
Kesabaran Stiven sudah habis, ia benar-benar sudah muak dengan menantu nya Kevin. Hari ini ia sudah mengirim surat pengajuan perceraian Vira dan Kevin di pengadilan agama.
Vira tidak terima dengan keputusan daddy nya, ia memberontak dan berusaha untuk membatalkan keputusan daddy nya tapi semua itu hanya percuma saja keputusan Stiven sudah bulat.
Sebenarnya jika Vino bertindak Vino dapat membatalkan pengajuan surat perceraian itu tetapi dia malah memilih untuk diam. Karena ia juga kecewa dengan Kevin yang ia harapkan untuk datang.
"Aku benci kalian semua." teriak Vira dan kabur dari rumah Vino. Ia berlari pulang ke rumah Stiven yang letaknya memang tidak terlalu jauh.
"Mas, ini gila. Kenapa kamu malah menunggu kedatangan Kevin, kenapa kamu tidak mencari keberadaan nya. Pasti ada sebuah alasan kenapa Kevin tidak datang." ucap Bella dan meninggal kan ruangan itu menyusul Vira.
"Bagaimana menurut mu vin, apa daddy salah mengambil keputusan." tanya Stiven.
"Aku tidak tau dad, masalah Kevin di luar kendali ku. Jujur aku berharap dia datang, aku masih percaya pada nya. Tapi setelah satu minggu kita menunggu nya dia tidak datang. Itu membuat ku semakin bingung." jawab Vino.
"Jika kau masih percaya pada nya, kenapa kau tidak mencari informasi tentang nya." tanya Stiven.
"Aku sudah mencari informasi keberadaan nya, tapi aku tidak menemukan nya dad. Seperti nya Kevin sedang di sembunyikan oleh seseorang yang cukup berpengaruh." jawab Vino.
"Sudah lah, daddy juga sudah kecewa dengan Kevin, jika Vira dan Kevin berjodoh pasti perceraian ini tidak akan terjadi." kata Stiven.
__ADS_1
Sementara itu kondisi Kevin mulai stabil, dan tadi malam ia sempat sadar kan diri. Arga dan Yimin juga sempat berbicara dengan nya.
Arga bertanya tentang Vira dan keluarga Vins, apakah keluarga Vins dan Vira harus tau tentang kondisi dan penyakitnya. Kevin meminta untuk merahasiakan semua nya, ia tidak ingin Vira tambah bersedih ketika mengetahui tentang kondisi dan penyakit nya.
Setelah obrolan singkat itu Kevin kembali tidak sadar kan diri, tetapi kondisi nya terbilang cukup stabil. Yimin sudah mempersiapkan keberangkatan Kevin ke Korea untuk menjalani pengobatan. Besok jika kondisi Kevin masih stabil mereka akan berangkat ke sana.
Vira bingung harus berbuat apa ingin sekali ia mencari keberadaan Kevin suami nya. Perasaan Vira benar-benar sangat khawatir pada suami nya, Tetapi gerak-gerik nya sangat lah terbatas karena kekuasaan daddy nya.
Vira berlari masuk kedalam kamar nya, kamar dimana tempat mereka berdua tidur bersama sebelum pindah ke apartemen. Vira mengambil foto pernikahan nya dengan Kevin, Vira merebahkan diri nya di atas ranjang dengan memeluk foto itu.
"Hiks.. hiks.. hiks.. Aku rindu kamu." Vira mengusap foto itu.
Vira tak menjawab pertanyaan dari Bella, karena tidak mendapat kan jawaban dari Vira, Bella memutuskan untuk memberikan waktu terlebih dahulu pada putri nya.
Vino sedang berada di balkon kamar nya, pikiran nya melayang kemana-mana. Terutama ke hubungan Vira dan Kevin, Sebenarnya ia tidak rela jika Vira menjadi janda sudah pasti akan membuat adik nya menjadi tertekan. Dengan menarik nafas yang panjang Vino memutuskan untuk turun sendiri kelapangan mencari keberadaan Kevin, ia juga akan meminta pada daddy masalah Vira dan Kevin agar diri nya yang akan mengurusnya.
Vino berjalan menuju ruang kerja daddy nya untuk membicarakan hal ini. Tetapi sayang nya daddy nya tidak ada di dalam ruangan kerja nya. Ia menghubungi daddy nya yang ternyata berada di kantor.
"Lebih baik aku mencari Kevin dulu." ucap Vino.
__ADS_1
Vino membawa mobil nya ke apartemen Kevin dan Vira tetapi nihil Kevin tidak ada di sana. Ia juga mengunjungi kantor Kevin. Lagi-lagi Kevin tidak ada di sana, bahkan kantor nya tutup hanya ada beberapa aktifitas kecil.
"Aaah dimana aku harus mencari nya, orang suruhan ku juga tidak menemukan nya, Arga tidak aktif. Seperti nya dugaan ku benar. Kevin sedang di lindungi oleh orang yang cukup berpengaruh." ucap Vino.
Vino membawa mobil nya menuju rumah daddy nya untuk menemui Vira. Ia yakin Vira saat ini sedang sedih dan tertekan, rumah itu juga penuh dengan pengawasan ketat untuk membatasi gerak-gerik Vira.
"Dimana Vira mom." tanya Vino.
"Di dalam kamar vin, dia sedang sangat tertekan karena keputusan daddy mu. Temui dia dan bawakan dia makanan untuk mengisi tenaga nya." jawab Bella.
"Iya mom, aku akan mencoba membujuk nya makan." kata Vino.
Vino membawa makanan yang telah di siapkan Bella, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Vino langsung masuk kedalam kamar Vira.
Vino melihat Vira sedang duduk sambil memeluk foto pernikahan nya dengan Kevin.
"Vira." ucap Vino.
Vira menaikan kepala nya, wajah nya sembab dan merah karena terlalu banyak menangis. Hal yang di rasakan Vira langsung sampai ke diri nya.
__ADS_1
Vino mendekati Vira, ia meletakkan makanan di atas meja dan memeluk Vira dengan erat sambil mengusap rambut Vira.