
Di pulau itu Vira benar-benar dapat melupakan masalahnya, Mark selalu menghibur nya dengan tingkah lucu dan kegilaan Mark. Walaupun Mark sangat sibuk dalam satu minggu awal di pulau ini tetapi Mark masih menyempatkan waktu beberapa jam untuk menghibur Vira, tekat nya sudah bulat untuk mendekati Vira jika Vira sudah bercerai dengan Kevin.
Perceraian Vira dan Kevin berjalan sangat cepat, Vira benar-benar menyewa pengacara yang sangat hebat sehingga dapat melawan penolakan dari Kevin yang juga menyewa pengacara yang tak kala hebat nya. Semua berjalan dengan sangat cepat karena pihak Vira memiliki bukti perselingkuhan Kevin dengan Kiana berkat video yang di kirim Kiana waktu itu.
"Vira aku membawa sesuatu untuk mu." Ucap Mark.
"Apa itu Mark." Tanya Vira.
"Es krim, bukan nya kamu ingin es krim." Jawab Mark.
"Hanya sedikit, aku ingin banyak." Ucap Vira.
"Kata siapa sedikit, aku membawa banyak untuk mu." Kata Mark.
"Masuk." Mark mempersilahkan seseorang masuk dengan membawa satu lemari pendingin dengan berbagai macam es krim di dalam nya.
"Mark kau benar-benar tau apa yang aku kau, terimakasih." Vira tersenyum manis pada Mark.
__ADS_1
"Hanya senyuman." Tanya Mark.
Vira mendekati Mark dan langsung memeluk nya. "Terimakasih Mark." Ucap Vira.
"Sama-sama Vir, kebahagiaan mu juga kebahagiaan ku." Kata Mark.
Kevin benar-benar seperti orang gila, satu langkah lagi diri nya resmi bercerai dengan Vira, dan sudah pasti Kevin tidak bisa menghentikan perceraian itu.
"Kevin, aku ingin." Ucap Kiana sambil meremas milik Kevin.
"Kalau begitu ayo menikah, setelah perceraian mu berakhir, kita menikah." Ucap Kiana.
"Menikah aku tidak bisa menikah dengan mu, setelah anak itu lahir aku akan mengambil nya dan anggap saja kita tidak pernah bertemu."
"Kalau begitu aku tidak akan menyerahkan bayi ini pada mu, ini anak ku juga menikah dengan ku atau kau tidak akan melihat bayi kita." Ancam Kiana.
"Aku akan memikirkan nya." Ucap Kevin.
__ADS_1
Kiana terus menggoda Kevin dengan menyentuh bagian sensitif Kevin, walaupun Kevin mulai terbawa nafsu ia lebih memilih pergi di banding kan bermain dengan Kiana.
"Sial, aku sangat menginginkan nya, malam ini kita bersenang-senang sayang." Ucap Kiana.
Beberapa hari telah berlalu Kevin dan Vira benar-benar sudah resmi bercerai, Kevin menyobek surat itu dan hanya bisa menangis menyesali perbuatannya, sedangkan Vira merasa sangat bodoh karena surat itu di kirim ke rumahnya di Indonesia.
"Sudah lah, aku bisa mengatasi nya." Batin Vira sambil memasang kembali kartu nya yang sengaja ia lepas karena beberapa minggu lalu ia tidak ingin menerima panggilan dari siapapun.
"Vira aku ingin Video call dengan mu, aku mohon." Kevin mengirim kan pesan pada Vira.
Vira menerima pesan itu, ia menarik nafas nya dengan kasar lalu langsung menghubungi Kevin melalui saluran Video call.
"Vira." Kevin mengusap air mata nya. Mata nya benar-benar sudah bengkak karena ia terus saja menangis berpisah dengan wanita yang sangat ia cintai.
"Maafkan aku vir." Ucap Kevin.
"Aku sudah memaafkan mu, Kamu harus melanjutkan hidup mu tanpa aku kev, aku yakin kamu bisa menjadi ayah yang baik, suami yang baik untuk Kiana." Ucapan Vira terhenti karena ia mulai menangis.
__ADS_1