
Di tempat lain Jamal dan putri sedang dalam perjalanan ke rumah Vino, untuk tinggal sementara di sana. Para suami sudah berdiskusi untuk menempatkan para istri mereka semua dalam satu rumah. Agar saat menjelang kelahiran mereka tidak ada yang merasa kesepian, para suami juga lebih mudah mengawasi istri mereka jika di tempat kan dalam satu rumah yang sama.
Saat tiba di rumah Vino kebetulan Vino juga baru sampai di rumah nya, Putri langsung memeluk Citra saudara kembar nya. Mereka cukup lama tidak bertemu karena Putri selalu di rumah saja. Bahkan saat Jamal ke rumah Vino ia jarang ikut.
"Citra perut mu dua kali lipat dari perut ku." ucap putri.
"Hehehe aku hamil kembar anak 4 put, sudah jelas perut ku lebih besar." kata Citra.
"Sudah lanjutkan ngobrol di dalam saja." kata Vino.
Rumah Vino juga dalam penambahan beberapa lift untuk mempermudah naik turun lantai. Menurut Vino satu lift tidak cukup untuk mereka semua. Tentu saja hal ini sudah Vino diskusi kan dengan yang lainnya.
"Sayang ayo turun, mereka semua sedang berkumpul aku akan ketinggalan berita." ucap Anggun.
"Biarkan saja, aku sedang lelah." kata Aska yang masih betah tidur di atas ranjang.
"Amanda sayang, ayo buat papah mau turun ke bawah." bisik Anggun.
"Beres mah." ucap Amanda.
Amanda naik ke atas kasur dan melompat lompat sambil berteriak.
"Papah... Papah... Papah... Ayo turun kebawah, Amanda bosan di dalam kamar." teriak Amanda.
Aska masih setia di atas ranjang ia malah menarik Amanda ke dalam pelukan nya.
"Sayang kenapa kamu sangat menggemaskan." Aska menghujani Amanda ciuman.
"Karena aku anak papah." ucap Amanda.
"Kami benar sayang, tidak mungkin bibit papah mengecewakan." kata Aksa.
"Ayo sayang, kita turun ke bawah." ucap Anggun yang kesal karena sedari tadi Aska mengabaikan nya.
"Ayo kita turun sayang, lihat lah mamah mu sudah hampir meledak." Aska menggendong Amanda.
"Papah Amanda mau gendong di atas pundak."
__ADS_1
Aska menaikan Amanda ke pundak nya dan membawa Amanda turun.
"Sayang kalau aku yang naik ke atas pundak mu bagaimana." tanya Anggun.
"Tidak mungkin bisa penyet aku sayang." jawab Aska.
Caitlin berdiri menyambut kedatangan putri dan yang lainnya.
"Apa kabar put." tanya Caitlin.
"Baik lin." jawab Putri.
"An ayo ikut aku, kita panggil Kevin." ucap Vino.
"Aku ikut." ujar Jamal.
"Ayo kita kembali kan ingatan nya." kata Andy.
"Kalian mau kemana." tanya Aska.
Mereka berempat naik ke atas kamar Kevin, untuk membantu Kevin mengembalikan ingatan nya.
Sementara itu Kevin masih terlelap dengan tidur nya setelah pertempuran yang cukup panjang bersama Vira. Ia terbangun dari tidur nya saat mendengar ketukan pintu.
"Aaah siapa yang menganggu tidur ku." kata Kevin.
Kevin bangkit dari kasur dan berjalan mendekati pintu kamar. Saat melewati cermin besar ia terkejut karena belum memakai pakaian alias masih telanjang bulat.
"Hahaha jika dia wanita pasti akan tergoda melihat ku seperti ini." ucap Kevin.
Kevin masuk ke ruang ganti untuk mengambil celana pendek nya.
"Apa dia tidur kenapa lama sekali membuka pintu nya." kata Aska.
"Tunggu sebentar, mana tau dia sedang olahraga, pasti kita menganggu nya." ujar Andy.
Kevin membuka pintu kamar nya, ia melihat ada 4 orang pria sedang menatap nya.
__ADS_1
"Betul tebakan mu an." ujar Jamal.
"Apa yang habis kau lakukan, kenapa lama sekali." ucap Vino.
"Aku sedang tidur, ada apa kalian semua ke kamar ku, apa mau meminjam uang." tanya Kevin.
"Meminjam uang, seorang Vino meminjam uang." ucap Aska sambil menahan tawa nya.
"Kurang ngajar dia an, dia menjatuhkan martabat kita." ucap Vino.
"Iya vin, aku tidak terima." ujar Andy.
"Bawa dia." perintah Vino.
Mereka langsung membawa Kevin secara paksa turun ke bawa, Kevin berusaha memberontak tetapi tanaga nya kalah dengan mereka semua.
"Mau di bawa kemana aku, aku belum memakai baju." teriak Kevin.
"Membawa mu ke kolam buaya." kata Vino.
"Apa ini yang di namakan grup lawak, kenapa kalian tidak ada lucu-lucu nya." ucap Kevin.
"Sudah diam." kata Vino.
Mereka membawa Kevin ke kolam renang, dan langsung melemparkan Kevin ke dalam.
"Kalian." teriak Kevin yang sangat kesal.
Mereka semua ikut masuk kedalam air, awal nya Kevin bingung dengan tingkah laku para pria ini. Tapi lama kelamaan ia larut dalam canda dan tawa mereka semua.
"Kau belum mengingat aku kev." tanya Vino.
"Aku sama sekali tidak mengingat mu vin, padahal Vira sudah menceritakan semua nya tentang mu." jawab Kevin.
"Sudah lah, nanti juga kau akan mengingat ku." ucap Vino.
"Tapi kenapa aku bisa berteman dengan kalian semua, manusia aneh dan menjengkelkan." tanya Kevin.
__ADS_1