tersadar selama beberapa hari..
Walau pernikahannya sudah dekat dan hanya menghitung hari, Adi tetap saja pergi karena tak mau sampai terjadi apapun pada sahabat baiknya. Alex sendiri sudah mengatakan agar Adi tak usah ikut, namun Ia tak akan pernah bisa tenang jika tak melihat sendiri kondisi sahabatnya itu.
__ADS_1
Selama Rafa belum siuman, keduanya tak lepas untuk memperhatikan Arin juga Alka yang bahkan sama sekali tak pulang dan tetap setia di samping Rafa. Melihat besar cinta Arin pada Rafa yang bahkan rela merawat tanpa sekaklipun memejamkan mata dengan nyenyak, makin membuat keduanya mengidolakan pasangan muda itu.
" Rin, Lo tidur dulu deh biar Rafa Kita yang jaga " ucap Adi tulus.
" Engga usah Di, ngantuk Gue udah ilang kok " senyum Arin masih setia di samping suami manjanya.
" Lo belum tidur Rin, yang ada Lo sakit malah kasihan Alka " ucap Alex mengejutkan Rafa dan mengangkat kepala dari pangkuan istrinya.
" Kok engga tidur sih ? " tanya Rafa menatap ke arah istri yang masih memegang rambutnya.
" Ya nungguin Kamu yank, Aku takut Kamu kenapa kenapa habisnya Kamu engga buka mata sama sekali " lembut Arin tulus.
" Udah tidur sini, Kamu naik sini. Engga mau tahu pokoknya Kamu harus tidur sekarang " ucap rafa menunjukkan tak ada penolakan ambil menggeser tubuhnya.
" Tahu gitu kagak Gue kasih tahu tadi, modus Lo main mulu Fa " protes Alex melihat Rafa memundurkan tubuh dalam posisi miring.
" Kagak ngapa ngapain juga Lex, bini Gue tidur doang " santai Rafa memilih memunggungi istrinya, karena ada dua sahabatnya dan merasa tak enak.
" Ah, seneng banget Gue liat Lo berdua kaya gini. Rukun banget, mesra kagak ada hentinya, sama sama cinta. Ah kapan Gue kaya gitu " ucap Alex memasang wajah sedih.
" Kagak bakal kejadian dalam hidup Lo Lex, yang sabar ya hidup ini memang berat " celetuk Rafa, membuat Adi tertawa di tengah wajah jengkel Alex.
" Sialan Lo berdua " jengkel alex menekuk wajah, makin membuat dua sahabatnya tertawa.
" Sssst, bini Lo udah tidur tuh " seru Adi tak mendengar sedikitpun suara Arin.
" Eh iya, cepet banget tuh bocah ilang. Kasihan banget bini Lo kagak tidur, makan dikit doang cuma diam aja di dekat Lo Fa. Beruntung banget Lo punya bini Arin, jaga baik baik tuh Fa langkah model begitu " ucap Alex panjang lebar tetap pada pendapat akan keberuntungan sahabatnya.
" Gue tahu Lex, makanya Gue takut banget kehilangan Dia " tulus Rafa menoleh ke arah istrinya yang cepat lelap karena lelah.
" Cinta banget Lo sama bini Lo ?" tanya Adi memperhatikan sepasang suami istri di atas ranjang pasien tersebut.
" Banget Di " singkat tulus Rafa.
__ADS_1
Lembut Rafa mencium kening istrinya yang terlelap, dan kembali memunggungi karena tak ingin tangannya mulai memeluk istrinya. Adi juga Alex hanya menatap dengan binar bahagia akan kebersamaan sahabatnya. Perasaan cinta Rafa memang sudah diketahui kedua sahabatnya dari waktu SMA mereka menikah. pertanyaan sama juga pernah dipertanyakan Alex tentang perasaan rafa terhadap Arin ketika masih menyembunyikan pernikahan mereka dulu. Jawaban sama juga di berikan Rafa dengan ketulusan lebih dari sebelumnya.