
Kevin dan Vira sedang berciuman di dalam kamar, ciuman itu terasa sangat hangat, Kevin benar-benar mengerti cara membuat Vira luluh pada nya.
"Bibir kamu manis sekali," ucap Kevin.
Momen romantis itu buyar saat hp Vira tiba-tiba berdering, Vira mengambil hp nya dan langsung mengangkatnya yang membuat Kevin kesal apalagi saat tau panggilan itu berasal dari Mark.
"Apa Mark, aku akan segera ke sana," ucap Vira.
"Ada apa Vira, kamu mau kemana ada aku di sini," tanya Kevin.
"Aku harus ke rumah Mark, dia sedang sakit," jawab Vira.
"Dia sakit kau sepanik ini, saat aku masuk rumah sakit kau hanya datang sekali menjenguk ku, padahal aku meminta mu untuk menemani ku," kata Kevin dengan wajah kecewa nya.
"Maaf Kevin, tapi kali ini aku harus benar-benar pergi, Mark sudah banyak membantu ku," ucap Vira sambil melangkah pergi meninggalkan Kevin.
"Dan Mark ayah dari anak itu," kata Kevin yang membuat Vira menghentikan langka kaki nya.
"Kau benar dia ayah dari anak ini," ucap Vira dan kembali melangkah kan kaki nya.
__ADS_1
Ucapan Vira membuat hati nya terasa sangat hancur, rasa nya sakit sekali sangat sakit yang membuat Kevin langsung memilih tidur di atas kasur Vira. "Mungkin ini yang Vira rasakan dulu, rasa sakit yang teramat dalam," batin Kevin.
"Kak antar kan aku," ucap Vira.
"Kau mau kemana lagi Vira, sudah ada Kevin di sini, bukan nya kau sangat senang dekat dengan pria itu," tanya Vino.
"Mark sedang sakit, aku harus melihat nya," jawab Vira.
"Hari ini kau aku bebaskan, kau boleh membawa mobil tapi ingat hati-hati jangan sampai keponakan ku kenapa-napa," ucap Vira.
"Terima kasih kakak ku sayang, aku mencintaimu," ucap Vira dan langsung melangkah pergi meninggalkan Vino.
Sesampainya di apartemen Mark, Vira langsung masuk ke dalam karena ia sudah tau pin pintu masuk apartemen Mark. Vira menyiapkan makanan dan obat yang ia beli di jalan tadi.
"Mark," ucap Vira.
"Masuk Vir, kamar ku tidak aku kunci," kata Mark.
Vira yang mendapat izin dari Mark langsung masuk ke dalam, ia sedikit merasa canggung berada di dalam kamar itu berdua dengan Mark, apalagi Mark sedang bertelanjang dada.
__ADS_1
"Terima kasih Vira, aku sangat senang kau datang ke sini," ucap Mark.
"Tidak masalah Mark, kau banyak membantu ku, sudah sepantasnya aku melakukan hal ini," kata Vira.
Tiba-tiba Mark menarik tangan Vira sampai Vira jatuh ke dalam pelukan nya, sontak Vira terkejut dan langsung berpegangan agar ia tidak jatuh ke lantai.
"Aku tidak akan membiarkan mu jatuh," ucap Mark.
"Mark lepas, jangan aneh-aneh," kata Vira.
"Aneh-aneh bagaimana Vir, aku hanya ingin memeluk mu, bukan nya kau calon istri ku, kakak mu sudah merestui hubungan kita," tanya Mark.
"Mark apa maksud mu," tanya Vira.
"Vira aku sudah mencoba melupakan mu, merelakan mu tapi aku tidak bisa, aku malah sakit Vira. Aku lelah dengan semua ini, aku lelah bila terus harus mengalah, apa salah ku vir, apa salah ku sampai aku harus terjebak dalam percintaan bodoh ini," ucap Mark.
"Kau benar-benar suka pada ku," Tanya Vira.
"Iya Vira aku benar-benar suka pada mu, dan aku akan menikahi ku, secepatnya tidak peduli kau sedang hamil atau tidak, kakak mu sudah merencanakan hal ini," Jawab Mark dan langsung menyambar bibir Vira
__ADS_1