Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Episode 63


__ADS_3

Mereka telah bersiap-siap untuk pulang karena memang hari liburan telah selesai. Walaupun terasa sangat berat meninggal kan Vila ini tetapi mau bagaimana lagi tuntutan pekerjaan lah yang telah memaksa mereka untuk pulang. Setelah dari liburan ini, Kevin juga akan memperjelas hubungan nya dengan Vira. Ia ingin benar-benar secepat nya menikah dengan Vira.


"Vin, kau terbaik terimakasih untuk semua nya." ucap Aska.


"Kau harus nya berterimakasih pada ku ka, bukan pada Vino." ujar Andy.


"Kenapa pulak bukannya aku bos kalian, jadi kalian semua harus berterimakasih pada ku." ucap Vino.


"Iya iya, terimakasih vino, bos terbaik." kata Andy.


"Terimakasih vin, lain kali bawa kami mengurangi bulan." ujar Jamal.


"Kau tidak berterimakasih pada ku kev." tanya Vino.


"Tidak, dia tidak perlu berterimakasih pada mu." jawab Vira.


"Iya iya, kau spesial tidak perlu berterimakasih pada ku." ucap Vino.


Sesampainya di rumah mereka langsung masuk ke dalam kamar masing-masing ada juga yang langsung pulang seperti Jamal dan Putri.


"Liburan yang sangat menyenangkan." ucap Vino.


"Ayah." teriak Amanda.


"Sayang sini." panggil Vino.


Amanda langsung berlari untuk memeluk Vino, ia sangat merindukan ayah nya ini.


"Kenapa ayah selalu meninggal kan ku, papah juga. Akun di rumah bersama nenek." ucap Amanda.


"Maaf sayang, ayah melupakan ku. Ayah janji tidak akan pergi lagi." kata Vino dengan mencium wajah Amanda.


"Bunda, perut bunda besar." tanya Amanda.

__ADS_1


"Iya sayang, adik kamu kan berkembang." jawab Citra.


"Kapan Amanda punya adik bayi." tanya Amanda.


"Sabarlah sebentar lagi kamu akan memiliki 4 adik adik bayi." jawab Vino.


Amanda memeluk Vino dengan sangat erat, ia juga sangat suka mencium wajah ayah nya.


"Amanda sudah bertemu dengan papah." tanya Citra.


"Belum bun, tadi kamar papah di tutup." jawab Amanda.


"Owww papah sedang membuat adik untuk Amanda." ujar Vino.


"Membuat adil, bagaimana caranya?"


"Amanda mau tau." tanya Vino.


"Mau yah." jawab Amanda.


"Amanda sayang." panggil Aska yang berdiri di depan pintu kamar Vino.


"Papah." ucap Amanda.


"Sana, peluk papa." kata Vino.


Amanda turun dari ranjang dan langsung memeluk Aska. Ia juga sangat merindukan papah nya, apalagi momen mereka berdua untuk bertemu juga tidak terlalu sering.


"Amanda rindu papah." ucap Amanda.


"Papah juga sayang, papah tidak menyangka bisa membuat gadis secantik dan seimut kamu." ucap Aska.


"Amanda tanya pada papah, apa adik nya sudah jadi." ujar Vino.

__ADS_1


"Pah, apa adik Amanda sudah jadi, ayah bilang papah sedang membuat seorang adik." ucap Amanda.


"Adik, Amanda mau adik. Bukan nya Amanda akan memiliki 4 orang adik." kata Aska dengan terus mencium wajah Amanda.


"Itu dari ayah, dari papah juga." ucap Amanda.


"Berjuang ka, kau harus mencetak 4 juga." ujar Vino.


"Iya sayang, Amanda akan segera memiliki adik." ucap Aska.


"Amanda sini tidur dengan ayah, biarkan papah mu berusaha lebih kuat." ujar Vino.


"Iya yah, pah Amanda tidur dulu. Nanti sore temani Amanda bermain." ucap Amanda


"Iya sayang, selamat tidur." Aska mencium pipi Amanda sebelum menurunkannya.


Sementara itu Kevin dan Vira tenga berada di ruang keluarga. Mereka berdua membahas masalah pernikahan mereka yang belum ada kepastian dari pihak Kevin.


"Ada apa dengan mu sayang." tanya Vira.


"Aku sangat pusing. Kamu tau sendiri kan jika aku tidak memiliki orang tua, aku tidak tau siapa ayah ku dan ibu ku, ah dia tidak layak di sebut dengan kata ibu. Aku bingung siapa yang harus ku bawa untuk menemui orang tua mu. Aku tidak mungkin meminta nenek untuk datang ke sini, dia sudah tua. ." jawab Kevin.


"Kenapa kita tidak jujur pada orang tua ku tentang kamu yang tidak memiliki orang tua lagi." ujar Vira


"Jika aku jujur apa orang tua mu mau menerima ku. Kita bagai bumi dengan langit vir. Aku takut orang tua mu tidak merestui kita lagi, jika mereka tau kalau aku sudah tidak memiliki orang tua." kata Kevin.


"Jangan seperti itu. Yakin lah pasti mereka akan merestui kita. Orang tua ku tidak pernah memandang siapapun dari mana dia berasal." ucap Vira.


"Apa kamu yakin, aku takut vir. Aku sangat mencintai kamu. Aku takut mereka malah mempersulit hubungan kita." ujar Kevin.


"Tidak sayang, percaya pada ku. Kita pasti mendapatkan restu mereka. Kita juga bisa menghubungi nenek untuk menjelaskan semuanya." ucap Vira.


"Terimakasih selalu ada untuk ku, dan selalu percaya pada ku." kata Kevin sambil mencium dahi Vira.

__ADS_1


"Aku tidak yakin vir, kamu akan masih mencintai ku setelah kamu tau semua nya." batin Kevin.


__ADS_2