SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 128


__ADS_3

Dalam perjalanan, Alex, Rafa juga Arin tak berhenti menertawakan pernikahan Adi. Sedangkan Alka tak diperbolehkan oleh Mama Rafa untuk ikut bersama orang tuanya, karena tak mau cucu satu satunya ketularan Bunda juga Ayahnya.


Sedangkan Adi satu mobil bersama Yessy juga supir pribadi keluarga Adi menuju hotel. Adi yang ingin bersama dengan sahabat sahabatnya, di larang oleh orang tuanya karena sudah menyiapkan mobil sendiri.


Iring iringan mobil keluarga mengikuti di belakang mobil yang di naiki Adi, yang di depan lebih dulu jalan mobil Rafa bersama Alex yang mengemudi.


Begitu sampai hotel, sudah tersedia kamar untuk kedua mempelai tersebut berganti pakaian dan sekedar istirahat sejenak untuk menunggu hingga resepsi di mulai. Tak pernah berada satu ruangan tertutup, baik Yessy ataupun Adi yang sengaja diberi waktu berdua sejenak itu hanya diam dalam perasaan gugup.


" Makan ya? " ucap Adi membuka pembicaraan namun merasa bodoh sendiri, dan mengumpat dalam hati.


" Engga deh Di, Kamu kalau mau makan engga apa apa sih Aku panggil Bunda ya " lembut Yessy sudah duduk di tepi ranjang, membulatkan mata Adi.


" Lo panggil Gue apa? Kamu? " tanya Adi tak percaya di balas senyum oleh Yessy.


" Mulai biasain diri aja, masa iya mau Lo Gue terus sih? Kita kan udah nikah " lembut Yessy tersenyum, mengembangkan senyum malu malu Adi.


" Acaranya jam berapa sih? " tambah kembali Yessy.


" Tar sore sih, makanya Kita di kurung di sini dulu lainnya pulang ke rumah " jelas Adi.


" Lah, kan tadi ikut kesini? " tanya Yessy.


" Iya, udah balik ke rumah Gue semua. Tahu mak Gue maksudnya apaan " jawab Adi bingung sendiri.


Ketukan pintu dari perias mengejutkan keduanya, dan cepat di buka oleh Adi. Sengaja perias itu datang untuk membongkar sanggul juga kebaya milik Yessy, karena nanti Yessy akan mengenakan gaun yang sudah di persiapkan.


" Mba, bisa tidur dulu nanti Kita ganti make up sekitar pukul dua ya " sopan perias yang tengah melepas sanggul Yessy dengan tersenyum.

__ADS_1


" Iya mba, makasih ya " lembut Yessy menjawab.


Adi menunggu di tepi ranjang, tak tahu apa maksud dari keluarganya. Acara yang dikira langsung di lakukan, ternyata baru sore hari dan malah meminta keduanya beristirahat lebih dulu. Terus berpikir keras, Adi tanpa sengaja melihat perias membuka kebaya istrinya dan mulai batuk mengalihkan pandangan.


Yessy sendiri merasa aneh, harus mengenakan kemben saja di hadapan Adi. Merasa risih juga canggung, Yessy menutupi menundukkan wajah di senyumi oleh perias yang melihat wajah keduanya bergantian.


Usai melepas dan Yessy juga berganti pakaian di kamar mandi, perias meminta ijin keluar meninggalkan Adi juga Yessy di dalam.


" Kok agak aneh ya Di, biasanya kan langsung ke resepsi?" ucap Yessy menghampiri Adi di atas ranjang.


" Tau emak Gue, emang orang nya aneh. Jadi biasain diri aja mulai sekarang. Gue aja bingung malah di kurung gini " sahut lelaki sudah melepas jas tersebut.


" Kamu, masa Mama sendiri di bilang aneh sih " senyum Yessy menggelengkan kepala.


Adi berjalan menghampiri Yessy dan duduk di samping gadis baru menjadi istrinya itu. Tangan di raih Adi perlahan dan di letakkan di atas pangkuannya. Jantung keduanya seakan bisa saling di dengar saking kencangnya, karena memang untuk pertama kali mereka melakukan hal itu.


