SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 115


__ADS_3

Satu minggu setelah Adi mendapatkan restu orang tua Yessy, Ia dan keluarganya datang melamar gadis pujaannya. Keluarga Rafa dan keluarga Alex pun ikut hadir, namun tak dengan Arin, Alka juga orang tua Arin yang sudah memiliki rencana lain malam ini. Keluarga Arin terpaksa tak ikut, karena lamaran dadakan yang di agendakan keluarga Adi bertepatan dengan pernikahan sepupu Arin di Bandung.


Walau berat hati melepaskan anak juga istrinya menginap malam ini, Rafa harus tetap merelakan karena Ia juga harus mendampingi momen penting sahabatnya. Meski jelas dirinya pasti akan di tanyakan oleh keluarga besar istrinya nanti, namun mertua juga istrinya dapat memahami posisi Rafa dan memintanya untuk bisa tetap mendampingi Adi.


Dalam kediaman Yessy sudah terlihat keluarga besar Yessy menyambut kedatangan dari Adi. Mama Adi langsung memeluk dan meckium kening calon menantunya, namun Adi malah membuka mulut lebar melihat Yessy malam ini. Pasalnya Yessy selalu terlihat tomboi dengan celana jeans dan kaos yang di lapisi jaket, kini harus tampil cantik dengan dress putih juga rambut tertata rapi.


" Banjir kali Di " celetuk Rafa mengatupkan paksa mulut sahabatnya, di tertawakan oleh Alex yang di pukul Maminya cepat.


" Engga sopan Alex ! " tegur keras wanita canti di belakang Alex memukul keras pundak putranya sambil melotot.


" Sakit kali Mi, kenapa engga di tendang aja sekalian sih ?" gerutu kesal laki laki berkemeja biru tua tersebut mengusap punggungnya.


Keluarga Yessy mempersilahkan semuanya untuk duduk dalam ruang tamu mereka, Adi masih saja tak berpaling dariu wajah cantik calon istrinya yang kini di poles sedikit make up tipis. Terlihat cantik dan mempesona bagi Adi yang baru pertama kali melihat Yessy seperti malam ini.


Papa Adi mengutarakan niat baik mereka datang kepada Ayah Yessy, membuat Addi deg degan tak karuan. Dengan duduk di apit kedua sahabatnya, Adi tak henti menyeka keningnya dengan tisu. Terus saja kening laki laki dengan ekspresi gugup tersebut mengeluarkan bulir bulir keringat.


" Jantungan Lo ?" lirih Rafa berbisik ke arah sahabatnya.


" Enak aja Lo, deg degan Gue Fa udah kaya mau di lempar ke jurang sekarang " lirih Adi bersisik dibalas senyuman Rafa.


" Udah sih biasa aja, jelas udah ditolak habis ini " lirih Rafa menggoda membulatkan mata Adi seketika.


" Rese Lo, Gue ditolak terus bini Lo yang Gue lamar " seru Adi tak terima dan saling mendorong tubuh bersama Adi sama sama tak terima.


Mama Rafa langsung menimpuk kepala keduanya dengan tas tangan, sehingga membuat Adi juga Rafa protes dan di tertawakan keras oleh Alex yang juga cepat mendapatkan timpukan tas tangan oleh Mama Rafa. Usai menimpuk ketiga sahabat tak tahu tempat tersebut, Mama Rafa mengembangkan senyum paksa ke arah semuanya.


" Maaf, kalau lagi bareng suka lepas kontrol " ucap Mama Rafa mengembangkan senyum paksa.

__ADS_1


" Lepas kontrol, dikira Kita gila apa ? " gerutu Adi, Alex dan Rafa bersamaan.


Usai ketiganya duduk tenang, Papa Adi melanjutkan pembicaraannya bersama keluarga Yessy. Niat baik dari keluarga Adi di terima hangat dengan tangan terbuka oleh seluruh keluarga gadis yang duduk di samping Bundanya itu.


Tanggal pernikahan juga ditentukan bersama dalam acara lamaran, pernikahan yang langsung akan dilakukan resepsi tersebut di persiapkan matang oleh kedua keluarga. Dua minggu dari hari ini, rencananya Adi dan Yessy akan melangsungkan pernikahan, karena Mama Adi tak ingin jika putranya nanti nekat karena sudah merasa memiliki hak atas Yessy. Terlebih ucapan Adi tentang pecah kendi berulang, makin membuat Mama nya khawatir akan pergaulan jaman sekarang.


