
Tanda kedewasaan adalah ketika seseorang menyakitimu dan kamu mencoba memahami situasi mereka daripada balik untuk menyakiti mereka.
~Ay Alvi~
Ziga pun mengambil photo-photo yang di berikan oleh sepupunya Nadhya. Pria itu mencoba memperhatikan dan melihat dengan seksama apa yang ada di dalam photo tersebut. Namun, karena tidak menemukan sesuatu yang bisa ia pahami akhirnya Ziga memberikan photo-photo tersebut pada Zeline untuk di tunjukkan pada Joshua. Ia berharap Joshua dapat menjelaskan rahasia apa yang tersimpan di balik photo tersebut.
Zeline menerima photo dari sang ayah kemudian bocah kecil itu pun bergegas menunjukkannya pada Joshua yang kini berada di sampingnya.
Air mata mengalir deras dari wajah tampan pria itu saat ia melihat photo-photo yang di tunjukkan oleh Zeline. Pria itu tidak menyangka bahwa orang yang selama ini ia percaya adalah orang yang bertanggung jawab atas kecelakaan yang menimpa dirinya.
"Uncle kenapa?" tanya Zeline polos saat gadis kecil itu melihat Joshua menangis.
Joshua menggelengkan kepalanya, pria itu tidak mungkin menceritakan kesedihannya pada bocah kecil seusia Zeline. Pria itu kemudian menyeka air mata yang mengalir sempat mengalir deras di pipinya.
"Bisakah Daddy membantu Uncle Josh?" tanya Zeline menyampaikan apa yang di katakan oleh pria yang kini tengah menghapus air mata kesedihannya.
"Membantu bagaimana?" tanya Ziga kebingungan karena ia tidak dapat berkomunikasi langsung dengan Joshua calon suami sepupunya tersebut.
Zeline pun menunjuk seseorang yang berada di dalam photo tersebut, lebih tepatnya seseorang yang membawa tubuh Joshua keluar dari mobil saat kecelakaan itu terjadi.
"Maksudnya Daddy harus menyelidiki tentang orang ini?" tanya Ziga kembali menunjuk orang yang berada di dalam photo tersebut.
Zeline pun mengangguk sama seperti apa yang di lakukan oleh Joshua. Bocah itu hanya menyampaikan persis seperti yang juga di sampaikan oleh Joshua.
"Tunggu, tunggu! Apa maksudnya semua ini?" tanya Nadhya tidak mengerti apa yang ayah dan anak itu bicarakan.
Ziga menghirup nafas dalam-dalam mempersiapkan jawaban terbaik untuk sepupunya tersebut agar Nadhya percaya dengan apa yang akan di katakan olehnya.
"Joshua memintaku untuk menyelidiki orang yang berada di dalam photo ini," jawab Ziga hati-hati, pria itu takut Nadhya menolak menerima jawaban yang ia berikan.
Nadhya tertawa getir mendengar jawaban sepupunya tersebut, ia tidak mempercayai bahwa Joshua yang telah meninggal dapat meminta pertolongan pada Ziga.
__ADS_1
"Joshua sudah mati!" pekik Nadhya.
"Dia tidak akan ada lagi di dunia ini, untuk apa kau menuruti permintaannya," ucap Nadhya dengan pandangan menerawang.
Mendengar perkataan kekasihnya membuat Joshua kembali menitikkan air matanya. Pria itu tidak menyangka sang kekasih sudah menyerah dengan penantiannya. Ingin sekali ia memeluk gadis itu untuk membuktikan bahwa dirinya masih ada hanya saja kini ia tak terlihat.
"Uncle Josh masih hidup Aunty," bantah Zeline atas ucapan Nadhya yang menyatakan Joshua telah tiada.
"Tidak Zel, Uncle Josh sudah mati!" Nadhya masih tidak mau mempercayai ucapan Zeline. Gadis itu bangkit dari duduknya dan beranjak pergi meninggalkan ruang keluarga Pratama.
Akan tetapi, sebelum Nadhya melangkahkan kakinya, sebuah tangan kekar meraih pergelangan tangannya. Nadhya menoleh, tapi tak ada satu pun dari mereka yang berada di sana yang beranjak dari tempatnya.
"Uncle Josh tidak ingin Aunty pergi," ucap Zeline membuat air mata menggenang di pelupuk mata Nadhya.
Gadis itu benar-benar merasakan tangan Joshua menggenggamnya. Walau raga pria itu tidak terlihat, tapi naluri wanita itu berkata Joshua berada tepat di belakangnya.
