
"Sayang besok kita akan terbang, siapkan barang yang di perlukan saja." Ucap Kevin.
"Secepat itu." Tanya Vira.
"Iya sayang, kamu tidak mau pergi bersama ku."
"Bukan begitu kamu suami ku aku dan aku wajib ikut kemana pun kamu pergi, tapi bagaimana dengan Izin daddy dan kakak ku."
"Jangan kamu pikirkan ini demi hubungan kita, aku yakin mereka pasti kalau kamu bahagia pasti mereka akan mengizinkan kita." Ucap Kevin.
"Baiklah, ayo kita berkemas." Kata Vira.
Malam hari nya mereka langsung mengatakan pada anggota keluarga yang lainnya bahwa besok pagi mereka akan terbang ke Korea.
"Tidak Kevin, sudah berapa kali aku bilang aku tidak setuju." Ucap Vino.
"Vino jika kau sayang adik mu dan aku, kau akan mengizinkan kami pergi, hargai pilihan kami."
"Itu pilihan mu bukan Vira, aku yakin aku yang memaksa nya." Kata Vino.
__ADS_1
"Vino berhenti ikut campur urusan rumah tangga ku terlalu dalam, kau kakak nya itu sebabnya aku membiarkan kau sedikit masuk dalam urusan rumah tangga kami. Tapi kali ini kau sudah keterlaluan kau sudah terlalu dalam aku tidak suka itu."
"Dengar Vira bukan warga negara Indonesia lagi, aku sudah memindahkan nya jadi kau tidak berhak melarang kami." Ucap Kevin.
"Sudah Vino, biarkan mereka pergi, kita tidak berhak melarang mereka berdua. Tapi aku ingatkan pada mu Kevin, jangan sampai buat Vira meneteskan satu tetes air mata karena perbuatan mu. Aku pasti kan aku akan menarik Vira dan kau tidak akan pernah bertemu kembali dengan nya." Ucap Stiven.
"Aku janji tidak akan menyakiti Vira." Kata Kevin.
Keesokan pagi nya, Kevin dan Vira benar-benar pergi dari rumah yang telah lama mereka tinggali. Vira menangis di dalam pelukan Vino dan keluarga nya, ini kedua kali nya ia pergi jauh dari mereka, dan ntah kenapa Vira merasakan sesuatu yang berbeda.
"Jaga diri mu baik-baik, setiap bulan kakak akan mengunjungi mu." Ucap Vino.
"Kau jaga adik ku dengan baik." Vino memeluk Kevin walaupun dia sedang sangat kesal dengan Kevin.
"Pasti Vino, aku akan menjaga nya, aku tunggu kedatangan mu."
"Hati-hati Kevin." Ucap Aska.
"Aku pergi dulu, kalian berdua jangan lupa kunjungi aku." Ucap Kevin sambil memeluk Aska dan Andy.
__ADS_1
"Pah, aku pergi lupakan masalah kita.aw sAku sudah memaafkan mu, dan itu bukan salah mu." Ucap Kevin.
"Jaga Vira dengan baik, papah percaya pada mu." Stiven mengusap bahu Kevin.
"Pasti aku akan menjaga Vira." Kata Kevin.
Setelah berpamitan mereka berdua langsung naik terbang menuju Korea. Tempat cinta mereka di mulai dulu dan tempat dimana ujian cinta menerpa mereka berdua.
"Jangan sedih sayang, ada aku di samping mu, kamu tidak suka hidup bersama ku." Ucap Kevin.
"Aku sangat senang bersama mu." Vira memeluk Kevin dengan erat.
Mereka berdua menempuh perjalanan kurang lebih 7 jam lama nya, cukup lama untungnya Kevin memakai jet pribadi yang di lengkapi kamar tidur.
Dan tentu saja Kevin tidak menyianyiakan kesempatan ini untuk mencetak anak di atas langit.
"Sudah Vino ini bukan pertama kali nya Vira pergi jauh." Ucap Andy.
"Ya ya ya, tapi ntah kenapa perasaan ku tidak enak." Kata Vino.
__ADS_1