Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Episode 97


__ADS_3

"Selamat pagi sayang." ucap Vino.


"Pagi." Citra tersenyum pada Vino.


"Sayang kenapa dengan mu, kenapa ada yang berbeda dengan mu." ucap Vino.


"Tidak ada, hanya perasaan mu saja." kata Citra.


Citra memeluk Vino dengan erat, ntah kenapa perasaan nya saat ini tidak tenang, dan jika memeluk Vino dengan erat perasaan tidak tenang itu perlahan menghilang. Citra pikir karena dua hari lagi ia akan menjalani operasi sesar sesuai dengan rekomendasi dokter yang menangani nya.


"Aku ingin membeli pakaian untuk anak kita." ucap Citra.


"Tidak sayang, buar kan mommy dan daddy yang mengurus semua nya." kata Vino.


"Aku mohon hanya beberapa potong saja." ucap Citra.


"Sayang, kamu tidak boleh terlalu lelah."


"Untuk kali ini saja." bujuk Citra.


"Oke, tapi jangan lama-lama dan hanya beberapa potong saja." ucap Vino.


"Terimakasih sayang." Citra mencium wajah Vino.


Sementara itu Andy dan yang lainnya sedang berada di ruang tamu, mereka sedang membahas tentang istri mereka yang semakin manja.


"Hahaha kalian sudah tidak bisa melakukan nya, kasihan aku masih melakukan nya. Bahkan istri ku yang meminta nya terlebih dahulu, aku sebagai suami yang baik pasti melayani nya." ucap Kevin.


"Kau sombong sekali kev, lihatlah beberapa bulan lagi kau akan mengalami yang kami rasakan." ucap Andy.


"Kau juga tidak bisa melakukan nya ka." tanya Jamal.


"Masih, mungkin satu bulan lagi sudah tidak bisa." jawab Aska.


"Tapi istri ku lebih manja pada ku, dia ingin selalu bersama ku, memeluk ku dan masih banyak lagi." ujar jamal.

__ADS_1


"Sama persis dengan istri ku." kata Andy.


"Mungkin karena istri kalian hamil tua, mereka ingin mendapatkan kasih sayang yang lebih dari kalian." saut Aska.


"Maybe." ucap Andy.


Sesuai janji Vino pada Citra, siang ini mereka akan berangkat ke mall untuk membeli pakaian bayi dan lain sebagainya. Vino dan Citra sedang bersiap-siap mengganti pakaian yang sesuai untuk mereka kenakan.


"Sayang perut mu besar sekali." ucap Vino.


"Sayang.. Aku hamil 4 anak kembar, sudah sewajarnya seperti itu." kata Citra.


"Kamu terlihat sangat seksi." Vino mendekati bibir Citra dan mencium nya dengan lembut.


Karena sudah lama tidak berciuman Citra sedikit terkejut mendapatkan ciuman lembut dari Vino, perlahan Citra membuka bibir nya dan mulai membalas ciuman itu, Vino yang menyadari itu langsung memperdalam ciuman nya.


Setelah cukup lama dan mulai kehabisan nafas mereka melepaskan ciuman panas itu, Vino tersenyum saat melihat wajah Citra yang memerah.


"Hahaha kamu sudah lama tidak mendapat ciuman manis ku kan." ucap Vino.


"Tidak mau, tapi kenapa kamu lebih agresif dari ku." ucap Vino sambil mengusap bibir Citra yang basah.


Setelah di rasa semua telah siap, mereka berdua langsung naik ke dalam mobil.


"Hanya beberapa saja, setelah itu kita pulang." ucap Vino.


"Iya sayang." Citra sangat senang akhirnya ia bisa memilih pakaian untuk anak nya.


Citra ke mall menggunakan kursi roda, ia tidak di perbolehkan jalan terlalu lama, itu membuat Vino memutuskan untuk membawa kursi roda, Vino mendorong kursi roda itu kemana pun Citra minta.


Mereka berdua masuk ke dalam tokoh perlengkapan bayi, dengan cekatan Citra memilih barang-barang dan pakaian yang menurutnya bagus dan lucu untuk anak nya nanti.


"Kita belum tau jenis kelamin anak kita, yang ku tau salah satu nya laki-laki." ucap Vino.


"Ya sudah kita beli untuk perempuan dan laki-laki saja, agar tidak bingung." kata Citra.

__ADS_1


Setelah puas berbelanja mereka berdua mampir ke restoran untuk mengisi perut yang sudah keroncongan.


"Kamu makan apa sayang?"


"Ntalah aku sedang tidak berselera, aku ingin minum jus saja." ucap Citra.


Vino bangkit dari kursi nya untuk mengambil makanan dan minuman yang mereka berdua pesan. Setelah itu ia menyantap makanan itu sampai habis dan Citra hanya melihat Vino makan, itu saja membuat nya sudah merasa kenyang.


"Sudah kenyang." tanya Citra.


"Sudah, kamu benar-benar tidak ingin makan."


"Tidak, ayo pulang." kata Citra.


Setelah membayar makanan itu mereka berdua langsung menuju mobil untuk pulang ke rumah. Semua pakaian dah barang-barang yang mereka beli di letakan di kursi belakang.


Sementara itu di rumah Vino, Bella dan Stiven sedang berkunjung karena sangat rindu dengan Amanda. Walaupun Amanda bukan anak kandung dari Vino dan Citra mereka berdua tetap menyayangi Amanda, dan menganggap Amanda sebagai cucu pertama mereka.


"Amanda sangat rindu dengan opa." Amanda memeluk Stiven dengan erat.


"Kenapa Amanda tidak main ke rumah." tanya Stiven.


"Amanda sedang sekolah, dan ayah juga sangat sibuk." jawab Amanda.


"Amanda ikut dengan opa dan oma ya." kata Bella.


"Ayah bunda." ucap Amanda.


"Tidak ada ayah dan bunda sayang, mereka sedang pergi." ujar Bella.


"Ayah bunda, Amanda ingin ayah dan bunda." rengek Amanda.


"Sayang, sebentar lagi mereka berdua pasti pulang." ucap Bella.


"Ayah bunda, hiks... hiks.. hiks.." Tiba-tiba Amanda menangis.

__ADS_1


__ADS_2