
"Pah, kapan Amanda punya adik." tanya Amanda.
"Sebentar lagi, kenapa kamu ingin memiliki seorang adik." Aska mengusap rambut Amanda.
"Iya pah, Amanda ingin memiliki banyak adik." Ucap Amanda dengan sangat antusias.
"Hahaha minta ayah mu, dia jago membuat banyak adik." kata Aska.
"Minta ayah, tapi Amanda ingin minta papah."ucap Amanda.
"Hahaha minta saja pada papah sayang, biarkan dia berjuang lebih." ujar Vino.
"Sebentar lagi Amanda akan mempunyai adik. Jika Amanda mempunyai adik, Amanda berarti sudah besar tidak boleh manja dan harus selalu menjaga adik dengan baik." ucap Aska.
"Siap pah, Amanda janji akan melakukan apapun yang papah dan ayah katakan." kata Amanda dengan kembali memeluk Aska.
Vino menghentikan mobil nya ke taman kota sesuai janji nya pada Amanda. Mereka semua turun dari mobil dengan Amanda yang masih memeluk Aska.
"Amanda bersama ayah dulu, papah ingin ke kamar mandi sebentar." ucap Aska.
"Iya pah." jawab Amanda.
Amanda dan Vino berjalan menuju arena bermain, Amanda sangat senang dan langsung berlari menghampiri teman-teman nya yang juga sedang bermain di arena bermain itu. Vino duduk di salah satu kursi sambil memantau Amanda bermain.
Sementara itu Vira dan Kevin masih tertidur, Kevin benar-benar puas dengan pelayanan yang di berikan Vira pada nya. Vira sangat cepat tanggap dan mengerti apa yang kevin ingin kan.
"Sayang bangun lah, kita sudah terlalu lama tidur." Kevin mengusap wajah Vira yang berantakan.
Vira menggeliat meregangkan otot-otot nya yang pegal. Perlahan ia membuka mata nya melihat laki-laki tampan yang berada di hadapan nya.
"Sayang, aku lelah." ucap Vira.
"Aku juga lelah, kamu benar-benar luar biasa." puji Kevin.
"Sayang, aku ingin makan bakso, seperti nya segar jika aku makan makanan berkuah." ujar Vira.
__ADS_1
"Aku yang membelinya atau kita pergi bersama mencari nya?"
"Kita pergi bersama, akan lebih enak jika makan langsung di tempat nya."
"Hmmm apa sudah tidak terasa sakit lagi ketika berjalan." Kevin menarik selimut yang menutupi tubuh Vira.
"Seperti nya tidak terlalu sakit, aku bisa manahan nya."
"Ayo kita mandi dulu, setelah itu kita keluar untuk mencari bakso." ucap Kevin.
Kevin menggendong tubuh Vira masuk kedalam kamar mandi untuk memberikan diri, setelah semua di rasa sudah bersih dan siap mereka berdua keluar dari kamar mandi.
Vira memakai baju berlengan panjang, di padukan dengan celana jeans pajang ia memakai pakaian tertutup karena ingin menutupi tubuh nya yang tidak semulus dulu.
"Tumben mengenakan pakaian terlalu tertutup." tanya Kevin.
"Ini semua karena kamu, tubuh ku seperti sisik ikan, kenapa kamu memakai pakaian seperti itu, ingin memperlihatkan otot-otot mu pada wanita lain."
"Tidak sayang tapi aku sudah biasa memakai pakaian seperti ini." ujar Kevin.
"Iya iya, aku ganti." ucap Kevin.
"Tidak-tidak, aku yang memilih pakaian mu." ujar Vira.
Vira mengambil pakai yang tertutup untuk Kevin, Ingin sekali Kevin protes tetapi apa boleh buat nyali nya tidak cukup kuat. Apalagi hampir prinsip semua wanita itu sama WANITA SELALU BENAR.
"Perlu aku gendong." tanya Kevin.
"Tidak sayang, aku bisa berjalan sendiri. Sudah tidak terlalu sakit ko." jawab Vira.
Aska berjalan menghampiri Vino dengan membawa beberapa botol meminum dingin untuk Vino dan Amanda.
"Ayah Vino." ucap Aska.
"Aku bukan ayah mu." kata Vino.
__ADS_1
"Hahaha begitu saja kau marah." ucap Aska sambil memberikan botol minum.
"Tau saja aku sedang haus." Vino mengambil minuman itu dan menenggak nya sampai habis.
"Vin, aku lapar." ucap Aska.
"Aku juga, tapi nanti saja nunggu Amanda selesai bermain." kata Vino.
"Vino." teriak seorang wanita.
"Calista." ucap Vino saat melihat siapa yang memanggil nya.
"Siapa vin, kau mengenal nya." tanya Aska.
"Dia mantan pacar ku." jawab Vino.
Calista berjalan melenggokan pinggang nya mendekati Vino, masih tetap Calista yang sama tetap menebarkan pesona nya.
"Kau memiliki mantan yang seperti itu, dia cantik tapi kenapa seperti itu, bukan mencerminkan wanita yang baik." tanya Aska.
"Dulu aku di buta kan oleh cinta." jawab Vino.
"Vino apa kabar dengan mu." tanya Calista.
"Baik." jawab Vino tanpa melirik ke arah Calista.
Dia tidak habis pikir dulu bisa mencintai wanita seperti Calista, wanita yang selalu tebar pesona pada siapapun.
"Bagaimana kabar istri mu." tanya Calista.
"Baik." jawab Vino.
"Ayah." teriak Amanda berlari mendekati Vino dan Aska.
Amanda berlari memeluk Vino, Calista yang melihat itu langsung menyimpulkan sesuatu.
__ADS_1
"Jadi istri mu seorang janda." tanya Calista.