
" Kamu hamil yank? Beneran? Kita mau punya anak yank? " cerocos Rafa dengan ekspresi sangat bahagia memegang ke dua pundak Arin.
" Iya yank, kamu jadi bapak aku jadi emak " seru Arin yang langsung membuat Rafa melompat kegirangan seperti seorang anak kecil.
" Aaaah sayang aku seneng banget " seru Rafa yang langsung mengangkat tubuh Arin dengan senyum terukir di wajah tampannya.
" Kamu mau bunuh aku sama anak kamu apa? Turunin yank sakit " protes Arin karena merasa sakit perutnya yang kenyang tiba tiba di gendong oleh suaminya yang heboh.
" Maaf yank maaf, aku terlalu seneng. Mana yang sakit yank? " tanya Rafa khawatir dengan mencari cari bagian tubuh Arin yang sakit.
" Perut aku yank, kenyang malah kamu angkat gitu. Ketekan kan jadinya, kalau anak kamu sakit gimana" gerutu Arin dengan wajah masam.
" Maaf yank, haduh maafin ayah ya nak. Ayah bahagia banget " seru Rafa sambil mengelus perut Arin yang masih datar lalu menuntun Arin agar duduk di sofa depan tv.
" Seneng banget sih kamu yank? " tanya Arin karena Rafa yang duduk berjongkok di hadapan Arin selalu tersenyum mengelus perut Arin.
" Seneng dong yank, seneng banget malahan. Tapi kamu tahu hamil dari kapan kok ga kasih tau aku? " protes Rafa karena baru tahu kehamilan istrinya
__ADS_1
" Udah satu minggu sih yank, cuma aku belum yakin takut kamu kecewa, makanya tiap pagi aku tes dan hasilnya sama" jawab Arin santai
" Jadi kemarin kemarin kita kaya gitu kamu udah hamil yank? "tanya Rafa mengingat permainannya yang terlalu berhasrat
" Iya yank, tadi dikamar mandi yang kamu kalap kaya gitu juga aku udah hamil yank" ucap Arin yang sedikit jengkel karena saat ia tengah lelah Rafa malah melakukannya.
" Maaf yank aku kasar ya, anak kita engga apa kan yank? " seru Rafa menyesal sambil mengusap perut Arin.
" Protes kali yank di dalam, bapak nya udah kaya singa kalau pengen "goda Arin menyeringai.
" Aku besok ada kelas pagi yank, kamu juga kan ada kelas terus mesti ke kantor kan yank" jawab Arin
" Engga, besok kita libur. Aku juga bakal ngomong ke papa ijin dulu. Eh atau kita kabari mama sekarang ya yank? " usul Rafa
" Jangan yank, belum pasti juga " seru Arin mencegah Rafa untuk menelfon orang tua mereka.
" Ya udah deh kalau gitu sekarang kamu harus tidur, anak kita juga butuh istirahat yank" ucap Rafa membelai halus rambut istrinya seraya berdiri.
__ADS_1
" Gendong... " manja Arin sambil mengulurkan tangan nya yang disambut senyum oleh Rafa dan dengan pelan mengangkat tubuh Arin.
" Aduh, berat banget kamu yank kalau abis makan " protes Rafa memercingkan wajahnya
" Kan dua orang yank" kilah Arin yang bergelayut di tengkuk Rafa sambil cengengesan
" Iya ya yank" jawab Rafa tersenyum lalu di cium bibirnya kilas oleh Arin.
Rafa menggendong iatrinya menuju kamar dengan sangat hati hati karena takut jika ia menjatuhkan Arin dan calon anaknya.
Sesampainya di kamar Rafa merebahkan tubuh Arin dengan pelan seperti gerakan slow motion hingga membuat Arin geram.
" Lama banget sih yank tinggal turunin gitu aja, aku lompat nih" ancam Arin karena merasa tubuhnya tak juga sampai tempat tidur.
" Eh ngawur kamu, jangan dong. Kamu tuh sekarang harus ekstra hati hati dan pelan pelan kalau mau apa apa" tegas Rafa yang membuat Arin menghela nafas merasakan suaminya yang akan semakin posesif terhadapnya.
Rafa mulai menyelimuti tubuh istrinya yang kini tengah ada calon buah hati mereka di rahimnya, lalu Rafa memutar untuk ikut tidur bersama Arin. Dengan tangan yang terus memegang perut datar Arin mereka berdua mencoba terlelap bersama kebahagiaan yang menyelimuti rumah tangga mereka kini. Sebuah kebahagiaan yang telah lama di nanti oleh Rafa dari sebelum mereka lulus SMA karena memang ia sangat ingin menjadi seorang Ayah muda yang bisa berjalan jalan bersama anak dan istrinya. Seakan semua doa dan impian Rafa terwujud saat ini membuat Rafa menjadi seorang yang sangat bahagia dan semakin merasa beruntung memilik Arin dalam hidup nya.
__ADS_1