
Puas dengan berkumpul lagi bersama sahabat sahabatnya, Adi di sarankan Rafa untuk pulang dan menyelesaikan masalah. Keempat orang tetap iba akan nasib Adi itu, meminta agar calon Ayah tersebut tidak emosi ketika berusaha menyelesaikan masalah.
Ketika perjalanan pulang, terus Ia berpikir bagaimana cara mengatakan juga menjelaskan agar Yessi dapat mengerti. Menggunakan cara halus ataupun kasar seperti tadi, seakan tak mampu membuat istrinya bisa memahami apapun. Adi sudah jujur segalanya, mau itu hal baik ataupun buruk tapi tak dihargai juga. Bahkan Adi juga pernah menagatakan alasan sebenarnya Ia menikah untuk melupakan Arin. Kala itu, Yessi menerima dan berjanji membantu, tapi kenyataannya apa yang dilakukan Yessi justru menyiksa Adi sendiri.
Gadis yang dikiranya baik juga lembut, sama seperti mereka pacaran dulu, ternyata tak sama ketika sudah menikah. Sempat kaget akan sikap Yessi, Adi mencoba mengerti dan mengalah. Hingga hari ini semua meluap begitu saja ketika sikap Yessi sudah membuat Rafa emosi.
Sampainya di rumah, sudah ada Mamanya menunggu di teras rumah. Cepat wanita masih marah itu, menarik tangan putranya dan membawa masuk ke dalam kamarnya. Yessi sudah ada di kamar, masih dengan air mata yang dibuatnya sendiri akan tingkahnya.
" Adi, Yessi, ada apa dengan kalian berdua? " tanya Mama Adi pada dua orang sudah Ia minta duduk di tepi ranjang.
" Tanya Dia, apa yang udah Dia lakuin " sahut Adi tak menatap istrinya.
" Yessi udah cerita sama Mama, katanya Kamu juga teman teman Kamu marah karena anggap Yessi engga hargai undangan Alex dengan gak mau makan. Adi hal seperti itu kenapa harus di besar besarkan? Rafa sama Alex juga kenapa harus maki Yessi kaya gitu, Dia sedang hamil " panjang lebar Mama Adi menjelaskan, hanya di beri senyuman sinis Adi.
" Ma, Mama tahu gimana Rafa sama Alex kan? Mama kenal mereka dari mereka masih ingusan, terus sekarang Mama mau percaya sama mulut Dia? " santai Adi berkata, di pelototi oleh Mamanya.
__ADS_1
" Ma, Rafa jelas marah sama Dia, karena emng salah Dia sendiri. Arin udah baik ambilin Aku makan, soalnya nih menantu Mama gak mau ambilin makan, malah sibuk gandeng gandeng sampai bikin Aku malu aja. Tanya sama Dia, salah Alka sama Arin apaan sampai Dia bisa bersikap yang nyinggung Rafa, orang Aku cuma kasih Alka ayam aja Dia engga terima " tambah kembali Adi menjelaskan.
" Dia masih suka sama Arin Ma, jelas Aku engga mau lepasin Dia karena Arin bisa rebut Dia kapanpun, Aku lagi hamil masa Dia lihatin Arin sih " jelas Yessi cepat di tatap tak percaya oleh Adi.
" Gila ya Lo?! kapan Gue lihatin Arin? Gue nerima nasi dari Dia juga kagak lihatin, Gue kasih ayam buat Alka juga engga lihat Dia! Lo emang suka banget bohong ya? suka banget gitu Lo bikin Gue di marahi? tujuan Lo apaan sih? mau emak Gue bikin Gue pisah sama sahabat Gue? " tak percaya Adi ke arah istrinya.
" Yessi, Kamu bohong sama Mama? Kamu bilang mereka marah gara gara Kamu engga mau makan, tapi apa yang Adi bilang beda. Mama percaya sama Adi, karena seberapapun bandelnya Adi, Rafa juga Alex, mereka engga pernah berbohong sedikitpun. Dan untuk Arin bukannya Mama udah jelaskan? Arin sama Adi gak akan pernah jalin hubungan selain sahabat, walaupun Adi pernah suka sama Arin. Arin juga udah bahagia sama Rafa, dan Adi udah cukup bahagia lihat Arin bahagia, Adi juga sudah berusaha melupakan Arin. Kenapa Kamu engg ngerti sama semua penjelasan Mama? dan sekarang malah beranu fitnah mereka. Mama kenal betul siap Arin, Alex ataupun Rafa, mereka sudah seperti anak Mama sendiri " panjang lebar Mama Adi dengan penyesalan juga tak mengerti akan jalan pikiran menantunya.
