Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Bab 21


__ADS_3

Lihatlah hal positif setiap harinya, walaupun terkadang kita harus melihat lebih keras untuk mendapatkannya.


~Ay Alvi~


"Kalau begitu kita harus secepatnya membantu Joshua, sebelum masa roh itu berakhir," ucap Jordan mengingatkan bahwa waktu yang mereka miliki hanya sedikit.


"Tunggu! Apa maksudnya?" tanya Nadhya tak mengerti, ia tidak mengetahui bahwa ada yang membuat roh Joshua terkunci sehingga membuatnya tidak dapat kembali ke dalam raga pria itu.


"Kita harus segera menemukan tubuh Joshua untuk mengembalikan rohnya," jawab Jordan.


"Bagaimana dengan Zeline? Apa ia harus ikut juga?" tanya Ziga ragu-ragu. Pria itu masih belum rela jika harus melibatkan putrinya yang masih sangat kecil.


"Tentu saja," jawab Jordan tidak melihat mata Via yang membelalak lebar saat mendengar ucapan jawaban yang keluar dari bibirnya itu.


"Apa maksud kalian? Mengapa Zeline harus ikut terlibat?" tanya Via yang tak setuju putri kecilnya harus berkutat dengan masalah orang dewasa.


Ziga menghela nafas, sudah dapat ia perkirakan sebelumnya jika Via tidak akan menyetujui rencana mereka untuk melibatkan Zeline. Akan tetapi, pria itu juga bingung karena menurut Jordan hanya dengan bantuan putrinya itu lah mereka dapat menyelamatkan Joshua.


"Aku membutuhkan bantuan Zeline untuk menyelamatkan Joshua," jawab Jordan, akhirnya pria itu yang berbicara karena melihat Ziga tampak ragu setelah melihat penolakan Via.


"Tapi ... Zeline masih terlalu kecil. Ini sangat berbahaya untuknya," kukuh Via tetap pada pendiriannya,, wanita menarik tubuh Zeline dan memeluk putri kecil itu seolah takut tersakiti oleh yang lainnya.


"Mommy!" panggil Zeline dari dalam pelukan ibunya, gadis itu menatap mata sang ibu yang mulai berkaca-kaca.


"Ya sayang!" jawab Via mengelus kepala putrinya dengan lembut.


"Zel harus bantu Uncle Josh, kasihan dia," ucap Zeline, bocah kecil itu mengutarakan keinginannya.


"Mommy pernah bilang, kita harus bantu orang yang kesusahan. Sekarang Uncle Josh sedang susah, jadi Zel harus membantunya." Zeline mengingatkan Via akan kata-kata yang pernah ia ucapkan kepada kedua buah hatinya.


Wanita itu selalu mengajarkan putra dan putrinya untuk saling membantu jika ada yang mengalami kesulitan dan inilah saatnya, ada Joshua yang kini membutuhkan bantuan Zeline. Akankah ia melanggar ajarannya sendiri dengan melarang Zeline untuk membantu calon suami dari Nadhya tersebut?

__ADS_1


Via terdiam, pikirannya berkecamuk antara mengizinkan atau tidak. Bukan ia tidak mau menolong Joshua, hanya saja keselamatan Zeline yang menjadi pertimbangannya.


Yang lain juga tidak dapat berkomentar apa-apa, karena Via adalah ibu dari bocah itu. Sudah tentu Via yang lebih tahu apa yang terbaik untuk putrinya itu.


"Mommy!" panggil Zeline kembali, bocah itu masih menanti keputusan sang bunda.


Via menghela nafas lalu memejamkan matanya, wanita itu berpikir apa yang sebaiknya ia putuskan. Satu-satunya kekhawatiran wanita itu adalah tentang keselamatan putri kecilnya.


Nadhya juga berharap cemas pada keputusan Via. Walau ia sangat berharap mereka dapat menyelamatkan Joshua, tetapi gadis itu tidak dapat memaksa karena ini juga menyangkut tentang Zeline keponakannya.


"Baiklah, Mommy izinkan Zel membantu Uncle Josh," ucap Via pada akhirnya, wanita itu tidak dapat mengesampingkan perasaan ibanya kepada Nadhya dan juga Joshua.


Mata Zeline berbinar mendengar keputusan ibunya. Bocah itu senang karena pada akhirnya ia dapat menolong Juan yang tengah kesusahan. Tak berbeda dengan Zeline, semua yang berada di sana juga merasa lega karena wanita itu memperbolehkan Zeline untuk terlibat.


"Tapi ...." ucap Via menggantung kata-katanya. Ia ingin mengajukan syarat sebelum benar-benar melepas Zeline untuk membantu Joshua.


