Takdir Cinta 2

Takdir Cinta 2
Episode 86


__ADS_3

Vira dan yang lainnya langsung menuju ke bandara karena pesawat mereka akan segera lepas landas.


"Vira aku sudah tidak sabar sampai sana, aku sudah merindukan Korea." ucap Anggi.


"Hehehe aku juga nggi, aku ingin ke apartemen ku dulu." kata Vira.


"Ahh kenapa lama sekali."


"Sabar nggi, kau kita Korea itu dekat, 7 jam perjalanan nggi." Vira menggelengkan kepala nya melihat tingkah laku sahabat nya itu.


"Ingat kamu sedang hamil, jangan aneh-aneh." ucap Bastian.


"Iya sayang." Anggi mencium bibir Bastian.


Vira lebih memilih untuk tidur, dari pada ia baper melihat kemesraan dua sahabat nya. Melihat Bastian dan Anggi membuat rasa rindu nya pada Kevin semakin dalam. Ingin sekali ia melihat dan memeluk Kevin. Tapi itu semua hanya angannya saja bahkan diri nya tidak tau keadaan suami nya.


"Aku yakin kamu masih hidup, aku akan menemukan mu." batin Vira.


"Vira, Vira, Vira...." teriak Kevin dan langsung terbangun dari tidur nya.


"Aku mengingat wanita itu, dia Vira. Tapi kenapa aku memeluk nya, aku tidur bersama nya." ucap Kevin.


"Aaahhhkkkk." teriak Kevin saat kepala nya terasa sakit karena ia berpikir keras mengingat wanita yang bernama Vira itu.


Setelah kepala nya sudah lebih baik, Kevin melirik ke HP nya, yang seperti nya pernah ia lihat di dalam mimpi nya.


"Gadis itu yang memberikan nya." ucap Kevin.


Sebelum Kevin sadar dari operasi nya Yimin telah menghapus semua foto-foto dan sesuatu yang berhubungan dengan masa lalu Kevin di Indonesia. Ia melakukan ini juga saran dari dokter Kevin, mereka tidak ingin saat melihat semua kenangan itu otak Kevin kembali terganggu yang berakibat fatal bagi nya.

__ADS_1


"Sebaiknya aku mandi." ucap Kevin karena dia akan pergi bersama Arga ke suatu tempat.


Setelah 7 jam berlalu akhirnya Vira dan dua sahabat nya sampai di Korea, mereka langsung menuju hotel yang sudah di pesan dari sebelum berangkat. Hotel ini Vino sendiri yang memilih agar Vira dapat berada di pengawasan nya.


"Kakak mu luar biasa vir, hotel ini sangat mewah." ucap Anggi.


"Hehehe pasti dong, istirahat lah kalian, nanti sore kita akan pergi ke kampus." kata Vira.


"Iya vir, selamat istirahat." ucap Anggi.


Kevin dan arga sedang menunju ke lokasi tempat mereka berkumpul. Saat turun dari mobil mata Kevin tertuju pada apartemen yang berada di samping nya.


Apartemen itu tidak asing menurut nya, saat berusaha mengingat nya akhirnya Kevin ingat kalau apartemen itu tempat ia bermesraan dengan wanita yang bernama Vira itu, ia juga dapat mengingat dengan jelas kalau HP yang ia bawa di beri wanita itu di depan apartemen itu.


"Arga, kau duluan sana masuk, aku tertarik dengan apartemen itu." ucap Kevin.


"Ya sudah aku masuk dulu." kata Arga.


Ia sedikit terkejut karena orang yang menjaga apartemen itu orang Indonesia juga, bahkan orang itu mengenal diri nya.


"Anda mengenal saya." tanya Kevin.


"Lah mas Kevin lupa dengan saya, saya orang yang di minta non Vira menjaga Apartemen ini, mungkin mas Kevin lupa karena kita baru sekali bertemu di panti." ucap wanita itu.


"Boleh saya masuk." tanya Kevin.


"Sebentar mas, saja ambil kunci nya dulu." ucap wanita itu.


Mata Kevin terbelalak saat melihat cukup banyak kunci yang di berikan wanita itu.

__ADS_1


"Banyak sekali." tanya Kevin.


"Seluruh kamar di apartemen ini sudah di beli non Vira." jawab wanita itu.


"Kamar Vira nomor berapa ya aku lupa." tanya Kevin.


"Nomor 18 mas. Seperti nya mas Kevin sedang banyak pikiran ya, sampai lupa." jawab wanita itu.


"Terimakasih." ucap Kevin.


Kevin langsung menuju apartemen itu, ia melangkah kaki nya secara perlahan melihat setiap sudut apartemen itu. Kepala nya terasa sangat pusing dan perlahan ia mulai mengingat apa yang pernah ia lakukan di apartemen ini.


Dengan memegang kepala nya Kevin membuka kamar nomor 18 milik Vira. Ia melangkah kan kaki nya masuk kedalam kamar itu. Kepala nya semakin terasa pusing dan ia mulai mengingat semua nya bersama wanita bernama Vira itu.


Vira keluar dari hotel itu untuk menuju ke apartemen nya yang sangat ia rindukan. Ia naik taksi agar lebih cepat sampai.


Sesampainya di apartemen itu, Vira langsung menuju ke rumah yang wanita kepercayaan nya.


"Non Vira." ucap wanita itu.


"Iya mbak, saya ingin meminta kunci apartemen." kata Vira.


"Tadi mas Kevin sudah mengambil nya." ujar wanita itu.


Vira yang mendengar nama Kevin langsung berlari masuk kedalam apartemen itu. Saat sudah dekat pintu kamar nya, ia berjalan secara perlahan, jantung nya terasa berdetak sangat cepat.


Perlahan ia masuk ke dalam kamar nya yang memang sudah terbuka, pertanda jika memang ada orang di dalam kamar nya.


Vira terdiam seketika saat melihat orang yang selama ini ia rindukan sedang memegang foto nya.

__ADS_1



Segera rilis


__ADS_2