Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Kevin


__ADS_3

"Kevin biarkan daddy melihat Vira, Vira anak nya Kevin. beri waktu dia untuk meminta maaf pada Vira dan diri mu." Ucap Vino.


"Tidak Vino, aku tidak mau, aku masih marah pada nya." Kata Kevin.


"Jika kau tidak mau bertemu dengan daddy, biarkan Vira saja, kau keluar bersama ku dan yang lainnya."


"Apa kamu mau bertemu dengan daddy mu." Tanya Kevin.


Vira bingung harus menjawab apa, di dalam hati nya tentu saja Vira ingin bertemu dengan daddy nya, ia juga sama sekali tidak menyalahkan Stiven. Tapi melihat Kevin yang begitu marah pada Stiven membuat Vira takut Kevin juga akan marah pada nya jika ia bertemu dengan daddy nya.


"Kamu boleh bertemu, tapi aku tidak bisa. Beri aku waktu untuk memaafkan nya, ayo Vino." Kevin dan Vino pergi meninggalkan Vira.


"Vira." Ucap Stiven.


"Daddy." Vira melihat ke arah sumber suara.


Stiven langsung mendekati Vira dan memeluk anak nya dengan erat. Ia sangat merasa bersalah karena diri nya Vira mengalami keguguran.


"Maafkan ayah sayang." Ucap Stiven.


"Iya dad, Vira juga tidak menyalahkan daddy, tapi suami Vira masih belum bisa menerima ini semua dad, maafkan Vira yang tidak bisa selalu bertemu dengan daddy." Kata Vira.


"Tidak papa sayang, daddy mengerti pasti suami mu sangat sulit menerima ini, daddy akan berusaha agar Kevin mau memaafkan daddy." Ucap Stiven.

__ADS_1


"Untuk saat ini jangan bertemu dengan nya dulu dad, beri waktu dua beberapa minggu."


Sementara itu Vino, Kevin dan yang lainnya sedang berada di taman samping rumah. Vino mengajak Calvin untuk bermain basket di sana.


"Sejak kapan ada lapangan basket." Tanya Kevin.


"Sejak kau berada di rumah sakit, aku ingin bermain basket tapi malas ke luar, bagus aku membuat nya di rumah.


"Kevin kau lama sekali, kau marah pada kami." Tanya Andy.


"Mana mungkin aku marah pada kalian." Jawab Kevin.


Aska melemparkan bola ke depan wajah Kevin. Wajah Kevin terkena bola itu karena tidak sadar jika ada nya bola ke arah wajah nya.


"Kau." Kevin langsung menarik kera baju Aska dan ingin memukul Aska.


"Kevin ada apa dengan mu, dia tidak sengaja." Vini langsung mendorong Kevin karena menurut nya Kevin sudah berlebihan.


"Aku tidak sengaja maaf." Aska mendekati Kevin.


"Maaf." Kevin memeluk Aska.


"Aku terlalu terbawa emosi, emosi ku sedang tidak stabil." Ucap Kevin.

__ADS_1


"Tidak papa aku mengerti." Kata Aska.


"Jangan marah pada ku." Ucap Kevin.


"Tidak aku tidak marah, tenang saja." Aska tersenyum pada Kevin.


"Vino." Kevin mendekati Vino.


"Ada apa dengan mu, kau mudah kali marah. Aku tau kau sedang bersedih tapi kau harus tau tempat." Vino pergi meninggalkan mereka bertiga.


"Bagaimana ini, dia marah pada ku."


"Vino hanya kesal pada mu, karena respon mu tadi berlebihan. Nanti kita akan berbicara dengan nya, sekarang ayo kita masuk." Ujar Andy.


"Aku sangat kesal pada Kevin, dia sangat berlebihan." Ucap Vino.


"Sabar sayang, sudah jarang marah-marah di depan Nathan dan Nila." Citra berusaha menenangkan Vino.


"Ayah." Amanda berlari masuk dan naik ke atas pangkuan Vino.


"Sayang, bagaimana sekolah mu, apa kamu sudah pandai berhitung." Tanya Vino.


"Sudah ayah, 1 2 3 4 4 5 6 7 8 9 10." Amanda menunjukkan kesepuluh jari nya.

__ADS_1


"Anak ayah pintar, lihat Nathan, Nilai jadi lah pintar seperti kakak mu ini." Ucap Vino sambil memberikan ciuman di wajah Amanda.


__ADS_2