
Vira sangat bingung harus menjawab apa, ia tau Kevin sedang memperhatikan nya dari kejauhan. Menolak Mark di depan umum bukan lah hal yang baik, itu akan membuat malu Mark orang yang selalu ada untuk nya.
Dengan berat hati Vira menganggukkan kepala nya, Mark tersenyum gembira dan langsung memasangkan cincin di jari manis Vira. Perlahan Mark berdiri sambil mendekati bibir Vira, tak butuh waktu lama bibir mereka berdua saling bertemu.
Hati Kevin benar-benar terasa sangat remuk, ia seperti merasakan apa yang Vira rasakan dulu. Kevin merasa memang ini sudah takdir nya dan harus segera di selesai kan malam ini juga.
"Vira," ucap Kevin dan berjalan mendekati Vira dan juga Mark.
Stiven sadar akan terjadi keributan yang membuat malu keluarga nya, dengan cepat ia membubarkan acara dengan alasan yang dapat di terima para tamu undangan. Setelah semua nya bubar baru lah semua nya di mulai.
"Kevin aku mengacaukan pesta ku," ucap Vino.
"Diam Vino, ini semua lebih penting dari pesta ini, ini tentang perasaan Vino, dua orang yang perlu kejelasan bukan hanya harapan," kata Kevin.
__ADS_1
"Kevin benar, aku setuju dengan nya, semua harus jelas malam ini juga," ujar Mark.
"Vira daddy beri kebebasan untuk mu, jangan dengar kan kakak mu dengarkan isi hati dan perasaan mu, kau sendiri yang menentukan siapa yang kau pilih. Dan untuk Kevin dan Mark aku ingin jika salah satu dari kalian tidak di pilih terima lah dengan lapang dada semua tidak bisa di paksakan," ucap Stiven.
"Dad apa-apaan ini," saut Vino.
"Stop Vino, yang terbaik untuk belum tentu yang terbaik untuk Vira, yang menjalani bukan kau tapi Vira," ucap Stiven.
"Vira tentukan sekarang Vir, kau pilih aku orang yang sangat kau cintai dan mencintai mu...
Vira tampak diam, ia sangat bingung harus memilih siapa di antara Kevin dan Mark, kedua nya benar-benar serius dengan nya.
"Aku mundur Vir, kau sangat ragu pada ku, aku tidak ingin memaksa mu lagi Vira, jika aku memaksa mu untuk kembali pada ku itu bukan cinta tapi obsesi untuk memilki," ucap Kevin.
__ADS_1
"Kevin Vira belum memberikan jawaban nya, aku tidak ingin menang karena kau menyerah tapi karena Vira memilih ku," ujar Mark.
"Mark mungkin kau harus memahami kalimat 'Cinta tak harus memiliki'. Ya terkadang ada hal yang tidak harus dipaksakan dan mau tidak mau harus kita ikhlaskan. Tapi walaupun kamu harus merelakannya, bukan berarti rasa cinta itu hilang seketika. Aku masih bisa memendam rasa cinta itu diam-diam, atau memperhatikannya dari kejauhan." ucap Kevin.
"Kevin kau menyerah begitu saja, bagaimana aku mau memilih mu, kau tidak berjuang Kevin," kata Vira
"Untuk apa aku memperjuangkan orang yang sama sekali tidak bisa aku gapai lagi Vira, Dengar Vira tidak bisa memilikinya bukan berarti berhenti menyayangi dan mencintainya, perasaan ku tidak akan pernah berubah pada mu," ucap Kevin.
"Mark jaga anak ku dengan baik, ya aku tau itu anak ku, itu darah daging ku, aku percaya pada mu Vira, aku percaya jika kamu tidak mungkin melakukan hal sekotor itu. Kamu berbeda dengan ku Vira aku manusia kotor yang tidak layak mendapatkan dewi seperti mu," kata Kevin.
"Kevin jadi selama ini, kau tau," tanya Mark.
Kevin mendekati Mark dan memeluk nya. "Ketika anak itu lahir, izinkan aku bersama nya, izinkan aku bertemu dengan nya Mark."
__ADS_1
Setelah itu Kevin mendekati Vira, ia tidak memeluk Vira, hanya mengucapakan beberapa kata.
"Mencintai berati harus mengikhlaskan Vira." Kevin pergi dari tempat itu, air mata nya jatuh membasahi wajah nya. Kevin pergi dengan merasakan sakit yang teramat dalam di hati nya.