
" Mami sama anak sendiri kaya preman, lah ini sama Rafa udah kaya bidadari aja " gerutu Alex mengundang senyum lain nya.
" Mau mami pukul lagi? " seru mami Alex mengangkat tas nya ke arah Alex.
" Eh engga dong mami ku sayang, mami baik banget" seru Alex yang langsung memasang wajah sok imut. " Mami kan horang kaya kan, kenapa tas nya engga di isi uang aja sih mi malah di isi batu? " gumam Alex langsung disambut gelak tawa lain nya namun tidak dengan Reta yang selalu tertunduk.
" Rafa gimana istri kamu sayang? " tegur mama Adi berjalan mendekati Rafa yang langsung di cium tangan dan di peluk nya tubuh wanita yang terlihat begitu elegan mengenakan dress berwarna tosca.
" Mari tante Rafa kenalin sama istri Rafa" ajak Rafa pada kedua ibu sahabat nya dan berjalan menghampiri Arin yang sedari tadi hanya menatap ke arah semua orang dengan tersenyum.
" Sayang, ini kenalin dua permaisuri aku yang lain " ucap Rafa tersenyum.
" Cantik banget istri kamu " seru Mama Adi dan Mama Alex bersamaan ketika melihat wajah Arin tersenyum ke arah mereka berdua.
" Terimakasih tante" seru Arin tersenyum.
" Iya dong tante, Rafa kan ganteng jadi istri nya cantik banget " jawab Rafa dengan bangga mencubit pipi Arin gemas.
" Kamu ini setelah nikah jadi pinter merayu ya " goda mama Adi tersenyum.
Kedua orang tua Arin dan Orang tua Rafa menghampiri mereka dan mengelilingi Arin yang terbaring.
" Selain cantik dia juga lagi hamil loh jeng" pamer mama Rafa mengusap perut buncit Arin.
" Waaah kamu pasti bahagia banget ya jeng, kamu hebat deh Rafa " seru mami Alex memegang perut buncit Arin perlahan.
" Tenang mi, habis ini mami juga dapat cucu kok" seru Alex memegang kedua pundak mami nya dari belakang dan membuat semua terkejut dengan ucapan Alex.
" Jangan macam macam kamu " ancam mama Alex melirik tajam.
" Maksud Alex tuh anak Rafa anak kita cucu mama sama tante juga " jelas Adi menghampiri dengan tersenyum.
" Ooo " seru semua orang bersamaan.
" Lah emang Mami pikir apa? " tanya Alex pura pura bodoh.
__ADS_1
Mami Alex tak menjawab pertanyaan dari Alex dan malah mencari keberadaan Reta yang duduk di sofa menyendiri karena merasa tak enak dengan mami Alex takut jika ia mengira yang macam macam.
" Eh sayang, kamu ke sini dong, ngapain diam di situ? " seru mami Alex memanggil Reta " Ayo cepat sini " tambah mami Alex melambaikan tangan dan Reta segera menghampiri mami Alex dengan gugup terlebih ketika mata nya dan Alex saling bertemu membuat nya semakin gugup begitu juga dengan Alex yang mengalihkan pandangan nya.
" Nama kamu siapa? " tanya mami Alex pada Reta yang sudah berdiri di samping nya.
" Reta tante " jawab Reta sopan.
" Kamu pacar nya Alex? " tanya mami Alex dengan mengusap punggung Reta.
" Bukan Tante, kami cuma teman kampus " jawab Reta cepat mengejutkan Alex yang berdiri di belakang dan memandang Reta dalam.
" Iya tante dia sahabat baik nya Arin" jelas Rafa tersenyum.
" Bagus kalau gitu sayang, kamu jangan sampai tertipu sama buaya darat satu ini ya dia mulut nya memang manis sama semua cewek " seru mami Alex yang hanya ingin menggoda putra nya karena tahu jika Alex tertarik pada Reta meski tanpa menanyakan nya.
" Mi, kapan Alex gitu? " protes Alex yang memang tak pernah dekat dengan siapa pun.