" Maaf kalau Aku bohong, tapi Aku engga mau Adi berteman sama mereka, mereka engga baik Ma. Aku kenal Arin dan Dia suka senyum senyum sama cowok waktu latihan, Dia genit Ma. Apalagi Rafa sama Alex dari tadi cuma sindir Aku terus, Rafa juga bentak Aku " ucap Yessi.
" Yessi, Kamu engga kenal siapa mereka bertiga. Arin emng orang baik, Dia ramah, sama siapapun Dia senyum dan itu bukan genitm Bahkan sama asisten rumah tangga disini, Arin selalu ramah dan senyum, jangan pernah Kamu ngomong kaya gitu karena itu udah penghinaan, kalau keluarganya tahu mereka engga akan terima. Bukan mau bela mereka, tapi emang Kamu engga kenal siapa mereka dengan baik. Kalau niat Kamu bohong mau buat Mama jadi sekutu Kamu jauhin Adi sama sahabat sahabatnya, maaf dari sekarang Mama bilang enggak akan pernah! Mereka terhubung satu sama lain, tanpa mereka Adi juga engga akan pernah bisa jalani hidup normal. Jadi kemarin kemarin Adi kaya mayat hidup itu gara gara Kamu minta Dia jauh dari ketiga sahabatnya? keterlaluan Kamu ya! " kesal Mama Adi mengatakan.
" Aku lagi hamil, jadinya Aku sensitif " kilah Yessi cepat di jawab Adi.
" Lo kagak hamil juga sama! udah deh Ma, mending besok Aku panggil anak anak kemari biar clear semuanya, biar nih anak kagak punya otak nih bisa mikir! " jengkel Adi menegaskan kata mikir.
__ADS_1
" Ngapain? Kamu mau mereka keroyok Aku kaya tadi? " melotot Yessi ke arah Adi.
" Mana? kapan? tuh ada CCTV di tempat Alex, besok Gue suruh bawa biar Mama bisa dengar semua dan lihat semua yang udah Lo lakuin, biar Mama yang mutusin " ucap Adi masih dalam nada jengkel.
" Kenapa Mama harus ikut campur? ini rumah tangga Kita!" ucap Yessi setengah berteriak.
" Engga ada yang ikut campur urusan rumah tangga Kamu, kalau Kamu engga cerita bohong sama Mama! Mama engga akan percaya sebelum semua datang dan bawa bukti jelas! dasar tukang bohong! " kesal Mama Adi akan ucapan Yessi dan kekuar menutup keras pintu.
" Lo emng ngeselin ya, bodoh lagi. Cara Lo kaya gini cuma bikin semua orang jijik sama Lo, kalau Lo engga hamil pasti udah Gue buang Lo jauh jauh dari hidup Gue " seru Adi beranjak dan hendak tidur di kamar tamu.
" Aku bakal bilang semua sama Ayah! " teriak Yessi.
" Terserah Lo, Gue engga takut. Gue udah jujur semua ke Lo, kagak ada yang Gue tutupin satupun. Jadi Lo mau ngadu silahkan, Lo pikir Gue takut? denger ya, selama Gue jujur, Gue mampu lawan siapun " ucap Adi dan cepat pergi dari kamar.
Perdebatan tanpa henti karena kesempitan pemikiran Yessi juga kebohongannya, sudah menbuat Adi dan Mamanya semakin geram pada Yessi. Terlebih Mama Adi yang amat kecewa akan sikap menantu yang di anggapnya baik itu. Saat Ia tahu jika Dia berusaha menjelek jelekkan sahabat putranya yang sudah di anggap nya anak, enatah mengapa Ia merasa sangat kesal dan tak terima.
__ADS_1
Pasalnya Dia tahu bagaimana kedekatan Adi dengan ketiganya. Mereka selalu ada ketika susah ataupun senng. Bahkan Ia juga menjelaskan hal itu ketika Yessi bertanya akan Arin dulu. Bukan ingin membela siapapun, tapi karena memang Adi dan ketiga lainnya tak pernah sedikitpun berbohong. Walaupun konyol dan suka bercanda kelewatan, tapi mereka adalah anak anak yang jujur dan penurut pada orang tua mereka. Menjaga persahabatan dengan sangat baik. Bagi Mama Adi tak ada yang salah dengan persahabatan walau sudah menikah, yang terpenting tahu dimana batasnya yang selama ini Ia percaya pada Adi dan lainnya.