
Vino semakin menangis mendengar perkataan Citra. Ia seperti anak kecil yang tidak di perbolehkan makan permen oleh ibu nya, Citra memeluk Vino dengan erat ia juga mengusap air mata di wajah Vino dengan tangannya.
"Kenapa kamu sangat menggemaskan." ucap Citra.
"Ini tidak lucu, jangan berkata seperti itu. Aku tidak akan ikhlas." kata Vino.
"Sayang, aku janji tidak akan pergi, berhenti lah menangis. Kamu seperti anak kecil." Citra mengusap rambut Vino.
Vino memeluk Citra dengan sangat erat. Ia menyembunyikan wajah nya di tubuh Citra. Sebenarnya ia merasa malu menangis seperti itu di hadapan istri nya tapi ntah kenapa rasa sedih di hati nya benar-benar sangat besar sampai ia tidak bisa membendung nya lagi.
"Sekarang, kamu pikirkan nama untuk anak kita." kata Citra.
"Aku tidak bisa berfikir, aku harus melihat wajah mereka baru lah aku dapat memberikan nama untuk mereka." ujar Vino.
"Terserah mu saja, kamu ayah nya dan pasti kamu memberi kan nama terbaik untuk mereka." kata Citra.
"Ingat jangan berkata seperti itu lagi, kalau kamu berkata seperti itu lagi aku akan marah." Vano menatap wajah Citra.
"Iya sayang, aku janji."
Setelah momen sedih itu, Vino tidur dengan memeluk istri nya dengan erat. Perasaan nya kali ini memang masih belum di katakan tenang, mungkin sampai Citra selesai melahirkan baru la diri nya merasa tenang.
"Aku jadi merasa bersalah pada Vino, pasti dia sangat kepikiran dengan apa yang ku katakan tadi." kata Aska.
"Iya ka, pasti dia merasa tidak tenang, wajah si. Istri nya hamil 4 anak kembar sekaligus. Butuh perjuangan besar untuk melahirkan nya dan pasti resiko nya lebih besar." kata Jamal.
"Sudah lah, aku nanti yang akan berbicara dengan Vino, aku ke kamar dulu." ujar Kevin.
Kevin masuk ke dalam kamar nya untuk mencari Vira, ia ingin mengajak Vira ke perusahaan yang ia bangun dulu. Ia penasaran dengan perusahaan itu karena baru mendapatkan cerita perusahaan itu dari grup lawak nya.
"Sayang." Kevin memeluk Vira dari belakang.
Vira membalik badannya dan menatap wajah suami nya.
__ADS_1
"Ada apa, kamu sangat tampan." kata Vira.
"Aku memang tampan sayang, oh iya kamu tau perusahaan yang ku bangun dulu." tanya Kevin.
"Iya tau, sebelum ku titipkan ke Vins grup aku yang mengurus nya." jawab Vira.
"Aku ingin melihat nya, seperti apa perusahaan itu." kata Kevin.
"Ya sudah ayo kita pergi." ucap Vira.
Vira dan Kevin sedang bersiap-siap untuk pergi ke perusahaan yang mereka berdua bangun dulu. Setelah di rasa semua siap mereka berdua bercermin terlebih dahulu.
"Sudah." tanya Kevin.
"Sudah." jawab Vira.
"Perusahaan itu bergerak di bidang apa." tanya Kevin
"Properti." jawab Vira.
"Apa kita menjalankan perusahaan itu dengan baik sayang? "
"Sangat baik dan pertumbuhan saham kita sangat cepat. Apalagi saat bergabung dengan Vins grup aku sampai sulit menangani nya. Untung Vins grup dengan cepat mengambil ahli semua nya." ucap Vira.
"Hmmm jika aku ingin kembali memimpin perusahaan itu apa boleh." tanya Kevin.
"Tentu saja boleh, aku menitipkan nya ke Vins grup karena merasa sudah tidak sanggup lagi, lagi pula saat itu aku pergi ke Korea untuk menghadiri acara kelulusan ku." jawab Vira.
Setelah mereka berdua sampai, mereka langsung masuk ke dalam. Vira dan Kevin sedikit bingung karena Cafe di bagian bawa kantor buka dan cukup ramai, padahal setelah kepergian Kevin dan Arga Cafe itu tidak pernah buka lagi.
__ADS_1
Mereka berdua berjalan menuju cafe itu terlebih dahulu. Dan dugaan mereka benar, kalau Arga sudah kembali ke indonesia. Arga yang melihat kedatangan Kevin dan Vira langsung berjalan mendekat. .
"Kevin, kau datang." ucap Arga.
"Sejak kapan kau pulang ke Indonesia ga." tanya Kevin.
"Sudah beberapa hari yang lalu." jawab Arga.
"Oh iya dimana papah ku?"
"Sedang berada di rumah, nanti malam aku dan papah mu akan berkunjung ke rumah mu dan Vira. " jawab Arga.
"Untuk apa ga." tanya Kevin.
"Ingin menyelesaikan masalah yang telah berlalu dan memperbaiki hubungan yang retak kev." jawab Arga.
"Oww bagus lah, ya sudah aku naik ke atas dulu." kata Kevin.
Kevin dan Vira berjalan-jalan di kantor nya, mereka naik ke lantai paling atas ke ruang Kevin.
"Aku ingat aku pernah di sini." kata Kevin.
"Jelas, ini ruangan mu sayang." ucap Vira.
"Iya iya, aku sedikit mengingat nya." Kevin duduk di kursi kebesaran nya.
"Apa aku masih cocok menjadi pemimpin perusahaan ini." ucap Kevin.
"Kamu sangat cocok sayang." kata Vira.
Sementara itu di tempat lain...
"Aku tidak akan membuat mu bahagia Vino." ucap seseorang..
__ADS_1