SWEET MARRIAGE

SWEET MARRIAGE
BAB 82


__ADS_3

Pukul 04.00 Rafa yang terbangun karena tangisan Alka, memberanikan diri untuk mengangkat tubuh putranya dengan sangat hati hati dan meletakkannya di samping Arin yang masih terlelap. Rafa membuka sendiri dada istrinya agar Alka bisa minum tanpa harus mengganggu istrinya yang sangat lelap bahkan tak mendengar ketika Alka menangis dengan begitu kencang. Rafa memposisikan tubuh nya miring dengan Alka yang ada tingah untuk menahan dada Arin tak menutupi hidung putranya.


" Enak ya Kamu pagi pagi udah kaya gini, Ayah juga pengen sayang " gumam Rafa menggoda putranya yang terus minum dengan kuatnya.


Rafa yang tak berani melihat ke arah dada Arin meski memegangnya untuk menahan ketika putranya minum, meski sekali kali matanya tetap melirik ke arah benda kenyal tersebut dan membuatnya harus menggelengkan kepala kasar demi menyadarkan pikiran kotornya.


" Kenapa di lepas di depan Ayah sih nak " gumam Rafa frustasi ketika Alka yang sudah berhenti minum dan melepaskan ujung dada bundanya ketika Rafa sedang mencium pipi Alka.


Perlahan Rafa menutup kembali milik Arin yang tak mengenakan dalaman tersebut dengan menutup mata dan sangat hati hati agar tak menyentuh ujung benda tersebut. Rafa kemudian mengangkat tubuh putranya dan membantunya bersendawa sesuai yang di ajarkan mertuanya. Usai memastikan jika putranya tersebut bersendawa dengan kencang yang membuatnya tertawa karena merasa sangat mirip Arin ketika kekenyangan. Karena Alka yang tak kembali tidur, Rafa memutuskan untuk meletakkan kembali putranya di antara dirinya dan Arin sambil terus mengajak putranya tersebut berbicara dan bercanda meski Ia tahu Alka tak akan menjawabnya, namun bibir Alka yang menjulurkan lidah hingga berbunyi cukup membuatnya lega dan tertawa.


Arin yang terbangun pukul enam, mulai meregangkan tubuhnya dan mendapati Alka di samping tubuhnya dengan suaminya yang menatapnya lekat sambil melebarkkan senyum memperhatikan Arin.


" Pagi sayang " tegus Rafa tersenyum ke arah Arin yang mulai menatapnya lekat sambil tersenyum.


" Pagi sayang, kok Alka di sini ?" ucap Arin yang mencium pipi putranya.


" Tadi nangis yank, terus Aku kasih ASI dari Kamu deh " sahut Rafa masih menahan kepalanya dengan tangan memperhatikan Arin terlihat cantik meski bangun tidur.


" Kamu buka buka baju Aku ? Kamu menodaiku yank " goda Arin menutupi dada nya dengan tangan.


" Kenapa baru sekarang yank setelah Alka lahir Kamu baru protes gitu " seru Rafa tersenyum mendengar ucapan Arin yang mulai tertawa.


" Ya udah Aku mandi dulu ya sayang, nanti biar tinggal mandiin Alka " ucap Arin yang lalu di vium bibirnya oleh Rafa.


" Iya sayang " jawab Rafa kembali keposisinya setelah mencium lembut Arin seperti biasa Mereka lakukan ketika bangun tidur.

__ADS_1


Rafa yang mendengar bel apartemen nya menggendong Alka untuk melihat siapa yang datang sepagi ini ke tempatnya. Mata Rafa yang terkejut melihat Adi dan Alex pagi pagi datang kerumahnya dengan membawa banyak barang dan menerobos masuk sebelum di persilahkan.


" Lo berdua mau jualan di rumah Gue ?" tanya Rafa melihat banyak nya mainan dan popok serta makanan dan buah yang sahabatnya bawa.


" Ngarang aja, nih buat Alka semua " seru Adi meletakkan banayk mainan di meja ruang tamu yang sudah diletakkan lebih dulu satu karton popok oleh Alex.


" Lah ni juga popok segini banyak lo suruh bini Gue jualan ? nih mainan buat apa coba anak Gue masih bayi " seru rafa memperhatikan semua yang ada di meja.


Tanpa menjawab Rafa, Adi dan Alex menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapan buat mereka semua yang sengaja di masakkan oleh Mama Adi juga Mami Alex untuk Arin dan Rafa dari pagi. Adi membuat kopi untuk Rafa dan Alex juga dirinya, sementara Alex yang sudah menata makanan di meja makan mulai menata buah di sebuah wadah dan di bawa nya ke meja makan.


Arin yang keluar dari kamar dengan memakai daster serta handuk melilit di rambutnya terkejut dengan banyak nya barang di meja berserakan dan kedua sahabatnya yang repot sendiri di dapur.


" Ada apa ?" tanya Arin heran ke arah Rafa yang menggendong Alka dengan terus memperhatikan Adi dan Alex yang tak berkata apapun namun sibuk sendiri.


Rafa hanya menjawab Arin dengan menaikkan kedua bahunya dan wajah yang juga tampak heran. Perlahan Arin berjalan ke arah dapur dan menegur dua sahabatnya yang masih sibuk di dapur.


" Eh udah bangun Lo ? sini makan udah siap semua " seru Alex sambil menata piring di atas meja.


" Nih susu buat Ibu menyusui Lo minum, jangan minum susu coklat lagi " tambah Adi menyodorkan segelas susu ke hadapan Arin.


" He nih apaan sih Lo berdua ?" tegur Rafa yang masih heran


" Mulai hari ini Kita bakal sering kesini dan pastiin Arin makan yang bergizi juga minum susu biar anak Kita tumbuh sehat dan bisa cepat main basket sama Kita, ya gak Di " ucap Alex dan di angguki oleh Adi.


" Engga tinggal di sini juga ?" tanya Arin dengan wajah masih aneh dengan sikap Adi dan Alex yang dinilai berlebihan.

__ADS_1


" Nah boleh tuh mulai entar malam Kita pindah sini " sahut Adi tersenyum ke arah Alex.


" Enak aja, engga Lo berdua kira tempat Gue penampungan " gumam Rafa sambil memberikan Alka ke arah Arin karena di minta oleh istrinya agar Rafa membereskan semua yang di buat teman nya di ruang tamu.


Adi dan Alex menghampiri Alka yang di gendong Arin dengan menciumi pipi bocah tersebut yang langsung di tarik kaos mereka oleh Rafa bersamaan.


" Kena bini Gue bego " ucap Rafa karena Alka yang di dekap di dada Arin.


" Cemburuan Lo " gumam keduanya bersamaaan lalu cengengesan bersama.


Adi dan Alex tertawa menggaruk tengkuk mereka bersamaan diiringi tatapan jengah Rafa.Rafa mengajak dua sahabatnya untuk membawa semua barang dan menatanya di kamar atas, di kamar Alka yang sudah mereka siapkan di samping kamat mereka dan membiarkan Arin untuk merawat Alka sebelum makan sarapan bersama.



Visualnya Rafa



Visual Arin



Visualnya Adi


__ADS_1


Visual Alex


__ADS_2