
"Aaahhhhh." teriak Kevin saat kepala nya benar-benar seperti di putar-putar. Rasa nya sangat lah sakit.
Arga yang melihat itu langsung berlari menghampiri Kevin, Darah perlahan keluar dari hidung Kevin dengan deras nya. Sampai-sampai tangan nya tak bisa membendung nya lagi.
"Kevin, kev.. Kau kenapa." Arga membawa Kevin duduk di atas sofa.
Kevin mengambil tisu untuk mengusap dara dari hidup nya yang perlahan berhenti keluar. Tapi kepala nya masih terasa sangat sakit.
"Obat mu mana kev." tanya Arga.
"Ada di laci itu, tertimbun beberapa berkas, agar Vira tidak melihat nya." jawab Kevin.
Arga langsung membuka laci untuk mengambil obat itu, setelah itu ia memberikan obat itu bersama air mineral untuk Kevin minum.
Setelah itu Kevin merebahkan diri nya di sofa tetapi sebelum itu ia membersikan sisa darah yang menempel di tubuh nya agar ketika Vira datang tidak terkejut.
Tak lama Vira datang dengan membawa makan siang untuk Kevin, ia masuk kedalam ruangan Kevin tetapi tidak melihat Kevin di kursi nya. Vira Melihat ke kanan dan kiri untuk mencari keberadaan Kevin.
"Kenapa dengan nya, kenapa tidur di sofa." ucap Vira.
Vira berjalan mendekati Kevin, ia melihat wajah Kevin yang sedikit memucat. Tangan nya perlahan menyentuh wajah Kevin.
"Dingin, apa penyakit bawaan nya kumat lagi." kata Vira.
"Sayang, kamu sakit. Sayang." Vira membangunkan Kevin dengan memegang wajah Kevin.
"Hmmm kamu sudah datang." Kevin membuka mata nya dan membetulkan posisi nya.
"Kamu sakit." tanya Vira.
"Biasa penyakit yang ku katakan pada mu dulu, mungkin aku terlalu cepek." Jawa Kevin.
"Kita pulang sekarang." ajak Vira
"Pulang, masih banyak pekerjaan ku." tolak Kevin.
"Pekerjaan masih bisa di kerjakan lain waktu." ucap Vira dengan membantu Kevin berdiri. Kevin hanya bisa mengikuti kemauan Vira, tubuh nya juga tidak bisa di ajak Kompromi.
Sesampainya di apartemen Kevin langsung masuk kedalam kamar nya, Vira memeluk Kevin dengan erat, ketikan Kevin sakit seperti ini ntah kenapa Vira merasa sangat khawatir perasaan nya terasa tidak tenang padahal kata Kevin penyakit nya hanya penyakit biasa.
Sementara itu Vino dan Citra sedang dalam perjalanan ke apartemen Kevin, mereka berdua ingin sekali mengunjungi apartemen Vira dan Kevin. Vino mendapat kan alamat apartemen Kevin dengan menanyakan nya pada Arga.
Sesampainya di apartemen itu Vino dan Vira langsung memencet bel. Vira yang sedang memeluk Kevin mendengar bel apartemen nya berbunyi langsung turun dari ranjang untuk melihat siapa yang datang.
__ADS_1
"Kak Vino." ucap Vira yang terkejut dengan kedatangan kakak nya.
"Apa kakak mu tidak di persilahkan masuk." kata Vino.
"Hehehe iya kak ayo masuk." Vira mempersilahkan Vino dan Citra masuk kedalam.
"Dimana suami mu vir, apa dia masih bekerja." tanya Vino.
"Dia sedang sakit kak, ada di dalam kamar." jawab Vira.
"Boleh kakak masuk kamar mu untuk melihat nya." tanya Vino.
"Boleh kak masuk saja." jawab Vira.
Vino langsung berjalan ke arah kamar Kevin, ia melihat Kevin sedang tertidur dengan wajah yang cukup pucat. Vino berjalan mendekati Kevin dan diam-diam memfoto wajah Kevin.
"Lihatlah si jagoan sedang sakit." Vino mengirim gambar Kevin ke grup mereka berlima.
"Hahaha sakit apa dia vin." tanya Andy.
"Terlalu banyak bercinta." ujar Aska.