"Tapi apa?" tanya Nadhya terlihat tak sabar, karena ia ingin segera menyelamatkan kekasih hatinya.


"Tentu sayang, kami akan mengutamakan keselamatan Zeline," ucap Ziga menyanggupi syarat yang di ajukan oleh istrinya.


Setelah Via setuju mereka pun melanjutkan diskusi tentang bagaimana mereka akan menyelamatkan Joshua. Informasi yang mereka miliki saat ini masih terlalu minim. Hanya keterangan dari roh Joshua yang dapat menjadi petunjuk. Itu pun tidak semua yang bisa di jelaskan oleh Joshua.


Pria itu memberikan sebuah nama yang sekiranya dapat membantu Ziga dan yang lainnya untuk menemukan raganya. Antony, nama yang di sebutkan Joshua pada Zeline dan juga Jordan. Ia meminta mereka untuk menemui Antony yang saat ini tengah mengelola perusahaan milik Joshua.


Ziga pun memerintahkan Erik untuk membuat janji temu bersama Antony dengan bisnis sebagai alasan. Ia belum berani mengungkap segalanya karena tidak tahu apakah Antony termasuk dalam kawan atau lawan.


Ziga, Jordan, Zeline, Erik dan juga Nadhya pergi ke Los Angeles tempat Jo Corp berada.


Mereka terlebih dahulu menemui Antony sebelum membahas langkah selanjutnya. Mengingat waktu yang mereka miliki tidak terlalu banyak, semua persiapan di lakukan seadanya.


"Selamat siang Tuan Pratama!" sapa Antony saat Ziga dan Erik mengunjungi kantornya di L.A.

__ADS_1


"Siang Tuan Guilera!" Ziga menjawab sapaan ramah Antony dan juga menyambut uluran tangan dari pria itu.


"Saya harap kedatangan saya tidak menggangu aktifitas Tuan," ucap Ziga berbasa-basi kepada pria yang belum ia ketahui dengan benar apakah ia berada di pihak Joshua atau malah di pihak musuhnya.


Joshua sendiri menatap sahabatnya itu dengan perasaan yang aneh. Entah mengapa pria itu merasa jika Antony sedikit berubah. Namun, ia sendiri tidak dapat menjabarkan apa perubahan itu. Yang Joshua rasakan, Antony yang kini ada di hadapannya sungguh berbeda dengan Antony sahabat dari masa kecilnya.


"Tentu tidak Tuan, Saya amat senang jika kita bisa melakukan kerjasama," bantah Antony tidak setuju dengan ucapan Ziga. Pria itu justru merasa bahagia karena seorang pebisnis besar menghubunginya untuk mengadakan kerja sama.


Ziga tersenyum mendengar ucapan Antony, pria itu pun meminta Erik untuk memberikan folder mengenai poin-poin perjanjian jika mereka setuju untuk berkerja sama.


"Apa ini?" tunjuk Antony bertanya ketika melihat poin di mana di sebutkan bahwa Ziga hanya akan berkerjasama dengan Joshua sebagai pemilik sah dari perusahaan tersebut.


"Yang saya tahu perusahaan ini adalah milik Tuan Brosnan," jawab Ziga santai. Namun, tidak halnya dengan Antony, pria itu tampak sedikit tegang begitu mendengar Ziga menyebutkan nama Joshua.


"Anda salah Tuan, perusahaan ini telah menjadi milik saya karena Tuan Brosnan telah lama meninggal," bantah Antony menutupi rasa gelisah yang menyerangnya. Ia masih bingung bagaimana Ziga mengetahui masalah Joshua, sedangkan bagi dunia dan orang yang mengenalnya pria itu telah tewas dalam kecelakaan mobil tiga tahun silam.


"Benarkah?" tanya Ziga berpura-pura terkejut, kini pria itu tahu berada di pihak siapa Antony sebenarnya.


Sedangkan Joshua menatap Antony dengan perasaan kecewa yang mendalam. Ia tidak menyangka sahabat baiknya telah mengkhianati dirinya.


****


Terimakasih telah membaca TAKDIR CINTA 2 jangan lupa untuk memberikan like, coment dan juga vote jika kalian punya poin lebih ya.


Untuk yang punya koin berlimpah bisa juga berikan tips untuk Ay ... wkwkwk.


Karena program THR udah ga berlaku lagi jadi TAKDIR CINTA 2 ga ada pemasukan, hahaha.


Jadi biar Ay semangat up beri dukungan kalian ya!


Jangan lupa juga untuk membaca karya terbaru Ay GIRL ON THE GANGSTER dan buat kalian yang suka cerita bergenre time travel romantis kalian bisa mampir di PERMAISURI MODERN karya SISCA NASTY.

__ADS_1


Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘


__ADS_2