
Note : Mungkin konflik akan cukup berat di episode selanjutnya. Author gak maksa kalian buat baca, kalau tidak suka jangan di terus kan. Author membutuhkan pembaca yang smart. Sadar atau happy tergantung mood author.
.
.
.
.
Tanpa sadar Kevin meneteskan air mata nya, pikiran nya bercabang kemana-mana rasa bersalah nya pada Vira dan saudara nya baru nya semakin membesar.
"Kev kau menangis." tanya Aska.
"Kau nangis kev, apa masih terasa sakit. Aku akan segera ke sana dengan membawa dokter." timpa jamal.
"Hey kau kenapa, ayo kita ke rumah sakit. Wajah mu semakin memucat." ucap Vino.
"Tidak- tidak, kalian tidak perlu khawatir pada ku. Aku tidak papa. Terimakasih atas semua perhatian kalian pada ku. Aku ingin minta maaf jika aku akan mengecewakan kalian semua." belum Kevin selesai berbicara kepala Kevin terasa pusing dan ia tidak bisa melanjutkan perkataan nya.
"Kevin, ayo kita ke rumah sakit, kenapa kau susah sekali di beri tau." ucap Vino dengan nada yang kesal.
"Tidak Vin, aku hanya perlu istirahat. Aku butuh waktu sendiri. Hmmm bisa kau bawa Vira pulang ke rumah mu terlebih dahulu." kata Kevin.
"Membawa Vira, apa yang ingin kau lakukan." tanya Vino.
"Iya vin, nanti malam aku akan menjemput nya. Aku mohon jangan biarkan dia masuk. Langsung bawa dia." jawab Kevin.
__ADS_1
"Jika nanti sore aku tidak mendapat kabar dari mu, aku akan datang kembali." Vino keluar dari kamar Kevin.
Dengan wajah yang kesal dan khawatir Vino keluar dari kamar Kevin, ia merasakan ada sesuatu hal yang besar yang sedang di sembunyikan Kevin pada nya dan Vira. Tetapi ia masih belum tau apa sesuatu itu. Ia yakin Kevin akan memberi tau nya cepat atau lambat.
"Vira, ayo ke rumah kakak." ucap Vino.
"Ngapain kak, Kevin sedang sakit. Mana mungkin aku meninggalkannya." tanya Vira.
"Ayo ikut saja, kamu tidak perlu khawatir. Kevin tidak papa." jawab Vino.
"Tidak kak, Vira tidak mau. Vira ingin bersama Kevin." tolak Vira.
"Vira!! dengar kan kakak kali ini saja. Kevin ingin sendiri. Kita harus memberi nya waktu sendiri. Apa kau tidak merasa ada yang aneh dari suami mu. Apa kau tidak merasa ada sesuatu yang ia sembunyikan." Kata Vino dengan nada yang sedikit meninggi.
Hati Vira tersentak saat mendengar kan perkataan Vino, ternyata yang merasakan seperti itu bukan diri nya sendiri. Vira menarik nafas panjang dan ikut pergi bersama Vino dan Citra.
"Aaaahhhhhkkkkk... Kenapa harus begini." teriak Kevin.
Tak lama Arga dengan orang yang selama ini Kevin cari datang secara tiba-tiba.
"Arga." ucap Kevin yang terkejut dengan kedatangan Arga.
"Ke.. kevin." ucap laki-laki yang sudah cukup tua.
Laki-laki itu langsung berlari memeluk Kevin dengan erat. Kevin sangat terkejut saat mendapatkan pelukan itu, tetapi ntah kenapa perasaan nya menjadi campur aduk, ia juga merasakan ada ikatan batin antara diri nya dengan laki-laki yang memeluk nya itu.
"Maaf kan papah vin." ucap laki-laki itu.
__ADS_1
"Papah." kata Kevin dengan nada yang bergetar.
"Iya vin, saya papah kamu." laki-laki itu masih memeluk Kevin dengan erat. Hati nya terasa hancur saat melihat anak nya seperti ini.
"Lepas!!! kau bukan papah ku. Papah ku sudah mati...!!!! teriak Kevin sambil mendorong laki-laki itu dari hadapan nya.
"Maaf kan papah vin, ini semua salah papah."
"Maaf hahaha. Maaf.. maaf.. maaf kata mu. Kau lihat diri ku sekarang. Bagaimana aku, bagaimana kehidupan ku, apa saja yang telah ku lalui dan dengan mudah nya kau berkata maaf. Maaf mu tidak berguna..!!!!
Kevin kembali menutup wajah nya dan menangis dengan cukup kuat. Perasaan nya saat ini tambah hancur. Apalagi dengan kedatangan orang yang mengaku-ngaku sebagai papah nya.
Laki-laki itu kembali mendekati Kevin dan bersujud di hadapan nya, ia bisa mengerti kenapa Kevin bisa semarah ini pada nya.
"Maaf vin, maaf kan papah mu yang tidak berguna ini.
Kevin yang melihat itu menaikan tubuh papah nya dan memeluk nya dengan erat. Mereka berdua menangis sambil berpelukan, Kevin merasa papah nya tidak bersalah dalam semua masalah nya.
"Kita ke dokter sekarang, kalau perlu kita ke luar negeri untuk pengobatan mu." ucap papah Kevin sambil memegang wajah anak nya.
Arga telah menceriakan semua nya pada laki-laki itu. Itu sebab nya laki-laki itu tau semua tentang Kevin.
"Aku tidak akan pergi sebelum semua kebohongan ku terungkap." ucap Kevin.
"Tentang istri ku dan keluarga Vins, kau tidak perlu khawatir sekuat apapun mereka papah akan menghadapi nya."
"Untuk masalah itu aku yang akan menyelesaikan semua nya malam ini." kata Kevin.
__ADS_1