SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 19


__ADS_3

" Tumben lo engga dandan? " tanya Reta yang membukakan pintu apartemen dan mendapati Arin di depan dengan wajah polos.


" Engga usah nanya deh lo, tau sendiri laki gue giman. Gue udah dandan malah di hapus pakai tisu. rese banget kan " gerutu Arin jengkel mengingat Rafa yang menghapus riasan wajahnya.


" Tuh anak ya, padahal dia ganteng banget di kampus engga kehitung yang deketin dia. Kehilangan lo doang mah kecil dia bisa dapat lebih dari lo gitu Rin. Iya kan? " goda Reta yang langsung ditimpuk Reta.


" Sialan lo, ayo cepetan kita udah telat nih. Kalau tuh dosen masuk duluan bisa di cincang lo " ajak Arin dengan menarik Reta agar bergegas berangkat.


Dengan cepat mereka mengendarai motor Reta ke kampus lalu berlari ke arah kelas mereka menyusuri koridor yang terasa sangat panjang hari ini. Sesampainya di pintu kelas mereka mencoba mengatur nafas yang terengah engah di depan kelas yang untung saja dosen nya belum masuk ke kelas, dengan cepat dan masih terasa nafasnya tersendat mereka mulai duduk di tempat mereka.


" Gila, capek banget gue " seru Reta dengan nafas tersendat.


" Apalagi gue, nih pagi bener bener bikin gue capek setengah mati " jawab Arin dengan merebahkan kepalanya di meja hadapannya.


Tak selang lama dari kehadiran Arin dan Reta, dosen berperut buncit yang terkenal pelit nilai itu pun mulai memasuki ruangan dan langsung memulai kelas nya.


Semetara di kantor Rafa, Adi dan Alex mengikuti meeting bersama karyawan lainnya yang dipimpin oleh papa Rafa sendiri untuk menyaksikan beberapa presentasi karyawannya. Saat tiba giliran Rafa untuk memberikan presentasi, ia malah melamun dengan memutar pulpen dengan jari jari nya yang entah pikirannya kemana. Dengan cepat Adi yang ada di sebelahnya menepuk pundak Rafa hingga membuatnya terkejut dan tersadar dari tatapan kosongnya " Iya yank" seru Rafa keras yang membuat semua orang di ruangan itu tertawa termasuk papa Rafa yang langsung bergumam dalam hati " Kerja aja pikirannya masih ke Arin. fa.. fa.. enggak nyangka papa kamu bisa jadi kaya gini " batin papa Rafa dengan tersenyum tidak menyangka jika putra pertamanya yang takut perempuan bisa cinta sampai seperti ini.

__ADS_1


" Apa sih lo, kaget tau gak gue " tegas Rafa pada Adi


" Presentasi sono.. mikirin Arin mulu, kurang li tadi pagi " goda Alex yang juga di sebelahnya membuat Adi terkikik.


Rafa yang tengah tersadar pun memaksa senyum menghiasi wajah nya dan menggaruk tengkuknya merasa malu, lalu berdiri untuk memberikan prese tasinya di depan.


Seusai meeting selesai semua karyawan mulai keluar meninggalkan ruang meeting juga Adi, Rafa dan Alex.


" Kenapa sih lo? " tanya Adi


" Kepikiran gue sama omongan bini gue" jawab Rafa gusar


" Ya yang bilang nemu cowok lebih dari gue tadi" jelas Rafa dengan nada yang mulai frustasi.


" Fa... fa.. lo kaya enggak tau si Arin aja kalau mangap ya engga pernah ada serius nya " seru Alex yang tertawa bersama Adi melihat Rafa gusar hanya karena candaan Arin.


" Gue ke kampus ya " ijin Rafa

__ADS_1


" Gila lo, kita engga ada kelas hari ini makanya kita ikut meeting bokap lo "tegas Adi dengan memegangi lengan Rafa yang hendak pergi


" Fa, lo tuh terlalu posesif sama Arin. Kasih dia sedikit ruang kalau lo engga mau dia pergi dari lo " Jelas Alex yang tumben pinter


" Maksud lo? " tanya Rafa terkejut dan tidak memahami maksud Alex


" Gini ni fa, hubungan itu ibarat lo bawa air pakai tangan lo. Kalau lo genggam tuh air enggak akan bisa dia tumpah, tapi kalau lo bawa tuh air pakai dua tangan yang terbuka tuh air pasti sampai ke tujuan tanpa tumpah. Nah lo sama Arin tuh sama kaya gitu, kalau lo genggam Arin terlalu kuat dia bakal pelan pelan pergi dari lo, tapi kalau lo tangani Arin dengan kedua tangan lo yang menutup sedikit dan membuka yang lain dia bakal tetap di sisih lo sampai akhir " jelas Alex panjang lebar dengan merangkulkan lengannya di pundak Rafa


"Jadi gue harus bebasin Arin gitu maksud lo? " tanya Rafa terkejut menyerna omongan Alex


" Buka bego, maksud si Alex tuh gini. Aduh bingung gue takut lo enggak ngerti lagi sama otak dengkul lo. Gini aja kaya li main layangan gak mungkin lo tarik terus kan pastinya lo kendorin tuh biar engga putus " jelas Adi yang semakin membuat Rafa bingung. Adi dan Alex yang melihat Rafa bingung menghela nafas panjang. Rafa memang hanya mengenal 2 perempuan dalam hidup nya yang pertama Kania cewek yang pernah sangat ia cintai waktu smp, kedua Arin makanya Rafa tidak mengerti cara bersikap dengan perempuan yang selalu di anggap bego oleh Adi dan Alex.


" Gini aja deh fa gue kasih gampangnya ke lo, Jangan terlalu posesif ke Arin sekali kali biarin dia bergaul namun tetap dalam genggaman lo, jangan terlalu tunjukin ke Arin kalau lo ngekang dia banget gitu. Duh gitu lah bingung sendiri gue jelasin ke lo" jelas Alex yang mulai frustasi.


" Ngerti gue ngerti.. tapi gimana cara nya biar gue tetap bisa awasi dia pas gue ulur dia jauh? layang layang kan kita pegang benang makanya bisa kita awasi" seru Rafa yang mulai memahami maksud sahabatnya itu.


" Lo pasang aja gps di ponsel Arin, asal dia engga tahu aman lah " celetuk Adi asal namun membuat Rafa semangat dengan ide Adi.

__ADS_1


" Cerdas " seru Rafa dengan senyum licik yang mengembang membuat Adi dan Alex mengangkat kedua bahu mereka heran. Rafa pun meninggalkan Adi dan Alex menuju ke ruangannya senyum senyum sendiri.


__ADS_2