
" Tante, maafin Arin ya. Gue juga minta maaf sama Lo Di, gara gara Gue semua berantakan " sendu Arin tulus dengan wajah tertunduk.
" Kamu engga salah nak, memang Dia aja yang keterlaluan. Kami yang minta maaf sama Kamu " lembut Mama Adi.
" Iya Rin, Lo kagak salah. Gue yang minta maaf karena nyeret Lo ke masalah Gue, Lo jadi di hina kaya gitu " ucap Adi menyesal.
" Psiko tuh anak emang " ucap Alex kesal.
" Yank, Aku engga pernah tebar pesona, Aku juga engga pernah keluyuran tinggalin Alka. Aku cuma kirim makanan sama tas aja, kalau engga panas juga Aku ajak Alka kok " sendu Arin berkaca kaca ke arah suaminya, cepat di rangkul oleh Rafa.
" Aku tau yank, Kamu juga selalu pamit kalau kemanapun. Dan Aku juga tau kalau Kamu engga pernah nitipin Alka ke Mama buat main, sekarang juga Kamu udah gak pernah titipin Alka lagi. Aku percaya sama Kamu, karena Kamu emang baik dan suka sapa semua orang, engga pernah bedain dan Kamu juga bisa jaga diri " tulus Rafa berucap menarik Arik ke atas dada bidangnya.
" Aku sayang sama Kamu yank, Aku tahu Kamu jadi gak mungkin Aku kemakan omongan orang kaya Yessi atau siapapun " tambah kembali Rafa tulus.
" Makasih sayang " tulus Arin menitikan air mata.
__ADS_1
Tersenyum melihat ke arah Arin dan Rafa, semua merasa senang karena Rafa tak bisa termakan oleh ucapan Yessi. Semua juga tahu jika memang Arin selalu ramah pada siapapun, hingga menimbulkan kecurigaan pada tiap orang yang tak menyukainya. Seperti Reta yang menganggap Alex menyukai Arin karena kedekatan mereka, juga Yessi yang mencurigai jika Arin akan mengambil Adi darinya.
Tanpa Yessi dan Reta pahami, jika memang persahabatan mereka sudah melebihi saudara. Mereka pun mengetahui tiap batas yang harus dijaga ketika bersahabat dengan lawan jenis. Hanya saja, perkataan ceplas ceplos Adi juga Alex tak bisa dipahami Reta ataupun Yessi hingga menuduhkan hal yang merusak hubungan mereka sendiri.
" Di, Lo masih suka sama Gue? " tanya Arin tiba tiba, mengejutkan semua orang termasuk suaminya sendiri.
" Suka lah Lo sahabat Gue, tapi kalau cinta kaya du udah kagak Rin. Apalagi pas tau Gue punya anak perasaan itu pelan pelan ilang gitu aja, cuma emang Dia nya aja yang engga mau ngerti. Lo bisa tanya nih ke nyokap, Gue selalu cerita ke Dia " jelas Adi memang sudah berangsur menghilang semua perasaan cintanya pada Arin dan hanya rasa suka antar sahabat.
" Terus kenapa Lo gak bilang kalau Lo ditampar kemarin? " tanya kembali Arin yang juga menjadi pertanyaan lainnya.
" Lo, berapa kali udah di hajar gitu ama bini Lo? " penasaran Alex, membuat Adi menatap Mamanya.
" Empat " lirih Adi mengejutkan sahabat juga Mamanya sendiri.
" Apa nak? " terkejut Mama Adi melihat putranya berkata dengan wajah tertunduk.
__ADS_1
" Gila bini Lo " celetuk Rafa dan Alex bersamaan, sementara Arin dan Vio hanya membulatkan mata saling tatap.
" Tiap kali Mama marahin Aku gara gara Dia ngadu Aku kasar, bentak, gak perhatian, telponan sama cewek, itu semua bohong Ma. Aku engga pernah lakuin itu, bahkan Dia yang kadang bangunin Aku pakai di siram sama air. Terus pas Aku protes Dia malah nampar Aku, dan ngadu ke Mama katanya Aku bentak Dia, jadinya Mama marahin Aku tiap hari " jelas Adi masih dalam wajah menunduk, langsung di peluk oleh Mamanya.
" Kenapa Kamu tidak pernah cerita nak? " sendu Mama Adi menangis.
" Aku engga mau Mama sedih, Aku juga gak mau Dia kelihatan buruk Ma. Nutupi semua kejelekan istri udah tanggung jawab Adi, itu yang Mama ajarin kan? " ucap Adi panjang lebar, di usap punggung nya oleh Alex.
" Di, paling gak Lo bisa cerita ke Kita jangan di tanggung sendiri " tulus Rafa mengatakan.
" Iya Di, Kita sahabat susah senang Kita tanggung bareng. Masalah Lo masalah Kita juga, lain kali kalau Lo ada masalah apapun itu, Lo bisa cerita ke Kita. Lo gak bisa nanggung semua beban Lo sendiri Di, itulah gunanya sahabat " tulus Arin menatap sendu ke arah Adi.
" Maafin Gue " lirih Adi bersalah, usai dilepas pelukannya oleh Mamanya.
" Peluk Gue Di, pengen nangis guling guling Gue " ucap Alex merentangkan tangan pada sahabatnya.
__ADS_1
Adi tersenyum bahagia karena sahabat sahabatnya tetap ada mendukung dirinya. Alex langsung memeluk Adi, di susuk oleh Rafa memeluk dua sahabatnya. Rafa dan Alex pun meraih istri mereka untuk saling berpelukan bersama. Pemandangan dihadapannya tak mampu menahan tetesan air mata bahagia dari wajah cantik wanita dengan senyum merekah.