Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Episode 98


__ADS_3

Tiba-tiba HP Stiven berbunyi dari nomer yang tidak ia kenal. Stiven pun langsung mengangkat nya karena takut panggilan itu penting.


"Aa...apaa.." Stiven menjatuhkan HP nya.


Amanda semakin menangis dengan keras yang membuat Andy dan yang lainnya datang mendekat.


Kaki Stiven terasa sangat lemas, ia bingung harus menjelaskan semua pada istri nya, sedangkan Bella berusaha menenangkan Amanda yang semakin menangis.


Vira berjalan mendekati Amanda, ia menggendong Amanda dan menepuk-nepuk tubuh Amanda agar Amanda bisa tenang.


"Ada apa mas, kenapa HP nya terjatuh." tanya Bella.


"Vino dan Citra sedang berada di rumah sakit." jawab Stiven dengan menahan air mata nya.


"Apa kak Citra mau melahirkan dad." tanya Vira.


"Tidak, mereka dalam ke adaan terluka." jawab Stiven.


Mereka semua terkejut saat mendengar ucapan dari Stiven, tanpa aba-aba mereka langsung berlari menuju mobil dengan air mata yang sudah tidak bisa di bendung lagi.


Saat peristiwa itu terjadi...


Vino dan Citra dalam perjalanan pulang ke rumah, saat melintasi tempat yang cukup sepi tiba-tiba mobil ban mereka pecah membuat mobil itu oleng dan menabrak pembatas jalan.


"Sayang, kamu tidak papa." tanya Vino.


"Aku tidak papa." jawab Citra.

__ADS_1


Beruntung mereka melaju dengan kecepatan rendah jadi tidak terjadi benturan yang kuat, dan mereka berdua tidak mengalami luka sedikit pun. Vino dan Citra keluar dari mobil untuk menunggu jemputan, Vino sudah menghubungi orang kantor nya untuk menjemput nya.


Saat sedang di luar mobil, tiba-tiba gerombolan orang dengan menggunakan penutup wajah menyerang mereka berdua, Dengan susah payah Vino melindungi Citra.


Citra melihat seseorang memegang pisau dan ingin menusukan nya ke Vino, dengan cepat Citra berlari menghalangi orang itu.


"Sayang." teriak Citra.


Dan naas nya malah Citra lah yang tertusuk pisau itu, Kaki nya lemas seketika dan terjatuh di dalam pelukan Vino, setelah melihat Citra tertusuk orang-orang itu pergi meninggalkan Vino dan Citra sendiri.


"Sayang, bangun sayang, kenapa kamu melindungi ku." Vino menangis histeris saat melihat perut Citra yang tertusuk, bukan hanya satu tusukkan ada beberapa tusukkan di perut Citra yang membuat Citra hilang kesadaran seketika.


Tak lama jemputan dari orang suruhan Vino datang, mereka langsung membantu Vino dan Citra tanpa banyak bertanya karena ini keadaan yang darurat dan membawa Citra ke rumah sakit terdekat.


Mereka semua telah sampai di rumah sakit dan langsung berjalan menuju ke UGD, di depan UGD sudah ada Vino yang menutup wajah nya dengan luka di lebam dan goresan di tubuh nya.


"Vino." ucap Andy.


Saat mendengar suara keluarga nya, Vino menaikan kepala nya, wajah nya penuh dengan air mata, ia tidak sanggup untuk berbicara lagi dan hanya ada tangisan yang terdengar dari diri nya.


Bella mendekat Vino dan memeluk nya dengan sangat erat. Ia merasakan tubuh Vino bergetar hebat, dan rasa sedih yang amat sangat mendalam.


Melihat kondisi Vino, membuat mereka semua tak kuasa menahan air mata mereka lagi, padahal mereka sudah sepakat untuk tidak menangis agar tidak menambah kesedihan Vino, tapi semua itu percuma. Vino yang biasa nya terlihat selalu kocak dan di penuhi dengan senyuman sekarang menjadi Vino yang sangat lemah dan dan berdaya.


"Mom, aku tidak sanggup mom." ucap Vino dengan suara yang bergetar.


"Aku takut mom, aku...

__ADS_1


"Percayalah semua akan baik-baik saja." ucap Bella.


Amanda turun dari gendongan Aska, dan berjalan mendekati Vino.


"Ayah diaman bunda." tanya Amanda.


Vino tidak bisa menjawab pertanyaan Amanda, Ia hanya bisa menarik tangan Amanda dan memeluk nya dengan erat.


"Maafkan ayah sayang." ucap Vino.


Melihat ayah nya seperti itu, Amanda ikut menangis di dalam pelukan Vino yang semakin menambah rasa sedih di tempat itu.


Setelah beberapa jam menunggu kabar akhirnya dokter keluar dari UGD, dengan wajah yang tidak bisa di tebak.


"Siapa suami dari pasian." tanya dokter.


Vino berdiri dengan kaki yang gemetar. Kevin mendekati Vino dan membatu Vino berdiri.


"Ada apa dok. bagaimana dengan istri dan anak saya." tanya Vino.


"Semua sudah berusaha yang terbaik, dan semua tidak bisa sesuai dengan harapan kita semua." jawab dokter itu.


"Apa maksud nya dok, jelas kan dok." teriak Vino.


"Sabar vin, tenang dulu." ucap Kevin.


"Sabar kau bilang, tenang. Bagaimana bisa aku tenang." teriak Vino.

__ADS_1


__ADS_2