" Halah itu si Manda, Joice, Nita sama siapa itu yang akhir akhir ini juga sering telfon kerumah, oh Kania " seru Mami Alex yang membulatkan tatapan semua orang ke arah Alex.
" Iya engga kamu angkat, orang ponsel kamu juga engga bisa mereka hubungi " tambah mami Alex.
" Wah Alex tante baru tahu kalau kamu playboy ya" goda mama Adi tersenyum.
" Engga tante engga " bela Alex menujukan pandangan pada Reta yang membuat pecah tawa lain nya karena wajah Alex terlihat seperti orang yang ketahuan selingkuh.
Reta yang mengingat jika hari ini adalah kelas si killer dan terakhir pengumpulan tugas kelompok langsung memohon diri pada semua orang.
" Maaf tante Reta pulang dulu ya soalnya ada kelas dan tugas teman teman Reta ada di Reta harus dikumpulkan hari ini " pamit Reta yang langsung membuat Arin menepuk kening nya kencang membuat lain nya terkejut.
" Yank, apa an sih " seru Rafa melotot sambil mengusap kening Arin.
" Maaf yank aku lupa kalau hari ini terakhir kumpulin tugas si killer" jelas Arin
" Terus kamu mau kuliah? papa udah minta cuti buat kamu satu tahun " tegas Rafa karena dengan kondisi Arin masih saja memikirkan tugas.
__ADS_1
" Laaaaah papa kan Arin masih mau kuliah" rengek Arin yang hanya di balas dengan menaikkan bahu oleh papa nya yang berada lurus di ujung ranjang Arin.
" Enggak boleh yank, kamu udah harus fokus sama anak kita dulu, nanti setelah satu tahun baru lanjut lagi" tegas Rafa mendapat tatapan jengah Arin.
" Cie Raga udah bisa ngomong anak kita " goda mama Alex tertawa bersama lainnya membuat Rafa malu dan menggaruk tengkuk nya.
" Ya udah gue pamit ya, keburu siang tar dari kampus gue langsung kesini" pamit Reta pada Arin.
" Iya makasih ya Ret " seru Arin tersenyum memegang tangan sahabat nya.
Reta mulai mengemasi barang barang nya ke dalam tas dengan tatapan Alex yang ingin mengantar nya namun tak berani menawarkan diri. Adi dan Rafa yang melihat gelagat Alex mulai berbicara melalui mata mereka berdua dengan kode.
" Lex, lo antar Reta gih. Kan kemarin dia dari kantor polisi kesini sama lo" seru Rafa yang memahami keinginan Alex.
" Iya, tanggung jawab dong lo " tambah Adi
" Engga usah Fa, Di gue udah pesan ojek online kok" seru Reta beranjak pergi.
" Jangan dong, biar di antar Alex ya" seru mami Alex memukul tangan Alex.
" Iya sayang, bahaya anak gadis kok bonceng orang engga di kenal " tambah mama Arin.
" Engga apa tante, kan apartemen gak jauh juga dari sini. Ya udah Reta pergi ya tante takut kesiangan" pamit Reta di antar mama Arin dan mama Rafa sampai pintu.
Dengan cepat mama Alex mendorong tubuh Alex agar mengejar Reta di iringi dengan isyarat mata Rafa dan Adi.
" Tunggu Gue antar lo " teriak Alex mengejar Reta keluar.
" Engga usah, gue udah order ojek " jawab Reta datar yang langsung di tarik ponsel nya oleh Alex dan membatalkan order Reta melalui aplikasi.
" Beres kan? yuk" seru Alex mengembalikan ponsel Reta.
" Seenak nya aja sih lo" ucap Reta geram mengikuti langkah Alex menuju lift.
Mama Arin dan mama Rafa yang menyaksikan mereka berdua ikut tersenyum sambil menggelengkan kepala nya.
__ADS_1
" Sama sama suka kok gengsi ya jeng " seru mama Rafa tersenyum disusul senyum mama Arin sambil menepuk lembut pundak besan nya.