Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Tatapan yang berbeda.


__ADS_3

"Sayang." Ucap Kevin.


"Ada apa, pakaian mu sudah aku siapkan." Kata Vira.


"Buat apa aku memakai pakaian jika aku membuka nya lagi." Ucap Kevin.


"Maksud kamu, kamu mau lagi." Tanya Vira.


"Hehehe sayang kita harus bekerja keras, kita setiap saat harus melakukan nya." Jawab Kevin.


"Tapi aku lelah jika setiap hari harus melakukan nya, malam ini tidak ya."


"Sayang, apa kamu lupa istri tidak boleh menolak keinginan suami." Ucap Kevin.


"Cukup satu kali saja, oke satu ronde."


"Iya satu ronde jika aku tidak lupa." Ucap Kevin.


Beberapa minggu telah berlalu kehidupan Vira dan Kevin tidak banyak mengalami perubahan hanya saja Kevin lebih sering mengundang teman-teman nya ke rumah.


Vira merasa pandang Mark ke diri nya ada yang berbeda, benar-benar berbeda tapi Vira terus menepis pikiran buruk nya itu demi tidak menyinggung perasaan Mark.


"Vira." Panggil Mark.

__ADS_1


"Iya ada apa, apa memerlukan bantuan." Tanya Vira.


"Kevin meminta mu untuk membawakan makanan untuk teman-teman lainnya." Jawab Mark.


"Maaf stok cemilan sudah habis, bilang pada Kevin aku membeli nya sebentar." Ucap Vira.


"Baiklah." Mark pergi meninggalkan Vira.


Vira masuk ke dalam kamar untuk bersiap, tak lama ia kembali keluar kamar dan langsung turun ke lantai dasar untuk meminta izin pada Kevin.


"Sayang aku tidak mengizinkan mu pergi sendiri." Ucap Kevin.


"Jadi aku dengan siapa, mana mungkin kamu ikut dengan ku." Kata Vira.


"Dengan ku saja Kevin, jangan percaya dengan Mario." Saut Jack.


"Mark bisa kau antar kan Vira ke minimarket." Ucap Kevin.


"Tidak sayang aku bisa sendiri." Kata Vira.


"Tidak ada penolakan sayang, Mark pergi lah." Ucap Vira.


Mau tidak mau Vira ke minimarket bersama dengan Mark, padahal ia sangat menghindari Mark sebisa mungkin.

__ADS_1


"Kau takut dengan ku vir." Tanya Mark.


"Maaf aku tidak nyaman dengan tatapan mu pada ku." Jawab Vira.


"Aku mengerti, tapi aku tidak bisa menghilang rasa kagum ku pada mu, kau tenang saja aku tidak akan menjadi benalu dalam rumah tangga mu dengan Kevin. Kevin sudah banyak membantu ku mana mungkin aku mengkhianati nya. Aku janji tidak akan berusaha menghindari mu." Ucap Mark.


"Terimakasih telah mengerti." Kata Vira.


"Kau tau vir, apa alasan ku mengagumimu." Tanya Mark.


"Kau mirip dengan almarhum bunda ku, ntah dari mana aku bisa berpikir seperti itu, tapi sudahlah jangan kau anggap serius perkataan ku." Ucap Vira.


"Sayang, apa kamu pergi saat ke pemakaman anak ke dua anak kita." Tanya Citra.


"Maaf sayang aku menyerahkan nya pada pihak rumah sakit, aku juga tidak tau bentuk wajah nya dan jenis kelamin mereka." Jawab Vino.


"Apa kamu tau letak kuburan nya, aku ingin mengunjungi nya."


"Aku tau, mereka memberi tau ku, mereka berada di dalam satu kuburan yang sama aku yang meminta nya." Ucap Vino.


"Aku sangat merasa bersalah, karena aku kedua anak kita tidak bisa hidup bersama kita." Kata Citra.


"Sudah berhenti menyalahkan diri mu, kamu tidak salah, ini sudah takdir. Tuhan tau kita hanya mampu merawat dua anak, Tuhan tidak ingin kedua anak kita yang lainnya tidak mendapat kasih sayang yang sama." Ucap Vino.

__ADS_1


"Nila, Nathan ketika dewasa nanti jangan pernah melupakan kedua saudara kembar mu." Kata Citra


__ADS_2