SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 112


__ADS_3

Meting bersama klien yang di dampingi Papa Rafa, berjalan mulus tanpa hambatan.Proyek baru yang dipercayakan pada tiga sahabat itu, di terima dengan senang hati. Klien memang cukup puas dengan cara kerja ketiga anak muda itu, walau terkesan suka bercanda namun tetap bisa serius dalam pekerjaan dengan hasil memuaskan.


Alex juga Adi memutuskan menginap di apartemen Rafa, karena esok pagi akan sama sama pergi kerumah Yessy untuk ikut serta dalam pelatihan eskul. Esok hari juga menjadi penentu Adi untuk mendapatkan restu, sesuai dengan janji Ayah Yessy padanya melalui sambungan telpon.


" Alka, Papa sama Mama datang " ucap Alex begitu sampai sambil menghoyang goyangkan tubuhnya, menghampiri Alka yang tengah duduk bersama Arin di depan TV.


" Udah makan? " tanya Rafa mencium kening dan bibir istrinya.


" Udah yank " lembut Arin tersenyum, meraih tas suaminya dan disimpan di dalam kamar.


" Aduh anak Ayah, ganteng banget hari ini " ucap Rafa menggendong tubuh putranya, membuat dua sahabatnya semakin iri.


" Enak banget hidup Lo Fa, pulan main sosor aja udah gitu langsung bisa gendong anak lagi " celetuk Alex duduk di sofa berasama Adi menatap ke arah Rafa yang menggendong putranya.


" Alka sama Arin tuh penyemangat Gue, pas pulan kerja lihat mereka capek Gue langsung ilang " sahut bangga Rafa masih menggendong putranya yang tak henti tersenyum.


" Iri banget Gue sama Lo " memelas Adi masih memperhatikan Alka juga Rafa bersama.


" Udah sih, Gue doain Lo berdua lancar nikah sampai punya anak biar rasain kaya Gue " senyum Rafa sambil di ciumi putranya.


Adi dan Alex sama sama mengamini ucapan Rafa. Masih tetap berharap bisa memiliki kehidupan semourna seperti sahabatnya.


Arin sudah kembali dari kamar, dan menghampiri suaminya ungmtuk meraih tubuh Alka.


" Mandi sayang, udah Aku siapain baju sama air nya " lembut Arin meraih tubuh putranya.


" Makasih sayang " pungkas Rafa masih tetap dengan tatapan kedua sahabatnya.

__ADS_1


" Bini kaya Lo nyari dimana ya bocah? " tanya Alex mengembangkan senyum cantik Arin.


" Bini Gue satu satunya di dunia, cantik, baik, perhatian, setia, paket komplit deh " bangga Rafa mencubit gemas pipi istrinya.


" Tuh idaman banget " celetuk Adi.


Rafa berpamitan untuk mandi lebih dulu, dan meminta kedua sahabatnya untuk menempati kamar tamu malam ini. Arin sudah duduk di samping Alex yang sudah mengeser tubuh ke arah Adi. Alka sudah berpindah duduk di atas pangkuan Alex, karena memang amat ingin dekat dengan bocah bertubuh makin gemuk tersebut.


" Bisanya kalau ngelatih gitu ngapain aja sih Rin? " penasaran Adi masih memiliki rasa takut untuk esok hari.


" Ya gitu aja, Kita cuma kasih aba aba hitungan aja dan mereka yang lakuin gerakannya " santai Arin duduk bersila memangku toples berisi kue kering.


" Lah gitu doang? gampang banget " sahut Adi tak menyangka.


" Ya awalnya kan udah di ajari Di, jadi selanjutnya Kita cuma kasih aba aba hitungan aja karena mereka tinggal ulang gerakanm Cuma pas tes juga Kita suruh mereka satu lawan satu. Tapi kayanya Lo besok engga bakal itung itungan gitu deh, secara ini sekalian buat keputusan Lo di terima jadi mantu apa engga " panjang lebar Arin menjelaskan dengan terus mengisi mulutnya dengan nastar kesukaannya.


" Palingan pecahin bata tuh pakai tangan Lo " santai Adi membulatkan mata Adi juga Alex yang tengah menggoda Alka.