"Itu diri mu ka." timpa Jamal.
"Diam lah kalian semua, aku akan tanyakan pada nya." ucap Vino.
"Hey apa kau mau jadi adik ipar durhaka, abang mu sedang datang dan kau malah tidur." ucap Vino.
Kevin yang mendengar suara Vino langsung terbangun dari tidur nya, ia melihat Vino berada di samping nya.
"Vino, sejak kapan kau datang." tanya Kevin dengan suara yang sedikit serak.
"Baru saja, kau sakit apa." Vino yang sedikit khawatir dengan melihat wajah Kevin yang terlihat semakin memucat.
"Hmm tidak ada hanya kelelahan." ujar Kevin.
"Kelelahan sampai pucat begitu, ayo ikut aku ke rumah sakit." ucap Vino.
"Tidak vin, sebentar lagi juga aku baik-baik saja." tolak Kevin.
"Terserah mu saja, tapi jika sampai malam kau masih seperti ini. Kabari kami di grup." kata Vino.
"Iya iya, kau khawatir pada ku." tanya Kevin.
__ADS_1
"Tidak, aku hanya tidak ingin adik ku menjadi janda." jawab Vino.
"Kurang ngajar, kau mendoakan ku mati." ucap Vino yang kesal.
HP Vino tampak bergetar, ternyata ada sambungan Video call dari Aska dan yang lainnya. Vino langsung mengangkatnya.
"Mana Kevin vin." tanya Jamal.
"Mereka ingin berbicara dengan mu." Vino menyerah HP nya pada Kevin.
"Kau sakit apa Vin." tanya Aska.
"Iya vin, apa kami perlu ke sana." timpa Andy.
"Hey hey tenang lah, aku tidak papa. Hanya kelelahan saja." ucap Kevin.
"Kau yakin, dengan wajah sepucat itu." tanya Jamal.
"Iya, aku tidak papa. Tidak ada yang perlu di khawatir kan." jawab Kevin.
Hati Kevin tersentuh saat melihat saudara baru nya yang sangat perhatian pada nya. Padahal mereka semua bertemu baru beberapa bulan. Tetapi mereka tampak begitu perhatian pada nya. Ia tidak bisa membayangkan betapa hancur nya perasaan mereka saat tau semua tentang kebohongan nya selama ini..
.
.
.
Menikah." Ucap Natasya dan Azka bersama.
Natasya gadis cantik yang baru berusia 18 tahun dan bekerja sebagai cleaning servis di salah satu perusahaan besar. ia harus rela mengubur mimpi nya dalam-dalam karena kehidupan nya yang sangat sulit. Di tambah masalah baru nya yaitu ia harus menikah dengan seseorang yang sama sekali tidak ia kenal. Dan Natasya tidak bisa menolak permintaan dari ayah nya yang sedang sakit.
"Ayah, apa maksud nya, Azka tidak mau menikah yah." Ucap Azka.
"Jika tidak kau boleh pergi dari rumah ini dan jangan harap bisa mendapatkan kedudukan CEO lagi di kantor." Kata Winata ayah dari Azka.
Mau tidak mau Azka harus menerima permintaan ayah nya itu, Azka memiliki trauma pada seorang wanita. Bahkan selama beberapa tahun terakhir Azka tidak pernah dekat dengan seorang wanita pun. Olivia adalah mantan tunangan terakhir nya dan Azka sangat tidak suka dengan Olivia itu sebab nya ia memutuskan Olivia dengan alasan tertentu. Saat ini Ia sangat menjaga jarak pada seorang wanita sampai-sampai banyak rumor jika ia tidak normal lagi.
"Sah."
Air mata Natasya jatuh dari ujung mata nya, hidup nya benar-benar terasa sangat berat. Bahkan sampai sekarang ia tidak berani melihat wajah suaminya karena Azka benar-benar sangat menyeramkan.
Bagaimana kehidupan mereka berdua, apakah Natasya menemukan kebahagiaan. Dan Azka dapat menghilang trauma nya pada seorang wanita???
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan Vote ya...
Kalian penasaran dengan cerita sinopsis di atas. Jangan lupa Novel ini akan rilis awal bulan depan. setelah cerita di ikatan cinta tamat.