Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Episode 62


__ADS_3

"Hay kalian naik lah, apa kalian tidak ingin makan." panggil Vira.


"Bawa kesini saja vir." ujar Andy.


"Kalian memang merepotkan ku." ucap Vira.


Para istri menyiapkan makanan untuk suami mereka sedangkan para suami masih berendam air hangat sambil mengobrol dan tertawa bersama.


"Jika sudah masuk kantor sangat sulit menemukan momen ini lagi." ucap Jamal.


"Jelas kalian CEO perusahaan besar." ujar Aska.


"Jika aku boleh memilih aku tidak menginginkan jabatan ini. Tapi apa boleh buat itu sudah menjadi tanggung jawab ku." ucap Vino.


"Semangat lah. Kita bisa berkumpul setiap akhir pekan." ujar Kevin.


"Semoga saja bisa, setidaknya di rumah. Di sana sudah ada aku, Aska dan Vino. Tinggal kalian berdua yang harus datang." kata Andy.


"Ayo makan, apa perlu kami ikut turun juga." ucap Caitlin.


"Sini lah dan bawa makannya lebih enak makan di sini." panggil Andy.


"Sayang, mendekat lah." panggil Citra yang hanya memasukkan kaki nya kedalam air, ia duduk di pinggir kolam itu untuk menyuapi Vino makan.


"Hanya ini." tanya Vino.


"Kami hanya membuat Salat nanti sore baru kita makan di luar." jawab Citra.


"Ayo lah makan, kenapa kau susah sekali untuk makan." ucap Putri.


"Sayang, aku tidak suka sayur." tolak jamal.


"Makan tomat ini." ucap Putri.


"Tidak aku tidak suka." tolak jamal.


"Ini bukan bukan sayur, jadi pasti kau suka." kata Putri.


"Tomat itu termasuk sayur sayang bukan buah." ujar Jamal.


"Sayang ini buah bukan sayur. Buah tomat bukan sayur tomat." ucap Putri.

__ADS_1


"Iya namanya saja buah tapi di di masak kan. Berarti itu termasuk sayur." kata Jamal.


"Terus lah berdebat masalah buah dan sayur sampai anak kalian lahir." ujar Vino.


"Diam lah. Aku tetap tidak mau memakainya." ucap Jamal.


"Makan atau tidak dapat jatah nanti malam." ancam Putri.


"Kenapa bahasa jatah, aku tidak mungkin tidak mendapat nya. Sayang jangan seperti itu." kata Jamal.


"Makan sayang, buka mulut nya." ucap Putri dengan mengarahkan makanan ke arah mulut Jamal.


"Para lelaki sangat takut bila tidak mendapatkan jatah." ucap Anggun.


"Jatah adalah sesuatu yang wajib." ucap Aska sambil mengecup bibir Anggun.


Vira dan Kevin hanya bisa diam, mereka berdua mengerti apa yang sedang di bahas. Tetapi karena belum merasakan dan menikah jadi mereka memilih untuk diam sambil menikmati makanan dan pemandangan pandangan pantai yang indah.


"Bisakah kalian tidak membahasa jatah. Bukannya ada yang belum menikah." sindir Andy.


"Semangat kev, hanya beberapa langkah lagi kau pasti merasakan nya." ucap Aska.


Malam ini adalah malam terakhir mereka di Vila ini karena besok mereka sudah harus pulang. Mereka menghabiskan waktu dengan duduk dan tiduran di pinggir pantai dengan beralasan tikar. Tak lupa pulak api unggun sebagai penghangat di malam yang dingin ini.


Vira dan Kevin tengah sibuk membakar jagung dan sosis sedangkan yang lainnya memilih untuk bermesraan di bawa rembulan malam. Bahkan ada yang tenga beradu bibir tanpa memperdulikan orang di sekitar nya.


"Sabar sayang, jika sudah menikah kita juga akan seperti itu." ucap Kevin.


"Aku tidak akan mau, aku memiliki privasi." kata Vira.


"Apa sudah matang." tanya Vino.


"Harus nya bantu kami, jangan hanya menunggu." ucap Vira.


"Kalian berdua kan terbaik. Jadi kami menunggu kalian saja." ucap Jamal.


"Woy berhenti lah berdua bibir." ucap Aska.


"Kau menganggu ku saja. Aku sedang latihan." ujar Andy.


"Sana berlatih di kamar, jangan di sini." ucap Vino.

__ADS_1


"Kau dengar an, bos Vino sudah bersuara." kata Kevin.


"Hahaha iya kev, apa perlu kita buat lubang lagu untuk nya." ucap Andy.


"Ayo kita buat, biarkan dia tidur di pantai malam ini." ujar Aska.


"Awas saja kalian berani bermain-main pada ku." ancam Vino.


"Kau mau apa bos." tanya Aska.


"Akan ku habisi kalian semua." jawab Vino.


"Kami berempat, melawan satu seperti mu. Jelas kami...


"Kami apa, kalah kan." tanya Vino.


"Satu dua tiga, kami yang akan menghabisi mu." ucap Aska.


Mereka berempat bergerak memegangi kaki dan tangan Vino, setelah Vino terkunci dan tidak bisa bergerak. Kevin mengambil keong pantai, ia menaikan baju Vino dan meletakkan keong itu di atas perut nya.


"Aaahhh jangan geli." teriak Vino.


Karena merasa kurang puas, Aska menambah nya menjadi 4 keong sesuai jumlah mereka berempat yang tenga memberikan pelajaran untuk bos mereka yang sok kuat ini.


"Ampun, geli." teriak Vino.


"Hahaha kau harus berjanji untuk tidak semena-mena pada kami lagi." ucap Jamal.


"Tidak aku tidak mau, aku bos kalian." tolak Vino.


"Ya sudah rasakan buatkan keong itu masuk kedalam celana mu dan memakan junior mu." ucap Aska.


"Baiklah aku berjanji, sudah lepaskan aku." kata Vino.


"Lepaskan bos kita, dia sudah kalah." ujar Andy.


Mereka langsung melepas kan Vino karena sudah merasa sangat puas.


"Tidak aku tidak kalah." ucap Vino dan langsung berlari menjauh.


"Kejar bos kita." teriak Andy.

__ADS_1


__ADS_2