Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Bab 8


__ADS_3

Hanya karena orang lain berbuat tidak baik kepada kita, bukan berarti kita harus membalasnya dengan cara yang sama.


~Ay Alvi~


"Mana Uncle yang Zel ajak bicara?" tanya Ziga kepada putri kecilnya itu.


Zeline menggelengkan kepalanya, dia sudah berjanji pada Joshua untuk merahasiakan keberadaan sosok pria tersebut.


"Sudah pergi Dad," jawab Zeline, bocah perempuan itu menunduk tidak berani menatap mata sayang ayah karena ia tengah berbohong kepada pria tersebut.


Ziga yang mengetahui sifat putrinya langsung mengerti bahwa Zeline tidak bicara jujur kepadanya, kemudian pria itu pun berbisik kepada putrinya yang membuat mata bocah perempuan itu berbinar.


"Sebaiknya kalian temani Via, ia ada di kamar dengan Juan," ucap Ziga kepada Nadhya dan Mia.


Walau sedikit bingung Nadhya dan Mia tetap mengikuti kata-kata Ziga. Mereka segera naik ke atas untuk menemui Via dan bayinya.


"Bisa Zel tanyakan pada Uncle siapa namanya?" tanya Ziga pada Zeline setelah Nadhya dan Mia pergi meninggalkan mereka.


"Uncle bilang panggil saja Uncle Josh," jawab Zeline sesuai dengan apa yang di katakan oleh Joshua.


"Josh? Apa namanya Joshua?" tanya Ziga lagi meminta Zeline untuk meneruskan pertanyaannya kepada pria yang di panggil Uncle Josh tersebut.


Joshua yang mendengar pertanyaan Ziga pun menganggukkan kepalanya meminta Zeline untuk menjawab iya.


"Ya," jawab Zeline setelah melihat Joshua mengangguk.


Ziga menghela nafas, sejujurnya pria itu tidak terlalu percaya pada hal-hal yang berbau mistis. Hanya saja tidak mungkin ia menuduh Zeline berbohong apa lagi bocah perempuan itu sama sekali tidak mengenal Joshua.


"Bisakah Zel tanyakan pada Uncle Josh mengapa dia berada di sini?" tanya Ziga lagi, pria itu tidak tahu bahwa sebenarnya Joshua bisa mendengar sendiri apa yang ia tanyakan hanya saja Ziga tidak akan dapat mendengar jika Joshua menjawab pertanyaan itu.


Joshua pun mengatakan sesuatu yang hanya bisa di dengar oleh Zeline. Pria itu hanya bisa berkomunikasi dua arah dengan bocah perempuan tersebut.


"Uncle bilang Daddy bisa tanya langsung karena Uncle Josh mendengar apa yang Daddy katakan," ucap Zeline sesuai dengan apa yang di sampaikan oleh Joshua.


Ziga pun mengangguk tanda ia mengerti apa yang di maksud oleh Zeline putrinya tersebut.

__ADS_1


"Joshua, Kau kah itu? Di mana Kau Josh?" tanya Ziga.


"Uncle jawab, iya nama Uncle Joshua dan Uncle Josh berada tepat di hadapan Daddy," ujar Zeline menjelaskan kepada sang ayah yang tidak dapat melihat kehadiran Joshua.


Tangan Ziga mengulur ke depan tepat seperti apa yang di katakan oleh Zeline. Namun, ia tidak dapat menyentuh pria tersebut.


Zeline menggelengkan kepalanya, ia saja yang bisa melihat tidak dapat menyentuh Joshua apalagi sang ayah yang tidak tahu di mana Joshua berada.


Joshua sendiri menatap mereka dengan tatapan yang sedih, ingin sekali rasanya ia bersentuhan dengan orang-orang di sekitar. Namun, apalah daya kini ia hanya sosok tak kasat mata yang tak dapat menyentuh dan juga di sentuh oleh manusia.


"Josh bagaimana ini bisa terjadi?" Ziga bertanya pada sosok Joshua yang tidak dapat di lihatnya.


Joshua pun menjawab pertanyaan Ziga melalui Zeline sebagai perantara mereka.


Walau sebenarnya ia ingin menyampaikan langsung karena menurut Joshua Zeline masih terlalu kecil untuk tahu masalah yang telah menimpanya, tapi apalah daya hanya itu yang dapat di lakukan Joshua. Ia harus menggunakan Zeline sebagai perantara untuk bisa berkomunikasi dengan Ziga yang ia harapkan dapat menolongnya dari masalah ini.


"Uncle Josh bilang kalau ia kecelakaan dan tubuh Uncle Josh saat ini ada di suatu tempat dan di jaga oleh orang banyak," ucap Zeline sesuai dengan apa yang di katakan oleh Joshua.


