SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 144


__ADS_3

" Dasar gila Lo! banci apa Lo berani nya mukul cewek! " tegas Arin sudah menghantam keras wajah Angga ketika laki laki sudah terkejut membulat mata hebat itu hendak memukul Reta.


" Arin? " seru Reta menatap ke arah Arin yang berdiri di depan Angga tersungkur.


" Gue peringatin Lo! sekali lagi Gue tau Lo main kasar sama Dia, Gue habisin Lo pakai tangan Gue sendiri! " ancam Arin menunjuk wajah Angga emosi dengan kaki bertumpu di atas dada Angga.


" Lo gila! cewek apaan Lo kasar banget! " bentak tak terima Angga.


" Berani Lo bentak Gue?! orang tua Gue aja engga berani bentak Gue! dasar banci! " bentak Arin membalas Angga.


" Gue tau sekali lagi, mampus Lo! " ancam Arin ke arah Angga.


" Kalian semua lihat baik baik wajah laki laki kurang ajar ini, Dia punya istri dan anak tapi masih juga jalan sama cewek lain " ucap Arin pada orang sudah berkerumun.


Banyak orang melihat dan bertepuk tangan pada keberanian Ibu satu anak itu. Hampir semua meminta Arin untuk kembali memberi pelajaran pada Angga, dan mengutuk kelakuan Angga yang tidak tahu malu.


Arin membawa Reta cepat dan mengantarnya keluar dari mall, mencarikan taksi dan meminta Reta untuk kembali pulang bersama anaknya. Reta menangis sesegukan dengan memeluk Arin, hanya di perhatikan oleh Viona di belakangnya.


" Maafin Gue Rin " ucap Reta dalam penyesalan dan air mata.


" Lo pulang, entar Gue hubungi Lo ya " lembut Arin mengusap punggung Reta yang masih menangis.


Reta menganggukan kepala, dan naik ke dalam taksi menuruti Arin untuk pulang ke rumah. Arin yang tadinya tak ingin menolong, menjadi tak tega melihat saat Angga mulai mengangkat tangan hendak memukul Reta di depan umum. Cepat Arin menahan tangan Angga dan menghantam wajahnya. Viona kala itu yang bersembunyi bersama Arin, terkejut hebat saat melihat perempuan yang kini menjadi sahabat baiknya itu, tiba tiba berlari dan melayangkan pukulan.


Sementara Angga yang merasa malu akan cemoohan orang, langsung pergi begitu saja membawa perempuan masih menjadi teman krncannya itu. Arin kembali memasuki mall dengan menggerutu kesal akan perlakuan buruk Angga, lalu mencoba menenangkan dirinya sendiri agar tak di ketahui oleh suaminya.


" Gila Lo keren banget " ucap Viona berjalan bersama Arin.


" Sebel Gue lihat cowok kasar kaya gitu, Lo jangan bilang siapa siapa ya " jawab Arin sembari berjalan.

__ADS_1


" Gue jadi pengen belajar kaya Lo " sahut Viona masih mengagumi Arin.


" Boleh kalau Lo mau, Kita bisa belajar bareng " sahut Arin.


Setiap langkah Arin dan Viona, di perhatikan orang yang sempat melihatnya tadi. Bisikan demi bisikan di lakukan oleh orang yang memuji Arin dalam suara lirih pada teman mereka berjalan.


Keduanya kembali menghampiri Rafa, Alex juga Alka yang masih duduk setia menunggu. Sudah menghilangkan ekspresi amarahnya, Arin duduk di dekat suaminya langsung meneguk air minum hingga habis, diiringi tatapan Rafa dan Alex.


" Habis lari jauh yank? " tanya Rafa melihat istrinya.


" Nyangkul sawah apa ke toilet Lo? " tambah Alex berseru.


" Gila, bocor " ucap kembali Alex mengangkat tempat minum Arin sudah habis.


" Haus " singkat Arin membersihkan mulut dengan tisu.


Viona tersenyum melihat Arin, namun Rafa dan Alex menggelengkan kepala bersama tetap mengamati Arin. Tangan Rafa pun di letakkan di ujung kepala istrinya lalu tersenyum, sambil memegang Alka yang Ia letakkan di atas meja menikmati donat sesuka hati.


Arin yang menerima pesan dari Reta, menyembunyikan isi pesan itu dan membalasnya nanti. Ia tahu jika Rafa sangat kesal akan sikap Reta, dan tak mau jika suminya tahu dirinya berhububgan kembali dengan Rera bahkan menolongnya.


" Siapa sih? kok langsung di tutup lagi? " tanya Rafa melirik ke arah ponsel istrinya.


