Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Episode 82


__ADS_3

Karena kondisi Kevin yang masih stabil, Kevin hari ini akan di kirim ke Korea bersama Yimin dan Arga. Mereka berangkat menggunakan pesawat pribadi yang langsung berangkat dari rumah sakit dengan pengawasan dari dokter.


Setelah beberapa jam melacak keberadaan Kevin, akhirnya Iqbaal menemukan keberadaan Kevin, dan langsung menghubungi Stiven.


"Hallo, apa ada kabar." tanya Stiven.


"Ada stiev, Kevin berada di rumah sakit yang cukup jauh, dan dalam beberapa menit lagi Kevin di kirim ke Korea bersama ayah nya dan Arga. Aku kirim kan alamat nya ke grup." jawab Iqbaal.


"Baiklah terimakasih." kata Stiven.


Stiven berjalan menghampiri Vira dan Vino. "Berhenti menangis, apa yang kau tangisin." ucap Stiven.


"Bagaimana dad, aku mau bertemu suami ku." tanya Vira.


"Ayo ikut daddy, Vino siap kan mobil." perintah Stiven.


"Maksud nya dad." Vino menaikkan alis nya.


"Jangan banyak tanya, cepat kita tidak ada waktu." ucap Stiven.


Vino langsung berlari menyiapkan mobil, dan Vira bersama Stiven berjalan mengikuti Vino.


"Kita kemana dad." tanya Vino.


"Buka WA mu, bawa mobil ke rumah sakit itu." jawab Stiven.


"Dad, Kevin berada di rumah sakit." tanya Vira.


"Berhenti lah menangis vir, daddy tidak suka melihat mu menangis. Mungkin kita bertemu hanya untuk sesaat, dia akan di bawa ke Korea." jawab Stiven.


"Hanya sebentar dad, aku ingin ikut." kata Vira.


"Semua keputusan berada di tangan papah nya vir. Daddy mu dan papah nya tidak memiliki hubungan yang baik." ucap Stiven.

__ADS_1


Kevin sudah keluar dari ruangan nya, mereka semua terkejut saat sebelum keberangkatan nya Kevin dalam kondisi sadar tetapi tatapan nya kosong. Arga dan Yimin berusaha mengajak Kevin berkomunikasi tetapi tidak ada jawaban dari Kevin.


"Bagaimana om, kita tetap berangkat." tanya Arga


"Demi kesembuhan Kevin lira harus berangkat." jawab Yimin.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya mereka sampai di parkiran rumah sakit, Vira dan yang lainnya langsung menuju meja resepsionis untuk mencari ruangan Kevin.


Setelah menemukan ruangan Kevin dengan kekuasaan Stiven, mereka langsung berlari keruangan itu.


"Sudah kosong, dimana Kevin." tanya Vino.


"Bandara rumah sakit." ucap Vira sambil berlari.


"Vira tunggu." teriak Stiven sambil mengejar anak nya.


Mereka bertiga berlari menuju bandara rumah sakit, mata Vira mencari keberadaan Kevin dan rombongan nya.


"Di sana." teriak Vino.


Yang membuat Yimin dan Arga terkejut, bukan hanya mereka berdua, Kevin yang mendengar suara Vira langsung mencari ke arah sumber suara.


"Sayang, Kevin." Vira memeluk Kevin dengan sangat erat.


Dan sebaliknya Kevin juga memeluk orang yang selalu ada di dalam pikiran nya.


"Sayang, kamu mau kemana. Kenapa kamu seperti ini, kamu jahat. Kamu merahasiakan semua nya dari ku." ucap Vira dengan menangis.


"Maaf, jangan menangis." Kevin mengusap air mata Vira.


"Kamu jahat, kenapa kamu merahasiakan semua nya dari ku, itu sekarang tidak penting. Aku mau masalah ini kita lalui bersama, aku akan selalu ada di sisi mu." Vira menatap mata Kevin.


Yang membuat Kevin terkejut bukan hanya kedatangan Vira dan Vino, tapi ia juga kedatangan para sahabat nya. Aska, Andy dan juga Jamal.

__ADS_1


Mereka semua berdiri di belakang Vino dengan memberikan senyuman manis.


"Ayo kev, kita harus berangkat." ujar Yimin.


"Aku harus pergi, kamu tenang saja. Aku akan kembali. Jaga perusahaan kita." ucap Kevin.


"Kamu mau kemana, aku ikut." tanya Vira.


"Tidak, kamu tidak boleh ikut. Aku mohon pada mu, jaga apa yang telah kita bangun bersama. Cepat atau lambat aku akan datang menjemput mu." jawab Kevin.


"Tapi Aku tidak mau berpisah dengan mu."


"Hanya sementara sayang, percaya lah dengan takdir yang mengikat kita." ucap Kevin.


Vino berjalan mendekati Kevin dan memeluk nya. "Maaf kan aku, harus nya aku percaya pada mu, berjanji lah untuk kembali." kata Vino.


"Seharusnya aku yang meminta maaf pada mu, karena telah mengecewakan mu, aku janji akan kembali dan Aku minta pada mu jaga istri ku dengan baik."


"Pasti." kata Vino.


"Semangat Kevin." ujar Jamal.


"Kau bisa kev, kami percaya pada mu." timpa Aska.


"Kembali lah secepatnya, kita akan berpesta bersama." ucap Andy.


Vira menangis di dalam pelukan Vini saat menyaksikan kepergian Kevin dari hadapan nya, walaupun hanya sementara waktu itu sangat berat bagi nya.


"Aku menunggu mu kembali." batin Vira saat pesawat yang membawa Kevin lepas landas.


Mereka semua pulang ke rumah Vino, dalam perjalanan keluar dari rumah sakit tiba-tiba Vira pingsan, mereka pikir Vira hanya kecapean dan memerlukan istirahat yang cukup.


"Aku cinta kamu, maaf jika aku tidak bisa kembali, semoga kamu bahagia." batin Kevin.

__ADS_1


Kevin sudah mendengar percakapan doker dan papah nya, jika diri nya akan menetap di Korea dalam waktu yang cukup lama. Ia juga akan menjalani operasi besar yang berefek hilang nya ingatan nya.


__ADS_2