SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 113


__ADS_3

Ayah Yessy menghampiri Adi yang sudah duduk bersama Alka juga Rafa. Wajah tegasnya menambah grogi pada Adi, lebih lebih ketika suara dari pria yang berdiri di hadapannya itu mulai keluar.


" Adi, seperti janji sebelumnya, hari ini penentu Kamu dapat restu atau tidak. Kalau Kmu gagal jadi tinggalkan Yessy " tegas Anton melipat kedua tangan di depan dada.


" Siap om, eh maksud Saya baik Om " ucap Adi grogi sudah berdiri di hadapan Anton.


" Ikut Saya " tegas Anton dan meninggalkan Adi lebih dulu.


" Gimana nih? gugup Gue " ucap Adi ke arah Rafa yang tengah memangku Alka memberikan susu pada dari botol.


" Udah yakin aja Lo bisa, san buruan entar berubah pikiran lagi tuh Bapaknya Yessy " celetuk Rafa masih memegang botol susu untuk putranya.


" Oke deh, Alka doain Papa kedua ya. Nanti Papa belikan pampers yang banyak " ucap Adi mencium pipi chubby Alka dan berlari menyusul Anton.


Anton, Yessy juga Arin sudah berdiri tepat di hadapan banyak murid eskul. Yessy dan Arin baru saja melakukan pemanasan bersama dengan murid mereka. Di samping Antin sudah ada dua buah bata yang sudah tersusun rapi di antara tumpukan bata lainnya. Cepat Adi menelan kasar ludah dengan mata membulat melihat adanya tumpukan bata tersebut.


" Di sini ada Kakak Adi siap memberikan contoh pada kalian bagaimana memecahkan bata hanya dalam satu pukulan " ucap tegas Anton meletakkan kedua tangan di balik tubuh, seketika ditatap oleh Yessy dan mengembngkan senyum Arin menahan tawa.


Mendengar ucapan Anton, sontak saja Adi makin membulatkan mata menelan kembali saliva nya kasar. Senyum di paksakan mengembang oleh Adi, dengan batin mengumpat tak jelas.


" Ayah, Adi engga bisa lakukan ini " protes Yessy pada Anton.


" Yah, kalau emng Ayah engga suka sama Adi ya udah Yesdy mundur, tapi tolong Ayh jangan siksa Adi kaya gini " tambah kembali Yessy.


" Gu, gu, Gue bisa Lo tenang aja " sahut Adi terbata dalam ekspresi wajah tak karuan.


" Di, Lo mundur deh Kita engga usah lanjut hubungan ini engga ada gunanya juga Lo nuruti syarat engga masuk akal Ayah " serius Yessy mengatakan.

__ADS_1


" Apaan sih? Gue bisa " ngotot Adi meyakinkan Yessy, walau Dia sendiri tak yakin.


" Tenang aja, Adi bisa kok. Gue udah kasih tahu Dia caranya gimana " ucap Arin yakin, sudah banyak memberikan arahan ketika perjalanan ke rumah Yessy.


" Doain Gue, habis ini langsung Gue lamar Lo " ucap Adi penuh keyakinan.


Setelah mengambil napas panjang, Adi menghampiri Anton dengan diiringi tatapan semua murid, juga Arin serta Yessy. Alex, Rafa juga Viona yang baru datang mengamati dari kejauhan. Alaex dan Rafa terus memusatkan mata mereka pada Adi, seraya mendukung Adi dan berharap sahabatnya bisa melalui ini.


" Mati Gue, mati " batin Adi di hadapan tumpukan bata yang tersusun.


Napas panjang kembali di ambil Adi, dan memusatkan pikiran juga fokus mata pada tumpukan bata. Tangan kiri mulai Ia letakkan di balik tubuh sesuai dengan ucapan Arin, tenaga di tangan kanan coba dikumpulkan menjadi satu di sisi telapak tangannya. Penuh keyakinan Adi memukul keras bata yang bahkan tak retak apalagi pecah. Sorakan murid juga senyum sinis Anton, memaksa senyum Adi keluar dalam tangan terasa sakit.


" Adi udah " tak tega Yessy melihat wajah meringis kesakitan dari Adi.


" Di, fokus " singkat Arin berdiri di dekat sahabatnya itu.