Joshua menahan langkah Nadhya dengan menggenggam tangan gadis itu dengan tangan kirinya sementara sebelah tangan pria itu memegangi dadanya dan wajah Joshua meringis kesakitan.
"Apa yang terjadi pada Uncle Josh Zel?" tanya Nadhya tak kalah panik karena terus merasakan genggaman itu melonggar.
Saat ini Nadhya telah percaya bahwa Joshua memang berada di sisinya dan hanya Zeline keponakannya yang dapat melihat dengan jelas sosok pria yang di cintainya tersebut.
Maka dari itu untuk saat ini hanya Zeline lah yang dapat ia tanyakan mengenai keadaan Joshua, apalagi bocah kecil itu pun terlihat panik sama seperti dirinya.
Zeline menitikkan air mata saat mendengar penjelasan Joshua. Memang ia masih terlalu kecil untuk mengerti itu semua, tapi setidaknya Zeline paham bagaimana perasaan pria itu. Tidak bisa menyentuh walau ia memiliki Nadhya, sama hal seperti dirinya dulu saat belum bertemu dengan Ziga Daddynya. Pria itu hanya bisa di bayangkan oleh Aiden dan Zeline tanpa bisa di temui atau di sentuh oleh mereka.
Melihat Zeline menangis membuat semua orang yang berada di sana tak kalah panik dengan kedua orang itu. Mereka tidak tahu apa yang terjadi sehingga membuat bocah kecil itu menangis tersedu-sedu.
"Zel, kenapa sayang?" tanya Via meraih putri kecilnya ke dalam pelukan, menenangkan bocah itu agar menghentikan tangisnya.
"Josh ada apa denganmu?" Nadhya bertanya kepada kekasih hatinya, ia tahu yang menyebabkan Zeline menangis adalah pria calon suaminya tersebut. Namun, ia juga tidak dapat berbuat apa-apa karena hanya bocah itu yang dapat melihat dan berkomunikasi dengan Joshua.
__ADS_1
Joshua menatap Nadhya sedih, ingin rasanya pria itu menjawab pertanyaan Nadhya. Namun, hal itu percuma saja karena gadis itu tidak akan mendengar apa yang ia ucapkan. Terkadang ia berpikir mengapa Tuhan begitu tak adil padanya, mengapa ia harus terpisah dengan wanita yang sangat di cintainya melalui cara yang amat menyakitkan.
Namun, pria itu juga sadar bahwa ia harus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikannya kesempatan kedua. Walau saat ini dia masih belum dapat kembali ke tubuhnya, tetapi setidaknya ia masih belum meninggal. Kini tinggal bagaimana caranya pria itu dapat meminta pertolongan untuk menemukan jasadnya agar ia bisa kembali ke dalam raganya tersebut.
Setelah beberapa lama, Zeline pun menghentikan tangisnya. Bocah itu melepas pelukan sang bunda dan menatap wajah Nadhya Aunty-nya dengan serius.
"Uncle Josh kesakitan setiap kali menyentuh Aunty," ucap Zeline membuat hati Nadhya mencelos mendengar hal itu. Gadis itu tidak menyangka bahwa pengorbanan yang Joshua lakukan sebesar itu.
Pria itu bahkan rela menahan kesakitannya demi membuat dirinya percaya bahwa Joshua masih selalu berada dekat di sisinya.
Rasa bersalah pun menghinggapi gadis berusia 27 tahun tersebut. Bulir-bulir bening mengalir di pipinya yang mulus.
"Maaf ... Maafkan Aku," sesal Nadhya lirih, gadis itu menyesal sempat meragukan keberadaan Joshua bahkan tadi ia sempat dengan keras berkata bahwa pria itu telah mati dan tidak akan kembali lagi.
"Maafkan Aku Josh," ucap Nadhya sekali lagi.
*******
Terimakasih kasih telah membaca TAKDIR CINTA 2.
Bersamaan dengan ini Ay mau mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 H.
Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon maaf lahir dan batin.
Ay minta maaf jika selama pembuatan semua karya-karya Ay menyinggung atau menyakiti kalian. Ay minta maaf untuk semua kesalahan baik yang di sengaja atau tidak di sengaja.
Ay harap kebahagiaan meliputi kita semua.
Dan tetap jangan lupa untuk memberikan like, coment dan juga votenya untuk semua karya yang telah Ay tulis.
Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘
__ADS_1