Adi, Rafa dan Alex masih dijaga Mama Rafa juga Mami Alex di samping mereka. Ketiganya menyimak dengan seksama semua pembicaraan orang tua dan menyeringai puas akan keputusan bersama yang telah di sepakati. Saking bahagianya, ketiga sahabat tersebut terperanjat dari duduk dan berseru bersamaan.


" SAH " seru Rafa, Adi dan Alex bersamaan sambil tersenyum saling memeluk bahagia.


Ucapan dan tingkah ketiganya memecahkan tawa semua orang di ruang tamu yang tadinya terlihat serius. Cepat Mama Rafa dan Mami Alex menarik tubuh ketiganya kembali duduk, lagi lagi harus terpaksa mengembangkan senyum kedua Ibu yang merasa malu akan tingkah anak anak nya.


Mama Adi melotot tajam ke arah putranya, langsung menundukkan wajah Adi seketika usai mendapat cubitan pedas pada pinggangnya oleh Mama Rafa juga Mami Alex, usai kedua wanita cantik tersebut mencubit putra mereka masing masing.


" Yessy bakal awet muda kalau hidup sama Adi dan bergaul dengan teman temannya " ucap Nenek Yessy tersenyum, di balas senyuman Yessy malu seraya menundukkan wajah.


" Mama dengar kan ?" senyum Rafa pada Mamanya bangga.


" Diam ! udah punya anak satu masih aja bikin malu! " tegur Mama Rafa melototi putranya.


" Iya nih, udah jadi Bapak tapi tingkahnya kaya anak kecil " celetuk Alex menatap sahabatnya.


" Kamu juga! "tegas Mami Alex menundukkan wajah putranya, di tertawakan oleh Adi melihat dua sahabatnya tertunduk takut pada Ibu masing masing.


" Adi ! " melotot Mama Adi ke arah putranya dan langsung menundukkan wajah juga, membuat Alex dan Rafa tertawa namun mengatupkan paksa bibir mereka.


" Rafa sudah punya anak? mana istri sama anaknya kok engga di ajak ?" tanya Nenek Yessy ke areah laki laki masih tertawa menahan suara tersebut, langsung di tepuk lirih pundaknya oleh wanita cantik di dekatnya.

__ADS_1


" Mama sakit ! " protes Rafa.


" Ditanyain itu loh sama Nenek nya Yessy " ucap Mama Rafa mengisyaratkan mata agar putranya melihat ke arah Neneknya Yessy.


" Iya Nek, kenapa ?" sopan Rafa.


" Ganteng banget, anak sama istrinya kemana ?" lembut Nenek Yessy tersenyum.


" Lagi ke Bandung Nek, ada acara pernikahan saudara ' senyum Rafa sopan.


" Nenek kira belum punya pasangan, mau Nenek jodohkan sama cucu Nenek " ucap Nenek Yessy memegang paha gadis di sampingnya, namun tak dilihat oleh Rafayang hanya tersenyum.


"Rafa ini udah punya istri sama anak Bu, Dia ini tipe laki laki setia dan sabar banget kalau jaga anaknya. Istrinya Rafa ini ikut Yessy kasih pelatihan ekstra di sekolah " panjang lebar Anton menjelaskan.


" Saya juga orangnya setia kok Yah " celetuk Adi mempromosikan diri.


" Iya saking setianya suka orang dari SMA baru bisa lepas sekarang " lirih Alex diinjak kakinya oleh Adi hingga memekik kesakitan.


" Nenek percaya kalau kalian ini orangnya setia, kalau nak Alex udah punya istri juga ?" lembut Nenek Yessy menatap ke arah Alex.


" Ha ? Saya Nek ? ada istri kok, ada " senyum Alex menganggukkan kepala berulang.


" Ada, tapi kabur " lirih Adi dan Rafa bersamaan sambil menepuk tangan mereka di bawah seraya menahan tawa.


Tingkah ketiga sahabat itu masih menjadi pemecah keseriusan semua orang yang merasa terhibur. Meski terlihat konyol, namun ketiganya memang menunjukkan sisi dewasa yang sudah pernah dilihat oleh Ayah Yessy sebelumnya. Terlebih Rafa yang setia menjaga putranya ketika menunggu Arin melatih.


 

__ADS_1


 


__ADS_2