Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Kembali ke rumah.


__ADS_3

"Vira." Lirih Kevin yang sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa.


Yang di katakan Vira benar apa ada nya, semua bukti sudah jelas jika Kiana memang sedang mengandung anak nya, walaupun ia di jebak saat itu Kevin merasa harus tanggung jawab oleh calon anak nya.


"Sayang." Kiana memeluk Kevin yang kembali masuk kedalam rumah.


"Apa itu benar anak ku." Tanya Kevin.


"Kamu lupa sayang, aku memang juga melakukan nya bersama kakak ku tapi kakak ku memakai pengaman dan kamu sudah dua kali melakukan nya dengan mu tanpa pengaman.


"Jangan kau bahas malam itu, aku benar-benar marah pada kakak mu." Ucap Kevin.


"Maaf sayang dia telah melubangi mu." Kata Kiana.


"Vira kau tidak papa." Tanya Mark.


"Ntalah, bisa antar kan aku ke apartemen ku." Tanya Vira.


"Bisa aku akan mengantarkan kemana pun kau pergi." Jawab Mark.


Beberapa hari telah berlalu, Vira terpaksa harus meminjam uang Mark untuk kebutuhan nya, hari ini ia di antar Mark pulang untuk mengambil dompet dan berkas penting pribadi nya.


"Sayang aku ingin." Kiana naik ke atas tubuh Kevin

__ADS_1


Sontak Kevin memalingkan wajah nya, beberapa hari ini Kevin benar-benar sangat kacau, kepergian Vira membuat nya stres.


"Sayang." Kiana meremas milik Kevin.


"Kiana kamu sedang hamil jangan memancing diri ku." Ucap Kevin.


Vira dan Mark sedang dalam perjalanan menuju rumah Kevin, sebenarnya hati Vira tidak sanggup melihat Kevin, rasa cinta nya pada Kevin sangat dalam sangat sulit melihat Kevin bersama wanita lain. Apalagi wanita itu sedang mengandung anak Kevin.


"Sayang perlahan, anak kita hmmm." Gumam Kiana.


Kiana berhasil membobol iman Kevin, sampai mereka berdua melakukan nya di ruang keluarga.


"Kau yang membuat ku seperti ini." Ucap Kevin yang terus melakukan nya dengan kasar.


"Tutup kuping mu, dan mata mu." Ucap Mark.


"Sayang." Ucap Kevin saat melihat Vira yang sedang memejamkan mata dan menutup kuping nya, sementara itu Mark membimbing Vira agar bisa melewati ruangan itu.


"Sayang kenapa berhenti." Protes Kiana.


"Diam." Kevin memakai kembali pakaian nya.


Air mata Vira mengalir deras membasahi wajah nya. Vira langsung berlari menuju kamar nya.

__ADS_1


"Vira." Teriak Kevin.


"Jangan kau dekati Vira." Ucap Mark.


"Kau tidak ada hak melarang ku."


"Sekarang aku ada hak melarang mu, lihat diri mu yang menjijikkan Kevin, jika kau ingin melakukan nya di dalam kamar jangan melakukan nya di sembarang tempat, kau pasti tau bagaimana perasaan Vira saat ini, hancur Kevin hancur." Ucap Mark.


"Jangan ikut campur dengan urusan ku, kau bukan siapa-siapa ku." Kata Kevin.


Vira keluar dari kamar karena ia sudah mengambil semua barang-barang nya. "Ayo Mark." Ucap Vira tanpa melihat ke arah Kevin.


"Vira." Kevin menarik tangan Vira.


"Lepaskan tangan kotor mu dari tangan ku." Ucap Vira.


"Sayang kita bisa membicarakan ini baik-baik, maafkan aku sayang, aku masih sangat mencintai mu."


"Cinta.. Cinta.. Cinta.. Jangan kau nodai kata cinta dengan perlakuan buruk mu. Kau cinta pada ku tapi kenapa kau mengkhianati ku." Ucap Vira


"Aku di jebak sayang, ini semua bukan kemauan ku."


"Oke kau di jebak, tapi apa yang ku lihat tadi, sakit Kevin sangat sakit, rasa cinta ku pada mu, Benar-benar hancur, aku membenci mu Kevin." Ucap Vira yang kembali meneteskan air mata nya.

__ADS_1


__ADS_2