Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Episode 100


__ADS_3

''Vino anak mu''. Bella datang dengan membawa bayi perempuan di tangan nya.


''Anak ku?'' Tanya Vino yang terkejut saat mommy nya membawa bayi perempuan.


"Iya vin, dokter mengatakan jika anak mu di nyatakan selamat, ini keajaiban vin. Walaupun hanya satu tapi itu sudah lebih baik."


Vino mendekati Bella dan mengambil anak nya dari Bella,is memeluk bayi perempuan itu dengan penuh tangisan, bahagia dan sedih menjadi satu di dalan hati nya.


"Kamu aman sayang, kamu aman bersama ayah. Ayah akan melindungi dari siapapun yang ingin menyetuh dan menyakiti mu."


Vino kembali meletakan anak nya di samping saudara kembar nya. Ia tidak tau siapa yang lebih tua dari mereka berdua, tetapi vino menganggap jika anak laki-laki yang layak menjadi seorang kakak, karena ia akan bisa melindungi adik nya.


Setelah mengantarkan anak vino bella kembali keluar karena ia harus pulang, yang bertugas menemani Vino menemani Kevin malam ini adalah Kevin.


Kevin mendekati Vino dengan membawa nya makanan, karena ia tau jika Vino pasti sangat lapar. "Makan vin, kau pasti sangat lapar kan, aku tau pasti kau tak mau makan kan. Tapi jika kau sakit bagaimana dengan Citra dan anak-anak mu, siapa yang menjaga nya.'' ucap Kevin


"Kenapa kau masih disini, pergi lah aku ingin sendiri dan jangan khawatir kan aku.'' kata Vino.


Kevin memilih menjauhi Vino dan duduk di sofa, ia mengerti jika Vino memerlukan waktu sendiri. Tidak lupa pula Kevin meletakan makanan itu di dekat Vino.


Air mata Vino kembali jatuh saat melihat kedua anak nya, ia masih tidak rela jika kedua anak nya yang lain tidak selamat. Rasa nya benar-benar menyakitan.


"Bagaimana aku menjelaskan semuanya pada mu sayang, aku takut, aku tidak bisa sayang. Kenapa tidak aku saja yang tertusuk, kenapa kamu menyelamatkan ku, aku yang seharusnya mati sayang." ucap Vino.

__ADS_1


Beberapa hari telah berlalu, Vino masih setia menjaga istri nya dan anak-anak nya, ia tidak memperbolehkan siapapun menyentuh kedua anak nya, kecuali dokter dan suster yang ingin membersihkan anak nya.


Ia juga sudah menguburkan kedua anak nya yang tidak selamat lengkap dengan nama mereka berdua. Berbeda dengan yang berada di dekat nya ia masih belum memberikan nama karena menunggu Citra bangun.


"Sayang anak ayah." Untuk mengusir rasa bosan nya, Vino pasti bermain dengan ke dua anak nya, wajah mereka berdua benar-benar mirip dengan nya sesuai dengan yang ia inginkan.


Keluarga yang lainnya tidak bisa berbuat banyak mereka hanya bisa melihat anak dan Vino dari jarak yang cukup jauh, karena takut dengan Vino yang bisa meledak seketika.


"Minggir lah, daddy ingin melihat cucu ku." Ucap Stiven.


"Jangan dad, jangan sentuh anak ku." ucap Vino dengan nada yang cukup tinggi.


"Vino, aku hanya ingin menggendong cucu ku, apa tidak boleh." .


"Ku mohon dad jangan menyentuh nya, aku takut dad." Vino kembali menangis.


Stiven membatalkan niatnya, ia, mengusap rambut Vino, dan meletakkan wajah Vino ke dalam pelukan nya.


"Kau kuat vin, daddy mengerti apa yang kau rasakan. Semoga kau bisa melalui ini semua dengan baik." Ucap Stiven.


Setelah daddy nya pergi, Vino kembali membetulkan posisi nya, ia melihat kedua anak nya masih tertidur dengan nyenyak nya.


Beberapa hari lalu, pasukan Iqbaal sudah menemukan siapa penyebab semua ini, semua pihak yang terlibat juga di tangkap. Mereka semua si kulitin hidup-hidup dan langsung di buang kolam buaya.

__ADS_1


Berbeda dengan Calista dalang di balik semua ini, ia di siksa secara perlahan, beberapa kulit nya juga sudah terlepas. Kaki bagian bawah nya melepuh. Calista benar-benar sangat memperhatikan, ia akan mati dengan perlahan, sampai dia merasakan rasa sakit seperti yang Vino rasakan


Stiven tidak melihat semua nya karena sudah muak dengan urusan seperti itu. Ia tidak sudi bertemu dengan Calista yang sudah sangat menjijikkan.


Citra sedang berada si suatu tempat yang sangat nyaman dan aman bersama 4 orang anak nya, mereka selalu bermain dan tertawa bersama. Itu lah sebab nya Citra sangat betah berada di sana dan tak ingin kembali.


Sampai pada suatu saat, dua anak nya menghilangkan dan Citra sangat panik. Ia berjalan bersama kedua anak nya untuk mencari saudara mereka yang menghilangkan.


.


.


.


.


.


**Halo author di sini. Saya berharap kalian semua dapat menerima cerita ini dengan lapangan dada. Ini novel saya dan saya pasti tau mana yang terbaik untuk novel saya. Saya selalu membaca setiap saran dan comen yang kalian berikan meskipun begitu saya tidak wajib selalu mengikuti semua yang kalian mau.


Buat yang Ingin meninggal kan novel ini silahkan, saya butuh pembaca yang menghargai bagaimana sulitnya saya membuat novel ini dari awal sampai sekarang**.


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2