
Kevin hanya bisa tersenyum saat semua orang menyebutkan nama nya. Ia benar-benar terkejut karena jumlah keluarga Vira sangat lah banyak.
"Ayo, kenapa kamu diam." tanya Vira.
"Aku bingung, kenapa banyak sekali. Yang mana Vino kata mu kami berdua deket." ucap Kevin.
"Yang berjalan menghampiri mu." kata Vira.
Vino berjalan mendekati Kevin dan memeluk nya dengan erat, ia tidak menyangka jika Kevin kembali masuk kedalam keluarga nya, padahal ia sudah berencana mencoret Kevin dari adik ipar nya.
"Dari mana saja kau, kenapa tidak ada kabar sama sekali." ucap Vino.
Kevin merasa harus membalas pelukan itu, ia dapat merasakan jika pelukan yang di berikan Vino sangat lah tulus.
"Aku tidak dari mana-mana." jawab Kevin dengan santai nya.
Bukan hanya Vino, Aska dan yang lainnya juga mendekati Kevin dan memeluk nya dengan erat. Sampai dia sulit untuk bernafas.
"Kau membuat kami khawatir." kata Aska.
"Aku sangat senang kau kembali lagi." ujar Jamal.
"Hahaha akhirnya kita dapat berkumpul bersama lagi." ucap Andy.
Mereka semua melepaskan pelukan erat itu, Sedangkan Kevin masih dengan wajah bingung nya, ia tidak mengingat siapa saja yang memeluk nya itu.
"Kenapa kau diam saja, kau tidak senang kembali." tanya Vino.
"Aku tidak mengingat kalian semua, bisa kalian perkenalkan nama kalian siapa." jawab Kevin.
__ADS_1
"Jangan bercanda Kev, kau tidak mengenal kami, kau melupakan kami." kata Andy.
"Apa otak mu bermasalah." tanya Aska.
"Dia lupa ingatan, karena operasi kanker saat itu, jadi tidak ada yang ia ingat selain aku." saut Vira.
"Lupa ingatan." ucap mereka semua.
"Apa itu benar kev." tanya Vino.
"Seperti yang di jelas kan istri ku, itu sebab nya aku tidak kembali ke sini, aku tidak mengingat siapa pun. Kecuali Vira." jawab Kevin.
"Pantas saja, kau tidak memberi kabar kami." ucap Jamal.
"Sudah biarkan dia duduk dulu, apa kalian begitu merindukan nya." ujar Stiven.
"Sayang itu siapa, kenapa seram sekali." bisik Kevin.
Kevin duduk di sofa, ia sangat bingung karena mereka semua menatap nya dengan tatapan aneh.
"Apa ada yang salah dengan ku." tanya Kevin yang akhirnya berani membuka suara nya.
"Banyak yang aneh dari mu, gaya mu, perkataan mu, pakaian mu, diri mu." jawab Vino.
"Apa kau benar-benar sudah sembuh kev." tanya Stiven.
"Sudah pah, saya sudah sembuh." jawab Kevin.
"Kenapa kau tidak memberi kan kabar pada kami atau Vira."
__ADS_1
"Saya tidak mengingat apapun setelah saya operasi, orang tua saya menghapus semua foto dan nomor di HP saya." jawab Kevin.
"Tapi kenapa kau bisa mengingat Vira." tanya Vino.
"Vira selalu muncul di mimpi ku, ia benar-benar menempel di alam bawa sadar ku, Mungkin kami memang sudah di takdir kan bersama, saat aku melihat nya semua memori ku bersama nya muncul kembali, aku mengingat jika Vira istri ku, apalagi Vira menunjukkan semua Foto-foto kami." jelas Kevin.
"Benar-benar aneh tapi nyata." kata Aska.
"Sudah lah, mau bagaimana pun Kevin sudah kembali. Dia tetap bagian dari keluarga ini." ucap Andy.
"Aku ingin bertanya, dimana grup lawak yang Vira katakan, kata Vira aku bergabung dalam grup lawak." ucap Kevin.
Mereka semua tertawa saat Kevin mengatakan grup lawak, Vino menarik Kevin dan menjitak kepala nya, ia tidak terima jika grup yang ia bentuk di beri nama grup lawak.
Setelah semua masalah selesai, Vira dan Kevin langsung masuk kedalam kamar mereka. Semenjak kepergian Kevin Vira tinggal di rumah Vino, ia akan pulang ke apartemen untuk sekedar melihat dan membersihkan nya saja.
"Apa kakak mu sudah tidak waras, kenapa dia senang sekali memukul ku." kata Kevin.
"Dulu kamu juga seperti itu, jika kalian berlima sudah kumpul kewarasan di antara kalian semua menghilang." ucap Vira.
"Untung saja sekarang aku tidak seperti itu, sayang tadi aku melihat wanita di dekat Vino sedang hamil besar kenapa besar sekali." tanya Kevin.
"Dia istri kakak ku, usia kandungan nya sudah 7 bulan lebih kenapa dia hamil sebesar itu karena ia hamil kembar 4." jawab Vira.
"Kembar 4 aku tidak bisa membayangkan jika semua lahir nanti, pasti kakak mu akan sangat repot." kata Kevin.
"Bukan hanya dia, kita pasti juga akan repot." ucap Vira.
Sementara itu di dalam kamar lainnya, Vino sedang menemani Citra tidur. Vino sangat senang mengusap perut Citra karena ia pasti mendapatkan tendangan dari dalam perut itu.
__ADS_1
Perut Vira sangat lah besar, ia tidak bisa lama-lama duduk dan berdiri. Mereka berdua juga tidak boleh melakukan hubungan suami istri semenjak kandungan nya menginjak usia 6 bulan. Vino hanya bisa mengandalkan tangan nya untuk beberapa bulan ini.
Yang rindu dengan Stiven dan bella dapat kembali membaca takdir cinta bella.