
"Apa kau bilang kami aneh dan menjengkelkan." ucap Vino.
Vino menarik Kevin dan mengedelamkannya ke dalam air, karena ia kesal di katakan aneh dan menjengkelkan oleh Kevin.
Mereka semua tertawa saat melihat Vino menghabisi Kevin, kepolosan Kevin benar-benar menghibur mereka semua.
"Aaahkkkk kepala ku." ucap Kevin sambil memegang kepala nya.
Sontak hal tersebut membuat mereka semua terkejut dan khawatir, terutama Vino yang merasa bersalah karena ia pikir ini semua karena ulah nya.
"Kevin, kenapa dengan kepala mu." tanya Andy.
"Kev, kau tidak papa kan. Maaf kev, kita ke rumah sakit sekarang." ujar Vino.
Kevin menahan tawa nya saat melihat orang di sekitar nya khawatir dengan keadaan nya, padahal diri nya hanya berakting. Dengan melihat mereka semua khawatir Kevin mengambil kesimpulan mereka semua benar-benar teman terbaik nya. Ia merasa harus cepat-cepat mengingat semua nya.
"Hahahaha, kalian sangat lucu." Kevin tertawa terbahak-bahak.
"Kau ya, kenapa kau mengerjai ku. Apa kau tidak tah bertapa khawatir nya diri ku." ucap Vino dan langsung naik ke atas kolam renang meninggal Kevin dan yang lainnya.
"Kau kelewatan kev." ucap Aska.
"Kenapa dengan kalian, aku hanya bercanda." kata Kevin.
"Iya untuk kami itu tidak masalah, tapi untuk Vino itu tidak biasa kev. Dia pasti sangat khawatir dengan keadaan mu, apalagi kau juga baru kembali, jika kau kenapa-napa pasti Vino sangat merasa bersalah. Kebahagiaan Vira menjadi taruhan nya kev." ujar Jamal.
"Jadi aku harus apa, aku tidak tau jika dia sesensitif itu."
"Kau minta maaf saja pada nya, sebelum mood nya benar-benar hancur, Kalau sudah hancur susah membujuk nya kembali." jawab Andy.
"Baiklah, kalian tidak marah pada ku kan."
"Tidak kev, santai saja." ucap mereka semua.
Kevin naik ke atas kolam renang, ia berlari mengejar Vino yang marah pada nya.
__ADS_1
"Aahh dimana dia, kenapa rumah ini besar sekali." ucap Kevin.
Sial nya Kevin melewati ruang keluarga yang berisikan para wanita yang sedang menghiba. Tentu saja ia merasa malu karena sedang hanya memakai celana pendek tanpa atasan.
"Maaf." ucap Kevin dan langsung berlari dari tempat itu.
Citra dan yang lainnya tertawa saat melihat tingkah laku Kevin, padahal dulu Kevin tidak secanggung itu dengan mereka.
"Dia sangat aneh." ucap putri.
"Kita mendapatkan Vitamin." ujar Anggun.
"Kau benar nggun, tubuh nya sangat indah." ucap Caitlin.
"Ssstt jangan kuat-kuat ketika suami kita mendengarkan nya bisa habis kita." kata Citra.
"Hahaha kau benar cit, apalagi ketika Vira mendengarnya." saut Caitlin.
"Sial aku sangat malu." ucap Kevin sambil berjalan menuju kamar nya.
Kevin memutuskan untuk mandi terlebih dahulu sebelum memutus meminta maaf pada Vino. Di dalam kamar ia melihat Vira masih tidur dengan nyenyak nya, padahal ia ingin mengajak Vira mandi.
Setelah membersihkan diri nya Vino ingin keluar rumah bersama Amanda, ntah kenapa ia ingin memakan es krim dan Amanda lah orang yang tepat yang bisa ia bawa.
"Ayah, kita mau kemana." tanya Amanda yang berada di gendongan Vino.
"Kita mau makan es krim." jawab Vino.
Kevin yang melihat Vino keluar ramah langsung berlari menghampiri Vino.
"Vino." teriak Kevin.
Vino menghentikan langkah kaki nya sambil membalik tubuh nya.
"Ada apa." ucap Vino dengan nada yang masih terlihat marah pada Kevin.
__ADS_1
"Kau masih marah pada ku." tanya Kevin.
"Kau tidak ada waktu untuk membahas itu." jawab Vino dengan kembali melangkah kan kaki nya.
"Kau mau kemana, aku ikut." ucap Kevin.
Vino tidak menanggapi Kevin dan langsung masuk ke dalam mobil, saat Kevin membalik badan nya berniat untuk masuk kembali ke dalam rumah, Vino membunyikan klakson mobil.
"Masuk lah." teriak Vino dari jendela mobil.
Kevin langsung membalik kembali badan nya, ia, masuk ke dalam mobil memangku Amanda.
"Hay cantik." ucap Kevin.
"Hay juga om tampan." Amanda tersenyum pada Kevin.
"Kita mau kemana vin." tanya Kevin.
"Amanda dan ayah ingin makan es krim." jawab Amanda yang mewakili Vino.
"Wah seperti nya enak, Amanda suka es krim." tanya Kevin.
"Sangat suka, tapi bunda dan mamah melarang Amanda untuk makan es krim. Hanya Ayah yang membolehkan Amanda makan es krim." Jawab Amanda.
Sesampainya di mall mereka bertiga masuk kedalam tokoh yang menjual es krim berbagai macam rasa, Vino memesan semua best seller es krim di tokoh ini.
"Vin, kau marah pada ku. Aku tadi hanya bercanda." ucap Kevin.
"Buat apa aku marah pada mu." kata Vino.
"Jadi kau tidak marah pada ku." tanya Kevin.
"Tidak, aku hanya mengetes mu, apakah kau masih Kevin yang dulu. Masih mau meminta maaf dan ternyata hanya ingatan mu saja yang hilang, sikap baik mu tetap sama." jawab Vino.
"Kau membuat ku pusing." ucap Kevin.
__ADS_1
"Jangan membohongi ku lagi." kata Vino.
"Aku serius." ucap Kevin sambil memegang kepala nya.