" Kamu suamiku Di, semua udah jadi milik Kamu sekarang. Aku bakal berusaha jadi istri yang baik buat Kamu mulai sekarang " senyum Yessy mengembang.


Tak mengerti keberanian dari mana, Adi memegang sisi wajah Yessy dan mendekatkan wajah. Bibir sudah terhapus make up itu di kecup lembut oleh Adi. Ada perasaan makin aneh mendera keduanya ketika pertama kali bibir merek bertemu.


Hal baru dirasakan sama sama, mengalun begitu saja dengan saling menikmati dan belajar bersama. Tak mau melakukan hubungan itu lebih jauh, Adi hanya merebahkan diri bersama Yessy. Memeluk tubuh ramping di depannya sambil tetap mengatur napas dalam debaran jantungnya.


Sementara di rumah Adi, keluarganya saling membicarakan kedua pasangan tersebut. Keluarga Yessy masih tak mengerti akan pernikahan yang mereka anggap sedikit aneh, karena malah membiarkan putri berduaan lebih dulu.


Namun Mama Adi yang tahu putranya tak pernah dekat dengan perempuan sebelumnya, memang sengaja ingin mereka lebih dekat ketika sudah sah sebelum malam pernikahan mereka nanti. Papa Adi yang tak mampu memahami jalan pikiran istrinya itu, memilih untuk mengikuti saja meski merasa sama dengan lainnya, yaitu aneh.


Sedangkan Rafa, Arin dan Alex sudah tiba di apartemen Rafa menunggu waktu untuk mereka bersama ke tempat resepsi. Arin menyiapkan makan untuk semuanya, karena putranya di tahan di rumah mertuanya hingga nanti.

__ADS_1


" Lo, ngerasa aneh gak sih sama urutan nikahan Adi? " celetuk Rafa ke arah Alex.


" Kagak aneh, orang emaknya ngebet banget punya cucu. Ya sengaja di bikin kaya gini, udah pecah kendi kali tuh anak di hotel sekarang " sahut Alex bermain game bersama sahabatnya.


" Engga mungkin berani " tawa Rafa fokus ke arah game pada TV datar ruang tengah apartemennya.


" Gue telpon deh, Gue kasih jurus jitu " celetuk Alex ditarik cepat kemejanya oleh Rafa.


" Ngarang aja Lo! biarin berduaan! " tegur keras Rafa menahan.


" Tuh anak bodoh Fa, kalau kagak di arahin mana ngerti sih? " sahut Alex kembali duduk.


" Udah biarin, nalurinya juga bakal main sendiri nanti " celetuk Rafa tetap tak mengijinkan sahabatnya.


Di kamar hotel, Adi masih tetap memeluk tubuh Yessy. Tak bisa berkata apapun akan apa yang di rasakan keduanya, mereka tetap saling di atas ranjang saling memeluk.


" Di...." seru lirih Yessy menatap wajah laki laki yang dekat di depan wajahnya.


" Apa? " sahut Adi menatap dalam mata Yessy.


" Aku mau ke kamar kecil " polos Yessy mengejutkan Adi dan melepas pelukannya.


" Ampun, Gue kira Lo mau ngomong apaan " seru Adi tak percaya di balas senyuman Yessy.


" Bentar ya, Gue cuma mau cuci muka gerah banget " sahut Yessy beranjak lalu berjalan cepat ke arah kamar mandi.


" Gue juga gerah banget. Duh mau ngapain Gue? masa Gue pecahin sekarang? gimana ngajaknya? kalau di tolak? malau banget dong Gue. Sabar deh entar aja " gumam Adi kebingungan sendiri sambil mengipasi wajah menggunakan kemeja masih di pakainya.

__ADS_1


Pendingin kamar sudah 18, namun tetap saja keduanya merasa gerah akan perasaan mereka sendiri.


__ADS_2