Bocah perempuan itu berperan sebagai penerjemah bagi kedua orang dewasa yang kini ada di hadapannya.


"Lalu, mayat yang ada di dalam mobil sewaktu kecelakaan itu milik siapa?" tanya Ziga pelan, sejujurnya pria itu merasa tidak nyaman harus membicarakan hal seperti ini di hadapan Zeline yang baru berusia lima tahun.


Namun, mereka juga tidak tahu harus bagaimana karena hanya Zeline lah yang bisa menjadi perantara untuk mereka saat ini.


"Uncle bilang, itu milik orang lain. Ada yang menjebak Uncle Josh dan kini mereka menahan tubuh Uncle Josh di sana." Zeline menjelaskan apa yang di katakan oleh Joshua dengan lancar, bahkan bocah tersebut sama sekali tidak merasa takut mendengar cerita tentang kecelakaan atau menyebutkan kata mayat.


Ziga akhirnya pun dapat mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada calon suami sepupunya tersebut. Kini ia harus mencari tahu siapa dalang di balik kecelakaan tersebut dan juga ia harus berusaha untuk mengembalikan roh Joshua ke dalam tubuhnya.


"Daddy, Zeline kalian sedang apa?" tanya Aiden yang baru saja turun dari kamarnya di belakang bocah itu menyusul ibunya serta Nadhya dan Mia.


"Tidak ada," jawab Ziga dan Zeline berbarengan, mereka tidak mungkin bercerita kalau keduanya tengah berkomunikasi dengan Joshua.


Mereka pun duduk berkumpul dan berbincang di ruang keluarga. Ziga memberi isyarat agar Joshua juga ikut bergabung duduk di sana. Pria itu pun menurutinya, ia duduk di dekat Nadhya.


Mata Joshua terus memandang ke arah Nadhya yang berada di sebelahnya tanpa berkedip. Ia masih sangat mencintai wanita itu. Wanita yang hampir saja menjadi istrinya andai saja kecelakaan itu tidak terjadi. Joshua mencoba untuk menyentuh gadis itu. Namun, nihil hasilnya. Ia tidak dapat menggunakan tangannya untuk menyentuh wanita yang hingga saat ini masih menjadi permaisuri di hatinya.

__ADS_1


"Besok Aku akan berangkat ke Colorado," ucap Nadhya memberitahu rencana kepergiannya.


Seketika tubuh Joshua menegang tatkala mendengar wanita yang di cintainya tersebut menyebutkan Colorado.


"Untuk apa?" tanya Ziga, sepengetahuan pria itu Nadhya ingin sekali melupakan tempat yang telah menjadi mimpi buruknya tersebut.


"Ada orang yang ingin Aku temui di sana," jawab Nadhya.


Joshua yang mendengar hal itu langsung melambaikan tangannya pada Zeline berharap bocah itu bisa mengatakan pada Nadhya untuk tidak pergi ke tempat tersebut.


"Ini berkaitan dengan kecelakaan yang di alami Joshua," tambah Nadhya.


Joshua semakin panik pria itu berkata pada Zeline agar melarang Nadhya untuk pergi. Zeline pun bingung bagaimana menyampaikan hal tersebut pada Aunty-nya, karena Nadhya pasti tidak percaya dan tidak mau mendengar apa yang akan di katakan oleh Zeline.


Akhirnya Zeline pun menarik-narik baju sang ayah memberi isyarat agar pria itu mau mendengarkan apa yang akan di katakan oleh Joshua.


"Ada apa Zel?" tanya Ziga pelan membuat mereka yang berada di sana menatap mereka dengan curiga.


Zeline pun kebingungan akhirnya bocah kecil itu memilih untuk diam tidak menyampaikan apa yang ingin di katakan oleh Joshua.


*********


Terimakasih telah membaca TAKDIR CINTA 2 dan terimakasih untuk yang telah memberikan like, coment dan juga votenya.


Ay mau kasih tahu pada semua yang membaca, bahwa yang sekarang Ay ceritakan adalah kejadian 3 tahun sebelum cerita pembuka di awal.


Jadi cerita ini mempunyai alur mundur, maka dari itu si kembar baru berumur 5 tahun dan Juan di bungsu baru saja lahir.


Jadi mohon di baca dengan teliti ya, Ay menulis cerita ini sudah dengan sangat jelas dan teliti. Ay juga fokus dengan karakter dan umur tokoh di sini.


Jadi kalau ada yang bilang Ay kurang fokus maaf ya Anda salah.


Sekian pemberitahuan dari Ay.


Ay harap kalian membaca dengan mencermati kisah ini bukan sekedar baca jadi ga tahu jalan ceritanya.

__ADS_1


Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘


__ADS_2