
" Mi, Pi, boleh gak kalau malam ini Reta tidur di apartemen? " tanya Reta pada kedua mertuanya begitu ia selesai sarapan bersama Alex dan hendak berangkat ke kampus.
" Kenapa sayang? kamu engga betah ya di sini? " tanya mami Alex masih dengan posisi duduk di samping suami nya.
" Bukan mi, Reta cuma mau menginap aja semalam tapi kalau engga boleh juga engga masalah kok mi " sahut Reta yang memang merasa tak enak tinggal di rumah Alex bersama orang tua nya karena memang sudah terbiasa hidup mandiri.
" Tapi kan orang tua kamu lagi ke bandung sayang, kamu tidur apartemen sama Alex kan? " tanya mami Alex.
" Iya lah mi, masa iya kita udah nikah tidur pisah pisahan kan engga bisa mengaum nanti " sahut Alex tanpa malu dan di injak keras kaki nya oleh Reta hingga suami nya memekik kesakitan dan mengangkat kaki nya.
" Sakit bocah " gerutu Alex ke arah Reta dengan kehilangan keseimbangan memegangi kaki nya.
" Bocah kok di ajak mengaum" goda papi Alex tersenyum dengan di cubit mami Alex pada perutnya.
" Boleh sayang, kalian boleh tidur di sana kok " sahut mami Alex mengerti jika anak dan menantu nya ingin berduaan.
" Makasih ya mi, kita pamit ke kampus dulu " pamit Rera membungkuk mencium tangan mami dan papi Alex yang langsung saling tatap begitu melihat menantu nya.
Mami Alex langsung beranjak dari duduk dan mengantar anak serta menantunya sampai luar rumah.
" Sayang, kalau mau ke kampus itu di tutupi dulu ya " seru mami Alex menahan senyum menunjuk ke arah leher Reta yang membuatnya dan suami nya tadi terkejut waktu Reta bersalaman namun tak langsung memberitahu menantu nya di depan papi Alex demi menjaga agar menantunya tak malu.
" Kenapa mi? " tanya Reta yang memang tak mengetahui tanda merah di leher nya karena ulah Alex.
" Ulah singa mami sayang " bisik mami Alex tersenyum.
__ADS_1
Reta yang masih belum memahami perkataan mami mertuanya hanya tersenyum paksa dan berpamitan untuk pergi ke kampus karena Alex sudah lebih dulu menunggu di mobil. Reta langsung meraih ponsel di tas nya begitu ia memasuki mobil Alex dan memperhatikan leher yang ditunjuk mertuanya dengan kamera ponsel. Mata Reta yang langsung terbelalak begitu melihat banyak nya noda merah di leher nya langsung menatap jengah ke arah Alex sembari menggerutu.
" Lo gila ya, apa apaan malah ngasih gini an ke gue? gimana gue bisa ke kampus kalau gini " gerutu Reta dengan nada jengah ke arah Alex.
" Ya bilang aja lo masuk angin habis kerokan kan beres " sahut Alex santai karena sudah mengetahui dan terkejut lebih awal ketika membangunkan Reta tadi.
" Lo kira semua orang bego kaya lo apa " gerutu Reta kembali.
" Ya udah kali bilang aja itu gue yang bikin, biar engga ada yang dektin lo " tambah Alex masih dengan nada santai sembari mengemudikan mobil nya.
" Kenapa sih gue nikah sama lo " geram Reta sedikit berteriak ke arah Alex yang terkejut.
" Kaget gue, volume lo tuh kecilin dikit napa udah kaya emak gue aja tenggorokan di kasih toa " gerutu Alex sambil mengusap telinga kiri nya.
" Bukan tenggorokan aja gue kasih toa, tapi nih tangan bakal gue kasih sarung tinju yang ada besi nya buat mukul muka lo tiap menit " sahut Reta dengan jengah.
Reta memutuskan untuk langsung ke apartemen saja karena tak jadi ke kampus dengan kondisi nya sekarang, apalagi cara berjalan nya yang pasti akan membuat banyak tanya dari mata tempan kampus nya. Meski menggerutu karena sudah hampir telat, Alex bersedia mengantarkan istri nya ke apartemen namun hanya sampai bawah dan meninggalkan Reta untuk naik ke kamar nya sendirian sambil teeus menutupi leher nya dengan tangan.
Dikampus Alex yang memang sudah telat langsung duduk setelah mendapatkan sedikit amukan dosen hingga membuatnya menggerutu dalam hati.
" Tumben telat lo? " tanya Adi begitu kelas usai dan menghampiri Alex yang masih duduk di kelas.
" Tuh bocah ribet banget hidup nya minta kesini minta kesana makanya gue telat " gerutu Alex dengan wajah jengah.
" Namanya laki tuh harus gitu Lex, harus siap jadi supir " sahut Rafa menepuk pundak Alex.
__ADS_1
" Mau kemana lo? " teriak Adi ke arah Rafa yang langsung pergi setelah menyapa sahabat nya.
" Dosen, gue di suruh kesana. Lo pesenin gue makan ya laper gue belum sarapan " seru Rafa sambil berlalu.
" Nasib gue bakal kaya Rafa deh " gumam Alex pelan yang di tertawakan oleh Adi.
Adi mengajak Alex ke kantin untuk memesankan makanan Rafa dan sekedar minum kopi untuk menunggu Rafa karena mereka yang sudah makan di rumah.
" Lo engga pengen nikah juga? biar sama nasib nya " ucap Alex yang merasakan ribet nya perempuan.
" Ogah, engga minat gue " sahut Adi santai sambil mengeluarkan ponsel dari saku nya.
" Lo masih belum move on dari cinta pertama lo makanya engga minat nikah? " tanya Alex langsung pada inti nya yang langsung membuat Adi menatap nya tajam.
" Gila lo, ada Rafa runyam nih masalah " gurutu Adi melotot ke arah Alex yang suka ceplas ceplos.
" Kagak ada, tapi gue emang penasaran lo masih suka sama itu? " tanya Alex yang semakin penasaran.
" Engga " singkat Adi dengan mainkan game di ponsel nya sembari menunggu pesanan mereka sampai.
" Bohong banget lo, gue tahu gimana lo gue apal banget sama lo. Lo tuh kalau udah cinta sama orang pasti engga bakal lupain gitu aja apalagi tuh cinta pertama lo " seru Alex tak mempercayai Adi.
" Udah engga usah di bahas, kedengaran Rafa malah runyam semua " jawab Adi ke arah Alex yang tak menyadari kehadiran Rafa di belakang mereka sengaja menguping pembicaraan sahabatnya dengan duduk membelakangi Adi dan Alex.
" Lo tuh ya, mending ngaku deh sama gue. Lo masih suka kan sama Arin? gue ngerti Di dari tatapan lo tiap kali lihat Arin, biarpun lo cuek sok dingin tapi mata lo engga bisa bohongin gue " ucap Alex mengejutkan Rafa yang bergabung dengan teman lain nya di belakang Adi dan Alex.
__ADS_1
" Gue masih suka atau engga juga engga ngubah apapun, dia bini sahabat gue. Lagian gue suka sama dia waktu SMA lex, wajar juga kalau gue engga gampang lupain tahu sendiri tuh anak cinta pertama gue dari kelas 1 " sahut Adi masih memainkan ponsel nya semakin membulatkan mata Rafa karena tak menyangka jika sahabatnya menyukai orang yang kini menjadi istri nya selama bertahun tahun dan tak diketahui oleh nya.