Mata kilas dipejamkan oleh cowok yang masih ingin berjuang itu, terlintas bayangan bayangan aneh yang malah memberinya dukungan dari dalam. Kebersamaan bersama sahabat sahabatnya, tawa juga harapan sahabatnya tadi ketika dalam perjalanan, seolah menjadi kekuatan bagi Adi. Senyum dan perhatian Yessy. makin menambah kuat tekad Adi sudah dalam keyakinan mampu melewati tantangan Anton.


Kembali Ia mencoba dengan lebih fokus. Ucapan serta araha Arin terngiang jelas dalam telinga Adi. Rafa dan Alex juga Viona, mengangkat tubuh mereka menyemangati Adi dari jauh. Teriakan keyakinan juga semangat dari Rafa dan Alex, membuatnya percaya jika bisa melakukannya. Terlebih melihat Arin dengan senyum keyakinan dalam wajah cantiknya, membuat Adi lebih mempercayai dirinya untuk bisa melepas sepenuhnya Ibu muda cantik di sampingnya.


Demi kebahagiaan semua orang di sekitarnya, demi kebersamaa hubungan Rafa dan Arin juga Alka, demi perasaan yang bertahun tahun dipendam untuk Arin juga tekat melupakan. Sebisa mungkin Adi mengumpulkan bayangan tentang kemesraan Rafa juga Arin yang selalu membuatnya cemburu, tapi ingin tetap membiarkan mereka bersama.


Kecemburuan, persahabatan, cinta, harapan, kasih sayang, semuanya berkumpul menjadi satu dalam diri Adi saat ini. Tangan sudah bersiap memukul bata, sedikit anggukan kepala dalam mata terpejam serwta meyakinkan diri sendiri.


Suara sorakan kegembiaraan tiba tiba menggema, menyadarkan Adi yang sudah berhasil memecahkan bata dalam mata tertutupnya. Senyum Anton mengembang bangga, dan menepuk lirih pundak Adi.


" Gue berhasil? " tanya Adi tak percaya.

__ADS_1


" Lo berhasil Di " seru Arin dan Yessy bersamaan dengan senyum cantik keduanya.


" Ah, Gue berhasil " teriak Adi berlari ke arah dua sahabatnya dan memeluk mereka.


Ketiganya melompat kegirangan dan memutar bersama menandakan kebahagiaan mereka. Tak peduli tatapan tertuju pada arah ketiganya, Alka sudah menjadi bulan bulanan Adi dengan gemas mencubit pipinya.


" Gue kawin " teriak Adi senang memecahkan tawa semua yang ada di lapangan, termasuk Yessy juga Anton.


" Nikah, nikah bukan kawin " protes Alex dan Rafa bersamaan.


" Lamaran Gue besok, mau nikah dulu kawin dulu urusan belakangan. Penting besok emak Gue lamar Yessy " tawa Adi bersama dua sahabatnya.


" Lo bilang mau nunggu bareng Gue?! " protes Alex ketika tersadar.


" Kagak usah! pengen oecah kendi Gue "celetuk Adi masih berekspresi bahagia.


Yessy tak menghilangkan senyum melihat Adi begitu bahagia, Arin menyenggol lirih pundak Yessy menamoilakn senyum tercantik pada wajahnya.


" Selamat ya " ucap Arin tersenyum menyenggol lengan Yessy.


Yessy hanya tersenyum bersama wajah merah padam. Rasa malu juga bahagia berkumpul jadi sati pada diri Yessy.


Sementara Adi masih saja dengan kebahagiaannya, menghubungi Mamanya dengan kabar jika dirinya sudah mendapatkan restu. Segera Adi menagih janji lamaran dari Mamanya, yang pernah mengatakan akan langsung melamar Yessy tanpa syart jika putranya sudah mengantongi restu dari kedua orang tua Yessy.


Di rumah, Mam Adi juga melompat kegirangan mengetahui dirinya akan menyandang status Ibu mertua. Cepat wanita yang masih tertidur itu, menghubungi suaminya untuk melamarkan Yessy menjadi menantu karena putranya sudah bekerja keras demi restu.


Papa Adi, langsung meminta sekretarisnya memesankan tiket kembali dan berencana melamarkan sendiri gadis pujaan putranya. Mendengar kebahagiaan Adi dari telpon, Mamanya merasa bangga pada Adi sehingga tak berpikir lama untuk langsung menghubungi suaminya.

__ADS_1


__ADS_2