
"Jaga mulut mu Calista." ucap Vino.
"Bukannya benar, jika anak ini memanggil mu ayah berarti dia anak mu. Kalian baru menikah beberapa bulan mana mungkin sudah mempunyai anak sebesar ini."
"Dia anak ku, Vino yang merawat nya sehingga Amanda memanggilnya ayah." ujar Aska.
"Seharusnya kau ngaca, jika Citra seorang janda sekalipun aku akan tetap memilih Citra bila di bandingkan diri mu. Kau wanita yang tidak memiliki harga diri, tidur dengan laki-laki mana pun demi memuaskan diri mu. Tidak peduli laki-laki itu siapa." kata Vino.
"Vino, Aku pernah berada di hati mu selama bertahun-tahun."
"Itu adalah kesalahan terbesar ku, mempercayai dan mencintai orang seperti mu. Aku masih bersyukur tidak pernah tidur bersama mu." ucap Vino.
"Ingat vin, kau tau aku. Aku kembali untuk merebut apa yang ku punya dulu." kata Calista.
"Jika kau berani menyentuh keluarga ku, aku. tidak akan jamin hidup mu dan keluarga mu akan aman. Kau tau keluarga Vins tidak akan pernah mengampuni orang yang berani mengusik nya. Ingat Calista kau sedang bermain-main dengan keluarga singa."
Calista yang merasa terpojok langsung pergi meninggalkan Vino, Sedang Vino masih berusaha mengontrol emosi nya, supaya tidak terlalu meledak.
"Sudah vin, abaikan saja orang seperti dia." ucap Aska.
Mereka bertiga memutuskan untuk pergi mencari makan. Sebenarnya Amanda sedikit takut pada Vino karena melihat Vino berbicara dengan nada yang tinggi dan kasar. Ia lebih memilih bersama papah nya untuk saat ini. Vino mengerti jika Amanda sedikit menjauh nya, ia sadar jika yang ia lakukan tadi kesalahan besar.
"Amanda takut dengan ayah." tanya Vino.
Amanda diam tidak menjawab pertanyaan Vino, Amanda hanya menundukkan kepala nya.
"Maaf, Ayah tadi menggunakan suara yang tinggi. Tapi itu semua tidak sama dengan apa yang Amanda pikir kan." Vino berusaha membujuk Amanda.
"Amanda tidak suka melihat ayah marah." kata Amanda.
__ADS_1
"Maaf sayang. Ayah salah, mau Amanda memaafkan ayah." tanya Vino.
Amanda menganggukkan kepala nya dan bergerak memeluk Vino. Sedangkan Aska berjalan memesan makanan untuk mereka bertiga.
"Maaf kan ayah sayang, ayah janji tidak akan pernah marah lagi." kata Vino.
"Ayah janji tidak seperti tadi." ucap Amanda.
"Iya janji ayah tidak akan seperti tadi." kata Vino sambil memeluk Amanda dengan erat.
Sementara itu Kevin dan Vira sudah berada di dalam restoran, Vira memesan berbagai macam bakso yang menurut nya enak. Pertempuran nya dengan Kevin benar-benar membuat nya lelah dan harus mengisi tenaga nya kembali.
"Sayang kamu memakan, makanan sebanyak ini." tanya Kevin.
"Iya kenapa, apa kamu takut rugi." jawab Vira.
"Aku menendang mu karena kamu terlalu kasar. Apa kamu tidak tau jika terasa sangat sakit." ucap Vira.
"Maaf aku tidak sengaja, tapi aku juga merasakan sakit saat kamu tendang ke lantai." kata Kevin.
"Aku masih heran kenapa benda sebesar itu bisa masuk." ucap Vira.
"Lain kali, kamu bisa menyaksikan nya secara live." kata Kevin.
"Ide bagus, lain kali aku akan menyaksikan nya." ucap Vira.
Kevin hanya menahan tawa nya saat mendengar ucapan dari Vira ternyata istri nya benar-benar polos.
"Kamu istri terbaik ku." ucap Kevin sambil mengusap rambut Vira.
__ADS_1
Vira benar-benar menghabiskan makanan yang ia pesan sampai-sampai perut nya terasa sakit karena kekenyangan.
"Aku kenyang sekali sayang." ujar Vira.
"Pulih kan tenaga mu, dan kita akan bisa bertempur semalaman." kata Kevin.
"Tidak aku tidak sanggup, aku masih terasa kenyang." ujar Vira.
Setelah mereka selesai makan, Vira mengajak Kevin ke rumah kakak nya Vino, di rumah membuat Vira merasa sepi. Sebenarnya Kevin tidak mau karena pasti dia akan di ejek oleh Andy dan Vino. Tapi apa boleh buat Kevin tidak bisa menolak keinginan Vira.
Vino dan Aska juga sudah dalam perjalanan pulang, karena memang hari sudah petang. Tidak baik untuk Amanda yang masih kecil.
"Wow ada Kevin." ucap Andy.
Kevin hanya diam karena sudah menduga nya, Ia ingin marah pada Andy dan Vino karena selalu mengejek nya tetapi apa boleh buat sudah pasti Vino dan Andy semakin mengolok-olok nya.
"Kita kedatangan tamu Vin." ucap Andy yang melihat Vino baru pulang.
"Apa kabar vin, apa pinggang mu sudah sehat." tanya Vino.
"Pinggang mu kenapa sayang, apa sakit." tanya Vira.
"Tidak ada." ucap Kevin dan langsung berjalan masuk.
Andy dan Vino langsung berlari mengejar Kevin, mereka mengerti jika Kevin marah karena selalu mereka ejek.
"Gendong Vin." teriak Andy.
Andy dan Vino langsung menggotong Kevin, mereka membawa Kevin ke kolam renang dan masuk ke dalam kolam renang secara bersama-sama.
__ADS_1