
Vira memeluk Bella sambil menangis, ia benar-benar sangat sedih jika harus berpisah dengan suaminya. Hidup nya seperti hancur seketika, apalagi saat melihat Kevin yang terlihat begitu lemah.
"Sayang diam lah, jangan seperti ini." Bella berusaha menenangkan Vira.
"Mom, aku tidak mau berpisah dengan suami ku, aku mencintai nya sangat mencintai nya."
"Sayang mommy mengerti, mommy juga tidak ingin kamu berpisah dengan Kevin. Tetapi kamu tau daddy kamu kan. Perkataan nya adalah suatu yang mutlak. Tapi kamu tenang saja mommy akan berusaha membujuk daddy mu."
"Mommy yakin, mau membujuk daddy." tanya Vira.
"Iya sayang, sekarang kamu tidur. Mommy akan berbicara pada daddy mu. Tapi mommy tidak yakin dapat merubah keputusan daddy ku." jawab Bella.
"Terimakasih mom." Vira mencium tangan Bella.
Bella masuk ke dalam kamar nya. Ia melihat Stiven sedang berdiri mengganti pakaian nya.
"Demi kamu vir, seperti nya mommy mu tidak akan tidur malam ini." batin Bella.
Bella mendekati Stiven dan memeluk nya dari belakang. Ia memeluk Stiven dengan sangat erat.
"Sayang, kau menggoda ku." Stiven membalik tubuh nya.
Bella membelai dada Stiven, ia mencium bibir Stiven dengan lembut.
"Ada yang mau kamu minta." tanya Stiven yang mengerti jika Bella seperti ini pasti ada mau nya.
"Tidak ada aku hanya ingin menikmati surga dunia ku." Bella melanjutkan ciuman lembut nya.
__ADS_1
Stiven membawa Bella naik ke atas ranjang, kurang lebih 26 tahun mereka menikah rasa cinta di antara mereka tetap sama dengan dulu.
"Aku mencintaimu." kata Bella.
"Katakan apa yang kamu inginkan." Stiven meremas benda Favorit nya.
Awalnya Bella yang ingin membuai Stiven kini malah sebaliknya Bella lah yang terbuai oleh sentuhan yang di berikan Stiven.
"Aahh sayang." Bella mulai menggeliat.
"Katakan sayang apa yang kamu inginkan." Stiven masih memberikan sentuhannya yang membuat Bella semakin menjadi-jadi.
"Bisa kah kamu, memikirkan tentang perceraian Vira dulu. Jangan terburu-buru." kata Bella dengan nafas yang tidak beraturan.
"Aku sudah memikirkan nya sayang, gini saja aku beri dia kesempatan dalam satu minggu ini jika diri nya terlihat memperjuangkan Vira perceraian mereka akan ku pikir kan lagi." ucap Stiven.
"Boleh aku melakukan nya sekarang, sudah satu bulan kita berpuasa." tanya Stiven.
"Kata nya, kamu kuat tidak melakukan nya sampai lahir nya cucu kita." ujar Bella.
"Aku tidak kuat." kata Stiven dan mulai melucuti semua pakaian nya dan Bella.
Yang di kata kan Bella tadi benar terjadi, ia benar-benar bergadang malam ini. Suami nya seperti seorang yang tidak makan selama satu bulan. Tubuh nya di habisi oleh Stiven dari ujung kaki nya sampai ujung rambutnya.
"Ahh sayang." Bella tersentak saat tiba-tiba Stiven melakukan nya.
Skip ya.. (Sebenarnya author rindu dengan pasangan iniππ ).
__ADS_1
Kevin langsung mendapatkan penanganan yang sangat insentif, rumah Vino adalah kesadaran terakhir nya karena sampai saat ini Kevin masih belum sadar dan dokter mefonis jika Kevin tidak akan sadar dalam waktu yang lama.
"Bagaimana om." tanya Arga.
"Aku sedang menyiapkan keperluan Kevin di luar negeri, kita akan berangkat ke luar negeri sampai kondisi Kevin stabil.
"Dimana om kita akan membawa Kevin." tanya Arga.
"Tiongkok, ada banyak dokter hebat di sana." jawab Yimin.
"Sebenarnya Kevin memiliki dokter spesialis di Korea, saat diri nya tinggal di sana. Dokter itu benar-benar hebat jika saat itu Kevin melanjutkan pengobatan nya pasti penyakit nya ini sudah sembuh." ujar Arga.
"Kenapa tidak di lanjutkan." tanya Yimin.
"Masalah biaya dan tekanan dari ibu nya om." jawab Arga.
"Kalau begitu kita bawa saja Kevin ke sana. Saya yakin pasti Kevin akan segera sembuh." ujar Yimin.
πππ
Beberapa hari telah berlalu, Vira benar-benar menjadi sosok yang pemurung, ia tidak banyak bicara pada semua orang. Otak nya masih memikirkan suami nya Kevin, ia sedang menunggu kedatangan Kevin untuk memperjuangkan nya tetapi sampai saat ini Kevin belum menampakkan batang hidungnya.
Itu membuat Stiven semakin yakin untuk memisahkan mereka berdua. Walaupun Vira menolak nya semua keputusan berada di tangan Stiven. Semua yang di katakan nya adalah suatu yang mutlak.
Bukan hanya Vira, sebenarnya Vino juga menunggu Kevin datang ke rumah nya. Di dalam hati terdalamnya Vino yakin Kevin tidak bersalah oleh sebab itu ia menunggu kedatangan Kevin.
Sementara itu seperti yang di katakan dokter beberapa hari lalu. Kevin benar-benar masih belum sadar. Itu membuat Yimin dan Arga sangat khawatir, jika Kevin sudah cukup stabil baru lah mereka akan membawa Kevin ke luar negeri.
__ADS_1