Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Episode 81


__ADS_3

"Jangan seperti ini vir, kakak mu tidak tenang jika melihat mu seperti ini." Vino mengusap rambut Vira.


"Aku takut kak, aku tidak ingin pisah dengan suami ku. Aku tidak peduli dulu dia berniat jelek pada ku. Yang ku tau sekarang aku mencintai nya dan dia sangat mencintai ku. Aku yakin dia sudah berubah dan wanita yang datang ke rumah kita itu lah dalang dari semua nya."


"Kenapa kamu yakin jika Kevin benar-benar sudah berubah?"


"Hati ku mengatakan seperti itu, dulu Kevin juga pernah berbicara pada ku kalau dia sangat membenci ibu nya, ibu nya hanya memanfaatkan nya. Mungkin itu yang di maksud Kevin." kata Vira.


"Kakak sudah berusaha mencari Kevin tapi dia benar-benar menghilang. Jika daddy meminta orang nya mencari keberadaan Kevin pasti dengan mudah menemukan nya. Tapi daddy sangat membenci Kevin mana mungkin dia mau menyuruh nya." ucap Vino.


"Kakak percaya Kevin." tanya Vira.


"Iya kakak percaya pada nya, walaupun itu masih terasa sulit. Tapi dengan mendengar perkataan mu tadi kakak semakin yakin jika Kevin benar-benar tidak bersalah." jawab Vino.


"Kak Arga kak, hubungi dia." kata Vira.


"Tidak bisa vir, Arga tidak bisa aku hubungi." ucap Vino.


"Sudah tenang lah, kakak janji akan menemukan suami mu dan kita mendapat kan kejelasan semua nya. Aku yakin pasti ada alasan kenapa tiba-tiba Kevin seperti menghilang di telan bumi." kata Vino.


"Aku tidak tenang kak, perasaan ku tidak enak." Vira menundukkan kepala nya.


Vino mengambil makanan yang ia bawa tadi dan menyuapi Vira makan.


"Makan dulu vir, buka mulut mu." kata Vino.


"Kak aku tidak selera." ujar Vira.


"Buka Vira, buka mulut mu, atau kakak tidak jadi membantu mu." ancam Vino.

__ADS_1


Vira pun membuka mulut nya, dan Vino langsung menyuapi Vira makan.


"Sudah lama aku tidak melakukan ini." kata Vino.


"Semenjak aku pindah ke Korea waktu itu." ujar Vira.


"Makan lah sendiri, kau manja sekali."


"Tidak aku tidak mau makan, jika tidak kau suapin."


"Dasar manja." kata Vino.


Hari ini telah berlalu. Berkat Vino, Vira menjadi lebih tenang. Dari kemarin Vino tidak keluar dari kamar Vira, ia menemani Vira tidur sampai pagi walaupun sebenarnya Vira lah yang menemani Vino tidur karena malam itu Vira tidak bisa tidur sama sekali.


"Kak bangun lah, keluar dari kamar ku." ucap Vira.


"Hmmm nanti vir, kakak ngantuk." gumam Vino.


"Kotak apa ini ya." kata Vira sambil membawa kotak yang cukup berat itu ke meja.


Vira membuka kardus itu yang ternyata berisi buku-buku dan perlengkapan kuliah nya. Ia langsung teringat jika yang membereskan perlengkapan kuliah nya saat itu adalah Kevin.


"Sayang kamu dimana." batin Vira.


Mata Vira tertuju pada buku yang cukup tebal, buku yang cukup asing menurutnya. Ia mengambil buku itu, ia merasa jika buku ini hanya sekali ia bawa ke kampus.


"Buku ini, saat pertama kali aku bertemu dengan Kevin." ucap Vira.


Vira langsung teringat jika Kevin pernah memberi nya sebuah kertas, dan menyelipkan nya di buku ini.

__ADS_1


Vira langsung membuka buku itu dan menemukan kertas yang ia cari. Dengan perlahan Vira membuka kertas itu. Air mata Vira terjatuh saat mengetahui fakta yang sebenarnya.


"Nama Kevin zing, posting kanker otak." ucap Vira.


Vino langsung terbangun saat mendengar ucapan dari Vira. Ia bangkit dari kasur berlari mendekati Vira.


"Kanker otak vir." tanya Vino.


Tangan Vira bergetar, ia merasa menjadi manusia terbodoh saat ini, karena tidak mengetahui apa yang suami nya rasakan. Padahal Kevin sudah menunjukkan tanda-tanda kalau ia mengalami sakit yang parah.


Vino langsung memeluk Vira setelah membaca surat keterangan dari dokter itu.


"Tenang vir." Vino berusaha menenangkan Vira.


"Bagaimana aku bisa tenang kak, suami ku sakit keras. Dan aku tidak tau keberadaan nya, aku mau ketemu dia kak, aku mohon." ucap Vira sambil menangis.


"Kita jumpai daddy, hanya daddy yang bisa menolong kita." kata Vino.


Vira menganggukkan kepala nya, mereka berdua langsung berlari turun ke lantai dasar untuk menemui Stiven.


"Daddy bantu kami mencari Kevin." ucap Vino.


"Untuk apa aku mencari nya, tidak aku tidak mau." tolak Stiven.


Vira memeluk kaki Stiven sambil memohon kepada daddy nya untuk membantu nya.


"Aku mohon dad, daddy sudah tidak sayang pada ku. Demi aku dad aku harus bertemu dengan suami ku."


Vino memberikan surat yang ia bawa ke pada Stiven. Dan Stiven langsung membacanya, ia sedikit terkejut ternyata menantu nya memiliki penyakit keras.

__ADS_1


"Daddy bantu kami dad, apa daddy tidak memiliki hati. Kevin sakit keras dad." ucap Vino.


Stiven mengambil HP nya, dan langsung menghubungi Iqbaal untuk melacak keberadaan Kevin, ia meminta Iqbaal melacak nya di rumah sakit besar di kota ini karena ia yakin jika Kevin sedang berada di rumah sakit.


__ADS_2