SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 76


__ADS_3

Usai makan malam, Rafa memutuskan untuk membantu Reta di dapur karena ingin menanyakan beberapa hal. Ia meminta Alex dan Adi menemani Arin di depan ruang tv karena Arin ingin bermain Playstation bersama Alex. Sementara Reta dadn juga Rafa mulai membersihkan meja makan dan membawa semua tempat kosong ke belakang untuk mereka cuci bersama.


" Gue boleh nanya sama Lo gak Ret ? tapi ini cuma antara Lo sama Gue ya " ucap Rafa sambil mencuci piring.


" Nanya aja Fa " singkat Reta dengan membuang sisa makanan di piring kedalam kantung plastik sebelum Ia berikan ke Rafa untuk di cuci.


" Adi beneran pernah nembak Arin ?" tanya Rafa yang tak yakin jika perkataan Alex waktu itu hanyalah sebuah candaan .


' Kenapa Lo nanya gitu ? kan Alex cuma becandain Lo " sahut Reta.


" Gue serius, jujur sama Gue ceritain semua nya, Gue cuma engga mau ada prasangka aja sama mereka nantinya " ucap Rafa dengan nada serius.


" Iya oke Gue ceritain semua, tapi ini cuma masa lalu ya, Lo jangan bawa ini ke hidup Lo sekarang " ucap Reta yang di angguki oleh Rafa.


" Iya dulu Adi emang pernah nembak Arin cuma emang di tolak sama Dia karena Adi itu temen Lo, terus ya udah Arin akhirnya jadian sama Niko " cerita Reta membenarkan jika Adi sudah mengutarakan perasaannya pada Arin dan bukan hanya candaan Alex.

__ADS_1


" Arin suka sama Adi ?" tanya Rafa semakin penasaran yang membuat Reta menatapnya anaeh dan dibalas Rafa dengan tatapan serius sehingga Reta menghela nafas panjang lalu menjawab pertanyaan Rafa.


" Ya Lo tau sendiri siapa sih yang engga suka sama Adi sama Alex kalau lihat mereka lagi main basker dengan wajah tampan mereka. Semua juga suka sama mereka berdua Fa. Yang Gue tahu Arin juga suka sama Adi karena menurut Arin waktu itu Adi lebih baik daripada Alex, adi juga sering deketin Arin dari kelas satu sebelum Lo mulai marah marah ke Arin tiap hari dan Arin tahu Adi sahabat deket Lo, semenjak Arin tahu Adi itu sahabat dekat Lo, Dia mulai menjauh dari Adi dan berusalaha hilangin perasaan nya. Udah gitu doang " jelas Reta panjang lebar yang semakin membuat rafa merasa tak enak karena gara gara dirinya, Arin dan Adi yang sebenarnya saling suka harus berpisah karena tahu jika Adi sahabat dekat Rafa.


Rafa tak melanjutkan pertanyaan nya karena hatinya sudah tak sanggup menerima kenyataan apapun. Ia merasa sangat bersalah pada Adi yang telah membuatnya kehilangan cinta pertamanya dan bahkan cinta pertamanya itu kini telah menjadi istrinya dan tengah mengandung anaknya. jika saja waktu bisa Rafa putar kembali, Ia memilih untuk tak pernah mengenak Arin dalam hidup nya sehingga membuat sahabatnya dari kecil merasakan kehilangan cinta pertamanya yang membuatnya tak mampu membuka hati hingga kini.


Usai membantu Reta, Rafa mengajak Arin untuk pulang lebih dulu dengan dalih jika Arin harus beristirahat dan tidak bagi bagi istrinya tidur malam. Setelah Rafa pamit, Adi juga ikut pamit dan pulang meninggalkan Reta dan Alex di apartemen Alex.


" Kamu kenapa sih yank ? mikirin apa ?" tanya Arin melihat wajah lesu Rafa yang menunjukkan banyaknya pikiran dalam kepala lelaki yang berjalan mendampingi istrinya dengan banyak melamun.


" Apa sayang ? kamu kenapa ?" tanya Rafa terkejut.


" Kamu kenapa sih ngelamun aja dari tadi aku perhatiin sampai Aku ngomong engga Kamu dengerin " seru Arin jengah dengan memajukan bibirnya.


" Maaf yank, Aku cuma kepikiran masalah lahiran Kamu nanti. Kamu ngomong apa tadi yank " ucap rafa sambil menekan kode apartemen nya.

__ADS_1


" Kamu takut ya yank ? Kamu pasti mikir kalau Aku meninggal terus Kamu mau nikah sama siapa kan ?" goda Arin tersenyum ke arah Rafa yang langsung melotot ke arah Istrinya.


" Yank ! Ucapan itu doa, jadi ngomong yang baik aja. Kamu engga pernah mikir apa gimana Aku sama anak kita kalau Kamu beneran pergi ? ngomongnya selalu aja engga pernah dipikir dulu. Udah Aku bilang Aku engga akan nikah lagi ataupun dekat sama siapapun " sahut Rafa marah ke arah Arin karena Arin lebih sering mengatakan tentang kematian selama Ia hamil tua.


" Yank, maaf jangan marah. Aku cuma becandain Kamu biar Kamu engga ngelamun terus " ucap Arin menarik pergelangan Rafa yang hendak pergi meninggalkan Arin di ruang tamu.


" Aku engga suka Kamu ngomong kaya gitu yank, Aku sayang sama Kamu dan Aku engga mau kehilangan Kamu " ucap Rafa memeluk tubuh arin.


" Maaf sayang, engga lagi " ucap Arin menyesal dalam pelukan suaminya.


Rafa melepas pelukan dari tubuh Arin dan mengecup kening istri nya lama yang mampu mendamaikan hatinya yang terluka dari tadi.


" Aku sayang Kamu yank, Aku cinta Kamu jangan pernah tinggalin Aku " ucap rafa lirih dengan penuh perasaan.


" Iya sayang, Aku juga engga mau kehilangan Kamu. Aku sayang Kamu, maafin aku yank ": jawab Arin tersenyum ke arah suaminya yang menatap dirinya sendu.

__ADS_1


Perasaan Arin dan Rafa yang semakin kuat semenjak kehamilan Arin membuat rumah tangga mereka terasa selalu hangat dan bahagia. Meski tahu jika istrinya sangat mencintai dirinya, namun tak mampu membuat pikiran buruk Rafa tentang Arin yang bisa saja meninggalkan dirinya untuk Adi apalagi ketika Ia tahu jika Arin pernah mencintai Adi juga. Rafa terus berusaha menepis rasa cemburu yang ada untuk Arin dan Adi agar hubungan mereka baik baik saja, karena Rafa menyadari jika Ia terus seperti ini malah akan membuat diri nya jauh dari istri dan juga sahabat nya.


__ADS_2