" Lah gila! serius Lo bocah? nih anak kagak punya tenaga sama sekali yang ada tangannya yang pecah bukan bata nya " sahut Alex terkejut menatap ke arah Ibu satu anak di sampingnya.


" Lah Rin, Lo jangan nakut nakyuin Gue dong. Mundur lah Gue kalau gitu, yang ada belum nikah udah engga punya tangan Gue " memelas Adi menyandarkan tubuh lemas.


" Ya ampun Di, cinta itu butuh perjuangan. Ya kali Bapaknya mau serahin anaknya ke orang yang engga punya perjuangan sama sekali, besok Gue ajarin deh pagi pagi " jawab Arin masih tetap menggunakan nada santai.


" Lo bisa?!" seru Adi dan Alex bersamaan.


" Itu doang sih kecil, malah Yessy bisa pakai kepala tuh " celetuk Arin makin membuat kedua sahabatnya membulatkan mat hebat.

__ADS_1


" Gila, Lo berdua beneran cewek tuh? " celetuk Alex masih memangku Alka.


Arin hanya menjawab dengan mengangkat kedua bahu bersamaan, serta senyum menghiasi wajah cantiknya. Baik Adi ataupun Alex memang baru mengenal Arin sebagai cewek yang biasa dengan olahraga kekerasan, namun ternyata kini malah bertemu dengan Yessy yang memiliki kegemaran sama dengan Arin.


Penjelasan Arin tentu saj makin membuat Adi takut, karena memang tak menyukai kekerasan. Bahkan olahraga pun Ia memilih futsal atau basket, tak seperti Alex dan Rafa yang kini sudah mulai mengikuti olahraga berbau kekerasan juga.


****


Eaok hari, Arin dan lainnya sudah sampai di rumah Yessy sesuai dengan janji yang di buat Adi pada gadis pujaannya. Di rumah juga sudah bersiap Yessy serta Ayahnya untuk berangkat menggunakan mobil milik Yessy.


Tanpa menunggu lama lagi, semua langsung menuju sekolah tempat eskul di adakan. Dengan Rafa mengemudi di belakang mobil Yessy. Jantung Adi seakan ingin keluar dengan bayangan bayangan menghinggap pada kepalanya. Tak tahu akan apa yang di jadikan syarat oleh Ayah gadis yang ingin Dia nikahi untuk bisa mendapatkan restu.


Sebuah sekolah dengan gerbang terbuka, mereka masuki bersama usai menyapa penjaga yang siap siaga di gerbang sekolah. Ketiga cowok tampan tersebut juga sudah turun dari mobil bersama Arin, mengikuti tiap langkah dari Yessy juga Ayahnya.


Terdengar teriakan kagum pada Rafa, Adi juga Alex begitu mereka masuk. Rafa sudah menjadi idola dari Ia pertama ikut istrinya, dan kini dua sahabat lainnya juga menjadi idola baru.


Jiwa badboy Alex seketika mencuat melihat banyaknya anak menatap kagum ke arahnya juga Adi dan Alex. Namun kedua sahabat itu hanya cuek saja, tak seperti Alex melambaikan tangan juga melempar senyum tampan seperti seorang Miss Universe.


" Tau gini, tiap minggu Gue datang biar kagak di minta juga " senyum Alex berjalan bersama Adi juga Rafa yang menggendong Alka.


" Gila anak sekolah jaman sekarang cantik cantik banget, betah nih Gue " tambah kembali Alex masih dengan senyum juga mata mengamati.


" Emang bener kata orang, kalau batuk bisa sembuh pakai obat tapi kalai watak susah sembuh biar sampai mati juga " celetuk Adi dalam ekspresi gugupnya.


" Diam Lo! mumpung Vio belum datang, babang Alex mau kasih pesona dulu nih sama adik adik cantik " bangga Alex masih dengan senyum lebar.


Adi dan Rafa hanya menggelengkan kepala sambil membuang napas kasar, berlalu meninggalkan Alex dengan senyum juga tingkahnua seperti biasa yang suka menebarkan pesona badboy pada semua gadis.

__ADS_1


__ADS_2