Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Tes DNA


__ADS_3

Kevin sengaja membuat Kiana tertidur dengan memberikan obat tidur di minuman nya, dan dengan cepat Kiana mulai tertidur. Tak lama dokter yang memeriksa DNA nya dan bayi yang ada di dalam perut Kiana datang.


"Anda yakin tuan, melakukan tes DNA saat hamil memiliki resiko yang cukup tinggi."


"Lakukan apa yang seharusnya kau lakukan." Ucap Kevin.


Setelah semua nya selesai dokter pergi dari rumah Kevin, Kevin akan mendapatkan hasil nya secepat mungkin. Karena ia sudah tidak sabar mengetahui apakah benar bayi itu anak nya atau bukan.


Pagi hari nya Kiana terbangun dari tidurnya, ia merasa bingung kenapa tiba-tiba sudah berada di dalam kamar dengan pakaian bawa yang sudah tidak ia kenakan.


"Sayang." Kiana memeluk Kevin.


"Kau sudah bangun." Tanya Kevin.


"Jika kamu ingin kamu bisa mengatakan nya pada ku, kenapa aku tidak sadar kita melakukan nya tadi malam."


"Sudahlah, mandi sana dan siapkan aku makan." Ucap Kevin.


"Aku tidak bisa masak, kamu cari makanan di luar saja."


"Kiana kau istri ku, masak saja tidak bisa, semua keperluan ku aku sendiri yang menyiapkan nya, kau bukan seperti istri ku tapi jalang pemuas nafsu ku." Kevin pergi meninggalkan Kiana.


"Dia membawa ku ke Indonesia hanya untuk menjadikan ku pembantu nya." Ucap Kiana dengan kesal.

__ADS_1


Pagi buta begini Mark sudah tiba di rumah Vira, ia membawa semua hal yang di inginkan Vira kemarin yang belum sempet mereka beli.


"Seperti suami siaga vir." Ucap Vino.


"Kakak jangan membahas masalah suami." Kata Vira.


"Terimakasih Mark, kau sudah makan ayo makan bersama keluarga ku di dalam." Ucap Vira.


"Hmmm boleh tapi aku takut dengan keluarga mu."


"Jangan takut, bagaimana kau mau menjadi suami ku jika kau takut dengan ku." Ucap Vira.


Vira membawa Mark masuk ke dalam ruang makan, di sana masih banyak orang yang sedang sarapan pagi.


"Jangan kau goda adik mu vin, ayo Vira siapkan makanan untuk Mark." Ucap Bella.


"Mark kau tidak bekerja pagi-pagi sudah di sini." Tanya Andy.


"Aku bekerja tapi sedang cuti." Jawab Mark.


"Demi Vira." Tanya Aska.


"Tepat sekali, demi sebuah berlian." Jawab Mark yang langsung mendapatkan perhatian dari semua orang.

__ADS_1


"Maksud ku Vira seperti berlian yang harus di perjuangkan." Ucap Mark.


"Mark, kau masih bertemu dengan Kevin." Tanya Stiven yang tau jika Kevin sudah berada di Indonesia.


"Tidak tuan, saya terakhir kali bertemu nya juga saat bersama Vira." Jawab Mark yang langsung kikuk jika Stiven sudah bertanya pada nya, menurutnya Stiven benar-benar memancarkan aura yang sangat menyeramkan.


"Vira setelah ini kita pergi bersama." Ucap Mark.


"Izin dulu pada daddy dan kakak ku." Kata Vira.


"Pergilah, jangan terlalu jauh dan jangan terlalu lama." Ucap Stiven.


Setelah sarapan pagi, mereka berdua langsung jalan-jalan mengelilingi kota, semua tempat mereka singgahi untuk menghilangkan perasaan sedih di hati Vira.


Vira tidak bisa berbohong pada hati nya sendiri, ia masih merasakan rindu pada orang yang menyakiti perasaan nya.


"Vira kau mengingat Kevin, apa Kevin pernah membawa mu ke tempat ini." Tanya Mark.


"Hehehe iya Mark, Kevin pernah membawa ku ke sini." Jawab Vira.


"Aku sangat merindukanmu, aku ingin mendengar suara mu." Batin Vira.


"Vira."....

__ADS_1


Oh iya dalam beberapa hari author akan ke luar kota mungkin novel ini tidak akan up, jika ada waktu pasti author akan up kok😆


__ADS_2