" Customer yank, entar aja Aku balas belum lihat stok barang di rumah " jawab Arin tersenyum.


Tak mau suaminya marah karena dirinya berkelahi hanya untuk membela Reta, Arin terpaksa berbohong agar tak terjadi masalah di antara keduanya.


" Yank, Kamu telpon Adi gih. Aku lihat Dia kaya nyimpen masalah " ucap Arin tiba tiba, di setujui oleh Alex menepuk telapak tangannya keras.


" Kaget!" seru ketiga orang di meja bersamaan ke arah Alex yang cengengesan.

__ADS_1


" Setuju Gue sama Lo Rin, Gue emang lihat yuh aura aura kematian di wajah Adi tuh " ucap Alex mengangguk dengan menunjuk ke arah Arin.


" Aura kematian, gigi Lo maju?! " protes Rafa.


" Tonggos dong? " tawa Viona dan Arin.


Rafa meraih ponsel dalam saku celananya, dan menekan nomor Adi. Menyambungkan earphone pada bluetooth ponsel dan memberikannya pada Alex. Dua kali mencoba, akhirnya Adi menjawab panggilan Rafa masih tetap di atas ranjang sendirian.


" Yayah mam " seru Alka menyerahkan donat ke arah mulut Rafa.


" Bekas liur Kamu masa Ayah suruh makan sih? " gerutu Rafa, hnya di dengar oleh Adi.


" Ada apa Fa? " tanya Adi dari ujung telpon.


" Bini Lo ada gak? Gue mau ngomong sama Lo " jawab Rafa segan pada Yessi dan takut Adi tak bisa menjawab leluasa.


" Kagak, Lo ngomong aja " jawab Adi tetap tiduran memeluk guling.


" Gue kangen sama Lo Di, Gue tau Lo lagi ada masalah sekarang. Lo cerita dong Di sama Gue, jangan nanggung semua sendiri. Kita sahabat Di, biarpun Lo udah menjauh tapi Kita semua tetep ada buat Lo " panjang lebar Rafa, membuat Adi menitikan air mata.


" Gue juga kangen kali Fa sama kalian, Gue pengen banget kumpul kumpul bareng kalian lagi tapi Gue ngga bisa, ada hati yang harus Gue jaga sekarang. Yessi tahu perasaan Gue ke Arin, dan Dia minta Gue janji buat engga pernah ketemu sama Arin. Gue bingung Fa, Gue butuh kalian semua buat temenin Gue tapi Gue engga bisa nyakiti Yessi, Dia lagi hamil " ucap Adi sendu terus menitikkan air mata.


" Cuma masalah itu doang? kenapa sih Di bini Lo engga bisa berpikiran terbuka dikit aja? Kita sahabatan Di semua, Lo jelasin sama bini Lo biar Dia bisa ngerti dan Lo jyga ngomong kalau Lo udah usaha buat lupain semuanya " jawab Rafa saling tatap dengan Alex terkejut.


" Gue udah jelasin, tapi tetep aja Dia minta Gue engga ketemu sama Arin. Dia kasih ijin Gue ketemu sama Lo, sama Alex tapi kata katanya engga seriusan ikhlas. Tiap ijini Gue buat ketemu sama Lo berdua, Dia pasti ngomong disana ada Arin dan Gue bisa juga ketemu sama Dia, Gue bingung Fa. Gue ngerasa mau gila karena kecurigaan Dia " cerita kembali Adi sendu.


" Lo sabar ya Di, Gue yakin bini Lo pasti ngerti nanti. Sementara engga apa apa Lo engga ketemu sama Kita, tapi Lo harus cerita sama Kita ada apa sama Lo. Inget Di, Kita sahabat, dan Kita pasti akan sellu ada buat Lo appun keadaan Lo, Gue engga mau Lo nanggung apapun maslah Lo sendiri " ucap Rafa kembali.


" Thanks Fa, besok Kita ngobrol lagi di kantor ya. Gue engga mau entar Dia datang terus curiga lagi " ucap Adi langsung mematikan telpon sepihak.

__ADS_1


Adi merasa senang juga tenang karena kepedulian sahabatnya, Ia tak pernah benar benar kehilangan sahabat sahabat terbaiknya. Sedangkan Rafa tetap saling tatap, dengan isyarat mata unyuk melarang bercerita sebenarnya pada Arin ataupun Vio. Rafa tak mau istrinya merasa bersalah ataupun menyalahkan diri sendiri akan apa yang terjadi, karena semua bukan kesalahan Arin.


__ADS_2